Om Duda Saranghae

Om Duda Saranghae
part 131


__ADS_3

Langkah arga terhenti ketika arga melihat sosok wanita yang berdiri tepat dihadapannya.


Arga:" Kamuu..


Wanita itu pun tersenyum kearah arga.Wanita yang memiliki senyuman termanis itu melambaikan tanggan kearga dan mendekatinya.


Zira:" Dokter arga..


Arga:" Panggil saya arga saja..


Zira:" Ya arga..Apa kabar dok ehh maksudnya arga?


Arga:" Kabar saya baik.Kalo begitu saya permisi..


Zira:" Tunggu dokter.


Arga:" Ada apa?


Zira:" Ada wakty sebentar tidak?


Arga:" Mau apa.


Zira:" Saya boleh bicara sama kak arga sebentar saja.


Arga:" Maaf saya tidak bisa.Saya harus kembali keruangan anak saya.


Zira:" Anakk


Arga:" Ya anak saya sedang sakit dan dirawat disini.


Zira:" Dokter ehh kak arga sudah menikah?


Arga:" Ya.Kalo begitu saya permisi..


Tanpa basa basi lagi arga pun meninggalkan zira yang masih terpaku dan tidak percaya bahwa arga sudah menikah.


Arga pun berjalan kembali menujuh ruangan anak.Arga pun membuka pintu ruangan tersebut.Arga pun melihat vino begitu nyaman digendonggan fara.


Arga:" Makan dulu..


Fara:" Iiyaa tuaaannn..


Arga:" Berikkan vino kepada saya.Kamu makan dulu?


Fara:" Yaaa tuuuann..


Arga pun meletakkan makanannya diatas nakas.Fara pun memberikan vino kepada arga.Fara pun mengambil bungkus makanan tersebut dan memulai memakannya.Baru beberapa suapan vino kembali rewel,fara pun meletakkan makanannya diatas nakas dan langsung menenangkan vino.


Fara:" Cup cup vino anak baik..


Dan beberapa menit kemudian vino pun kembali tenag dan fara pun meletakkan vini diatas brangkar.Melihat vino sudah tenang fara pun kembali menyatapa nasi yang belum selesai dimakannya.


Tiba-tiba pintu terbuka dimana bibih asih dan pak maman datang membawa barang-barang yang dibutuhkan vino.Dan bibik asih juga membawa tania yang sudah dari semalam terus rewel.Sesampai diruangan melihat tania menanggis,fara pun langsung meninggalkan makanannya dan mengendong tania yang menanggis.


Fara:" Cup cup tania.Tania haus ya nak.


Arga melihat fara begitu dekat dengan anaknya pun merasa tenang.Karena hari semakin sore tania pun dibawa pulang oleh bibik asih.


Beberapa hari kemudian keadaan vino pun semakin membaik.Dokter pun sudah memperbolehkan vino pulang kerumah.Dengan senyum manis dibibirnya fara pun membawa vino pulang kerumah.


Arga pun membawa semua barang-barang vino.Fara dan arga pun masuk kedalam mobil,dan mereka pun pulang kerumah.

__ADS_1


Hari demi hari bulan berganti tahun kini vino dan tania pun sudah semakin besar dan sudah mulai berbicara.Arga pun sedang melihat anak-anaknya yang berada dikamar sedang bermain.


Fara pun setia memdampingin sikembar tubuh besar.Sikap arga pun masih sangat diingin kepada fara.Arga berbicara seperluanga saja kepada fara.


Pagi ini fara pun mengajak sikembar berjalan-jalan keliling komplek dan diikutin arga.Tiba-tiba fara sangat kaget ketika vino memanggilnya dengan sebutan yang sangat menyentuh hati fara.


Vino memanggil fara dengan sebutan mama dengan bahasa anak-anak yang masih kecil tapi kata pertama yang diucapkan vino mama.Kata sederhana itu membuat fara terpaku.


Fara:" Vino.Bukan mama tapi nanny.


Vino:"Mmmmaamaaa...


Fara pun tersentuh lagi-lagi vino memanggilnya dengan sebutan mama.Fara tidak mau vino memanggilnya dengan sebutan mama karena vino dan tania punya seorang mama yang tidak bisa digantikan.


Fara pun kembalii membawa sikembar untuk pulang kerumah.Sesampai dirumah arga kaget melihat sosok wanita yang berada diruang tamu yang tak lain adalah zira.


Melihat ada tamu fara pun langsung membawa sikembar masuk kedalam kamar.


Arga pun langsung menemui zira yang duduk diruang tamu.


Arga:" Ada kepentingan apa kamu datang kemari?


Zira:" Saya...


Arga:" Kita jangan bicara disini.


Zira:" Ya kak..


Arga pun mengajak zira pergi dari rumahnya.Arga pun mengajak zira pergi kecafe yang tidak jauh dari rumahnya.Mereka pun turun dari mobil dan masuk kedalam cafe.


Arga:" Apa yang inggin kamu bicarakan?


Zira:" Kaka arga sebenernya saya...


Zira:" Apa wanita tadi itu istri kak arga?


Arga:" Bukan urusan kamu.


Zira:" Kak arga saya masih sangat mencintai kamu.


Arga:" Hahh.Kamu mengajak saya kemari cuma inggin berbicara seperti ini.


Zira:" Kak arga.Saya tahu semua tentang kak arga.


Arga:" Apa lagi kamu mau katakkan keoada saya?


Zira:" Saya masih sangat mencintai kak arga.Saya masih menyimpan perasaan kepada kak arga.Dan saya tau kak arga menikah dengan dokter arina dan memiliki anak.Dan saya tau dokter arina meninggal karena melahirkan anak kalian.Tapi bolehkah saya menjadi ibu penganti untuk anak kak arga?


Arga:" Kamu bicara apa.Dan darimana kamu tau semua tentang saya?


Zira:" Karena saya mencintai kak arga.Walaupun kak arga tidak mencintai saya tapi saya masih sangat mencintai kak arga.Bolehkah saya dekat dengan anak-anak kak arga.


Arga:" Saya tidak butuh kamu..


Zira:" Kak arga kasih saya kesempatan?


Arga:" Tidak.Karena saya masih sangat mencintai arina.


Zira:" Kasih saya kesempatan kak arga?


Arga:" Tidak..

__ADS_1


Arga pun merasa sangat marah dan kesal pun meninggalkan begitu saja zira.Zira pun terpaku karena penolakan arga kepadanya untuk kedua kalianya.


Arga pun keluar dari cafe dan mengambil mobilnya disebrang jalan.Zira pun berlari dan mengikutin arga yang terus berjalan tanpa memperdulikkan zira yang memanggil dan mengejarnya.


Dari kejauhan sepeda motor yang melaju kearah arga yang sedang menyebrang jalan.Dengan cepat zira pun mendorong tubuh arga dan menggantin tubuh arga dengan tubuhnya.


Arga terjatuh sedangkan zira sudah terluka lumayan parah.Arga melihat darah keluar dari tubuh zira pun langsung panik dan membawanya kerumah sakit.


Disepanjang perjalanan zira terus memegang tanggan arga.Sesampai dirumah sakit zora sudab tidak sadarkan diri.


Dokter pun langsung memeriksa keadaan zira.Arga pun berjalan mondar mandir didepan ruangan zira.Suster pun keluar dari ruangan untuk mengambil kantung darah.Karena zira kehilangan cukup banyak darah.


Arga bertanya kepada suster namun suster hanya terdiam tanpa kata.Setelah melewatin cukup waktu lama pintu ruangan tersebut terbuka.


Dokter pun keluar sambil menurukan maskernya.


Arga:" Gimana keadaannya dokter?


Dokter:" Pasien masih kritis.Kita doakan semoga pasien cepat sadar.


Arga:" Saya boleh masuk dok?


Dokter:" Pasien akan dipindahka terlebih dahulu nanti bapak baru bisa masuk menjengguknya.


Arga:" Ya dok.


Dokter:" Boleh ikut saya sebentar pak?


Arga:" Ya dok.


Arga pun ikut keruangan dokter untuk mendengar lebih detail lagi keadaan zira.


Setelah mendengar keadaan zira dengan langkah yang lemas arga pun berjalan masuk kedalam ruangan zira.


Arga pun duduk disamping brangkar zira.Dimana zira masih belum sadar.


Arga:" Cepat sadar zira.Kalau kamu sadar saya akan mengabulkan apapun permintaa kamu.Tapi tolong sadarlah.Jangan buat saya merasa bersalah dengan keadaan kamu seperti ini.Sadarlah...


Arga pun menghubungin bibik asih bahwa dia tidak pulang hari ini karena harus menjaga zira dirumah sakit.


Karena hari semakin larut arga pun tertidur disamping zira.Keesokan harinya arga pun terbanggun dari tidurnya dan melihat zira masih belum sadarkan diri.


Arga pun membersikan diri.Beberapa menit kemudian arga pun menelpon bik asih untuk membawakan baju kerumah sakit.


Selesai menelpon bik asih arga pun kembali duduk disebelah zira.


Arga:" Zira banggunlah.Jangan buat saya merasa bersalah dengan keadaan kamu seperti ini.Banggunlah zira.Saya mohon banggunlah.Apapun yanh kamu mintak saya akan mengabulkannya tapi saya mohon sadarlah.


Arga terus memohon kepada zira untuk sadar namun zira belum merespon apapun yang dikatakan arga.


Dokter pun masuk kedalam ruangan untuk memeriksa keadaan zira.Saat memeriksa keadaan zira,arga pun disuruh suster untuk keluar dari ruangan tersebut.


Diluar ruangan arga pun cemas dengan keadaan zira.Dokter dan suster pun keluar dari ruangan.


Arga:" Gimana keadaanya dok?


Dokter:" Pasien...


.


.Jgn lupa like komen dan rate 5 nya sobat bacakuuu😘😘😘

__ADS_1


.Q sayang kalian semuaa 😘😘😘


.Likenya jgn dianak tirikan dong kan jdi syedihhh q πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ€§πŸ€§πŸ˜’😒


__ADS_2