Om Duda Saranghae

Om Duda Saranghae
Part 152


__ADS_3

Laki-laki itu membuka pintu butik tersebut dan masuk kedalam.Langkah laki-laki itu terhenti ketika melihat sosok didepannya memakai gaun putih dan langsung mendekat kearahnya.


Rico:" Kamu...


Wanita itu terpaku ketika rico memanggilnya dan mendekat kearahnya.


Sina:" Kamu..


Rico:" Kamu wanita itu?


Sina:" Bukan..


Rico:" Saya tidak mungkin salah mengenalin orang?


Sina:" Saya tidak mengenal anda dan jangan sok akrab dengan saya.


Rico:" Nona.Saya masih ingat betul kamu?


Sina:" Minggir...


Sina meninggalkan rico dan masuk kedalam ruang ganti.Saat menganti pakaian lagi-lagi rici masuk kedalam ruang ganti tersebut dan mendekat kearah sina dan memeluknya.


Rico:" Rasanya masih sama....


Sina:" Lepaskan saya.Jangan sentuh saya...


Rico:" Jangan terlalu keras nona.Apa perlakuan saya diranjang kurang memuaskan kamu?


Sina:" Lepaskan saya.Jangan bicara omong kosong..


Rico:" Dengar nona.Apa sudah tumbuh diperut kamu anak saya?


Sina:" Anda mungkin salah orang...


Rico:" Tidak mungkin saya mengenalin kamu.Saya masih sangat meninginkan kamu?


Sina:" Lepaskan saya.Dasar laki-laki gila....


Sina meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kesal dihatinya.Entah mengapa rico ikut keluar dari butik tersebut dan manahan tanggan sina.


Sina:" Lepaskan saya.Jangan pernah lagi menampakan wajah kamu dihadapan saya.


Rico:" Ingat nona.Saya menyukai kamu dan semua permainan ranjang kamu.


Sina:" Omong kosong....


Sina merasa sangat kesal dan meninggalkan rico dan masuk kedalam taksi.


Beberapa hari kemudian.....


Pagi ini terlihat tari sibuk mengurus vino dan tania pergi tamasya bersama guru dna teman-temanya.Selesai membantu vino dan tania,tari mengantar mereka kegerbang karena sudah ditunggu bus.Karena merasa tidak nyaman tari pun memutuskan untuk menyusul vino dan tania kepuncak.


Saat hendak keluar pintu tari bertabrakan dengan arga.


Tari:" Aduhh...


Arga:" Makanya kalo jalan tu pakai mata..


Tari:" Saya jalan pakai kaki om..


Arga:" Mau kemana kamu?


Tari:" Mau nyusul vino dan tania kepuncak...


Arga:" Mereka sudah ada guru dan pengawas yang menemanin mereka.


Tari:" Saya tidak percaya?


Arga:" Terserah kamu..


Tari:" Kalau begitu saya pamit om mau nyusul mereka kepuncak?


Arga:" Tidak usah...


Tari:" Mau izin tanpa izin om pun saya akan tetap nyusul vino dan tania.Karena mereka berdua anak saya.Saya tidak percaya oleh siapapun kalau saya sendiri yang memastikan mereka baik-baik saja.


Arga:" Saya sudah menghubungin gurunya kalau mereka baik-baik saja...


Tari:" Saya tetap akan menyusul mereka.Kalau begitu saya permisi...


Tari berjalan meninggalkan arga yang amsih berdiri didekat pintu.Langkah tari terhenti ketika arga mengatakan bahwa dia ikut bersama dengan tari kepuncak.


Mereka berdua langsung berangkat menuju puncak menyusul anak-anaknya.Beberapa jam didalam mobil arga dan tari hanya terdiam tanpa kata.Entah mengapa perut tari berbunyi membuat arga tersenyum kecil.


Arga:" Kamu lapar?


Tari:" Tidak..


Arga:" Jangan bohong.Perut kamu bunyi terus..


Tari:" Emang kedengeraan om?


Arga:" Dengarlah.Emang kamu pikir saya tuli..

__ADS_1


Tari:" Biasa aja dong jawabnya.Sensi amet sih om.Awas darah tingginya kambuh kalo sering marah-marah.


Arga:" Bawel.


Tari:" Dibilangin juga...


Arga:" Diam...


Tari:" Menyebalkan....


Beberapa menit kemudian arga memberhentikan mobilnya dipenatapan untuk makan sejenak.Mereka berdua memesan makanan dan minuman masing-masing.Suasana puncak yang sangat diingin membuat tari kedingginan karena tari lupa membawa jaket karena terlalu terburu-buru pergi.


Melihat tubuh tari gemetaran karena diingin arga melepaskan jaket ditubuhnya dan memberikannya kepada tari.


Arga:" Pakai saja dan jangan dilepas...


Tari:" Tidak usah om..


Arga:" Jangan membantah saya terus.


Tari:" Iya om.


Arga:" Makannya kalau pergi tu dibawah jaketnya jangan main pergi-pergi saja.


Tari:" Ya saya salah om.Bisa tidak jangan marah-marah terus sama saya om.Saya ini istri om..


Arga:" Makan mie instan kamu tu...


Tari:" Yaaa....


Selesai menikmatin makanan,mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka.Setelah menempuh waktu yang panjang mereka berdua pun sampai ditempat tersebut.Tari turun dari mobil dan langsung mencari keberadaan anak-anaknya.


Saat bertemu dengan anak-anaknya tari langsung memeluk mereka berdua.


Vino:" Ibun ikut kemari juga yeahhh....


Tania:" Yeahh ada ibun dan papa...


Tari:" Kalian berdua baik-baik sajakan?


Vino:" Kita berdua baik-baik saja ibun.


Tania:" Ibun jangan khawatir.


Vino:" Ibun.Jangan khawatir kita baik-baik saja disini.


Tari:" Ibun hanya takut kalian kenapa-kenapa?


Tania:" Tania sayang ibun.I love you ibun


Keesokan harinya.....


Vino dan tania memulai tamasya mereka sibuk demgan kegiatan mereka dan teman-temanya.Sedangkan dari kejauhan tari terus memantau anak-anaknya.Tiba-tiba saja arga datang dari belakang dan melihat tari sedang tersenyum ketika melihat vino dan tania bermain game.


Arga:" Kalau dilihat manis juga kamu(arga bicara dalam hati)


Melihat kedatangan arga yang terlihat memandangnya membuat tari membalas pandangannya.


Tari:"Lagi lihattin saya ya om?


Arga:"Siapa juga yang lihatrin kamu.


Tari:" Jelas-jelas om melihat kearah saya sambil senyum tipis.


Arga:" Gak usah kepedean kamu?


Tari:" Saya bukan kepedean om tapi emang om aja yang pura-pura tidak melihat saya.Tapi emang sih saya cantik sebelas dua belas sama raline sha.


Arga:" Air laut manis sendiri..


Tari:"Biar.Dasar om aja yang sirik?


Arga:" Dasar kamu....


Tiba-tiba saja handphone arga berdering.Arga pergi meninggalkan tari ketika menerima panggilan tersebut.Karena arga meninggalkannya tari berjalan-jalan melihat daerah tersebut.Tari merasa bosan karena anak-anaknya masih sibuk bersama teman-temanya bermain.


Tari berjalan mengelilingin tempat tersebut,dia terus berjalan sambil menikmatin udara dan pemandangan yang cukup bagus.Karena hari semakin sore tari kembali ketempat dan mencari keberadaan anak-anaknya namun anak-anaknya belum kembali dari hutan.


Karena perasaannya tidak enak,tari menyusul anak-anaknya kedalam hutan karena sedaritadi tari menunggu namum anak-anak belum kembali.


Karena merasa sangat khawatir tari menyusul anak-anaknya.Sesampai didalam hutan tari langsumg mencari anak-anaknya dna bertanya kepada guru pengawas namun guru mengatakan bahwa vino tania dan 2 temannya belum ketemu karena mereka terpisah saat bermain game.


Mendengar perkataan guru pengawas tersebut tari langsung mencari keberadaan anak-anaknya.Tari terus memanggil nama anak-anaknya dengan sangat keras namun sedari tadi dia mencari tidak ada sahutan.


Tari terus berjalan lebih dalam kehutan entah mengapa langkahnya terhenti ketika mendengar suara seseorang yang menanggis.


Tari mengikutin sumber suara tersebut.Langkanya terhenti ketika melihat sosok yang melambaikan tanggan dari kejauhan.Melihat lambaian tanggan tersebut tari langsung berlari tanpa memperdulikan orang disekelilingnya.


Sesampai ditempat tersebut tari melihat tania dan 2 temannya menanggis.Melihat tania,tari langsung memeluka erat anak kesayanganya.


Tari mencari keberadaan vino dan betapa kagetnya tari ketika tau kalau vino mau kedalam lubang yang cukup dalam.Tanpa pikir panjang tari mencoba berteriak dengan keras mamanggil nama vino namun vino tidak menjawab panggilan tari.Tanpa pikir panjang tari langsung turun kelubang tanpa memikirkan keselamatanya.


Tari masuk kedalam lubang tersebut dan kaget melihat kondisi vino yang tidak sadarkan diri.Tari mencoba menepuk pelan pipi vino namun tidak ada respon.Tari meneteskan air mata melihat kondisi vino.

__ADS_1


Tari mencoba memintak pertolongan untuk menarik tubuh vino keluar dari lubang tersebut.Tania terus memanggil ibun dan vino yang masih berada didalam lubang tersebut.


Tari terus memeluk tubuh vino yang terasa diinggin.Beberapa menit kemudian team penolong langsung menarik tubuh vino keatas untuk cepat mendapat pertolongan.Arga datang dengan wajah yang sangat panik ketika mendengar vino dan tari masuk kedalam lubang.


Vino akhirnya naik keatas dan langsung mendapat pertolongan.Sedangkan tari masih berada didalam lubang dengan kondisi kakinya yang sakit.Arga turun kelubang tersebut untuk menolong tari.


Sesampai dibawah wajah tari penuh dengan lumpur.Tari terus bertanya keadaan vino namun arga mencoba menenangkan tari.Arga memeluk erat tari entah mengapa arga nyaman dengan pelukkan tersebut.


Arga berhasil membawa tari ketas dan mereka berdua langsung dibawah keklinik terdekat.Sesampai diklinik vino langsung diperiksa oleh dokter.Dengan langkah kaki yang pincang tari terus menunggu diluar ruangan dan khawatir dengan keadaan vino.


Arga mencoba menenangkan tari namun dia tetap mondar mandir didepan ruangan vino.Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut dan mengatakan kalau vino baik-baik saja.


Mendengar penjelasan dokter mereka pun bernafas lega.Saat masuk keruangan,tari langsung memeluk erat vino yang masih terlihat lemah dengan infus ditangganya.


Karena hari semakin larut mereka menginap diklinik tersebut.Tari masik duduk disamping brangkar vino dan memegang erat tangganya.Melihat kondisi tari,arga menyuruh tari untuk diperiksa oleh dokter namun tari bersikeras tidak inggim diperiksa.


Arga:" Kamu yakin baik-baik saja?


Tari:" Saya baik-baik saja om.Tania mana?


Arga:" Tania tidur disofa.


Tari:" Maafkan ibun vino yang tidak becus menjaga kamu?


Arga:" Semua ini bukan salah kamu?


Tari:"Maafkan saya om.Saya bukan ibun yang baik buat vino dan tania.Saya tidak bisa menjaga mereka dengan baik.


Arga:" Sudah jangan bawel terus.Diam.Ayoo ikut saya?


Tari:" Mau kemana om?


Arga:" Mau kepasar?


Tari:"Pasar???


Arga:" Ikut saya.


Tari:" Baik om tapi vino?


Arga:" Vino lagi istirahat..


Arga membawa tari duduk disofa.


Arga:" Lihat kaki kamu?


Tari:" Saya baik-baik saja om.


Arga:" Baik-baik saja.Terus yang pincang-pincang tadi apa?


Tari:" Anu om emm saya baik-baik saja...


Arga:" Sini kaki kamu...


Arga mengambil kaki tari dan melihat kondisi kakinya membiru.Arga memijit pelan kaki tari namun tari merasa sangat sakit dikakinya dan berteriak.


Arga:" Bisa diam tidak.Kamu mau membanggunkan semua pasien diklinik ini dengan suara kamu yang cempreng ini?


Tari:" Sakit om.


Arga:" Ditahan.Kayak masih kecil aja.Tidak usah manja.


Tari:" Tapi serius ini sakit banget om?


Arga:" Ditahan dan jangan teriak.


Tari:" Baik om...


Arga memijit kaki tari dan beberapa menit kemudian sakit dikaki tari sedikit hilang.Dan membuat tari tersenyum manis kearah arga.


Arga:" Biasa aja...


Tari:" Terima kasih om.Please ya om jangan galak-galak.


Arga:" Kamu istirahat disebelah tania.


Tari:" Saya mau nemenin vino om.


Arga:" Jangan membantah terus.Saya bilang istirahat yang istirahat tidak usah menjawab terus.


Tari:" Namanya saya punya mul.....


Arga:" Diam dan istirahat..


2 hari kemudian.....


Pagi ini mereka sudah bersiap-siap pulang kerumah.Vino dan tania pulang bersama mereka.Sesampai dikota mereka tidak langsung pulang kerumah karena maminya meminta arga kerumah mereka.Sesampai dirumah maminya arga,tari dan anak-anaknya masuk kedalam rumah tersebut.


Betapa kagetnya arga melihat sosok tersebut....


Bersambung....


jgn lupa like komen dan rate 5🀩🀩😍😍😍😘😘😘

__ADS_1


makasii masih stay tune disini😍😍😍


maaf kalo saya lama up


__ADS_2