OMBAK RINDU DI MUARA KASIH

OMBAK RINDU DI MUARA KASIH
Bab 10


__ADS_3

Pagi yang dingin, Alfera bangun tepat jam 6.00 pagi, dengan malas malas Alfera terpaksa juga untuk bangun, Alfera masuk ke kamar untuk membersihkan diri, tidak lama kemudian Alfera pun, pergi ke meja rias nya, menyikat ramput serta mengemaskan dirinya, Alfera keluar dari kamar untuk pergi ke dapur, sebelum Alfera pergi ke dapur, Alfera meliat Arfan di sofa, namun Arfan sudah tidak ada, Alfera berfikir, "apa Tuan pulang terus ya malam tdi, " kata hati Alfera,


tanpa fikir banyak, Alfera mengabaikan saja, lalu Alfera langgsung ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya.


💎


Di kantor Arfan termenung sejenak, memikirkan tentang Alfera dan mengingatkan kata katanya semalam, "apa keputusan ku benar ya jika aku menikahi Alfera, " hati Arfan berkata,


Melihat handphone nya di atas meja dan Arfan mengambil handphone nya, lalu mencari nama Ammar supirnya itu,


Hello...! Ammar, kamu di mana sekarang ni?!


Hello...! Tuan, ya aku ada di bawa ni Tuan sedang ngobrol sama sama satpam ni.


"Baik kamu tunggu aku di situ, aku turun nemui kamu,


"Baik Tuan, aku tunggu sini di depan pintu gerbang.


Arfan pun, bersiap siap sambil mengemas meja ruangan kerjanya setelah selesai langgsung Arfan keluar dan memanggil seketaris nya iaitu Laila, untuk memberi tahu, bahawa dirinya keluar sebentar ada urusan nya,


Arfan sudah berada di ground floor(lantai bawah), langgsung Arfan menemui Ammar,


"Ammar ayuk kita ronda ronda kota dulu atau kita ke restoran sana tuh gimana, " ucap Arfan.


"Maksud Tuan apa ni, aku gak ngerti sih, " jawab Ammar dalam kebinggungan,

__ADS_1


"Gak Ammar, ada sesuatu perkara harus aku bincang dan minta bantuan lagi sama kamu, " ucap Arfan dengan serius.


"Hooo gitu, baik Tuan, jika begitu enak kita ke restoran sana tuh, agak sepi dikit aku liat, bisa bincang bincang,


Arfan pun setuju, lalu mereka pun berjalan sama sama, restoran itu tidak jauh dari bangunan kantor Arfan, hanya berada di depan sahaja, cuma jalan raya memisahkan restoran dan kantor itu,.jadi harus menyeberang jalan raya,


Setelah mereka sampai di restoran, mereka berdua memesan minuman, mengikut selera mereka masing masing, sementara menunggu pesanan mereka itu, Arfan memulakan obrolan, "Ammar, aku minta bantuan lagi sama kamu, apa bisa ya? " kata kata Arfan dan pertanyaan nya,


"Bilang aja Tuan, jika aku bisa, ya bisa, jika aku gak bisa, ya aku mohon maaf Tuan, " jawab Ammar,


Arfan mengangguk kepalanya tanda mengerti jawapan Ammar itu,


Tapi Arfan tidak tau memulakan bicara nya gimana, Arfan diam seketika, sampe Ammar pun perasan meliat majikan nya itu seperti aneh.


"Tuan! bilang ada harus kamu bincang sama ku, kok kamu mengalamun sih, " ucap Ammar dengan aneh.


" Saksi untuk apa Tuan, hmmm...apa tuan mau nikah ya? "tanya Ammar,


" iya! aku mau nikah Ammar, tapi pernikahan ini pernikahan rahasia, "jawab Arfan.


" pernikahan rahsia Tuan?! nikahnya sama siapa Tuan, apa sama cewek di villa itu?! "ucap Ammar dengan satu pertanyaan.


"iya! "jawab Arfan singkat.


"ho'oh cewek di villa tu orang ke apa Tuan?! " pertanyaan Ammar nada binggung,

__ADS_1


"he,em! emangnya kamu liat dia kayak kuntilanak ya, " jawab Arfan datar.


"Gak Tuan, ku fikir Tuan nikah sama putri, " ucap Ammar.


Tuan Arfan hanya diam, bila Ammar menyebut nama putri, "maafkan aku putri, " kata hati Arfan.


"Jadi nikah nya di mana Tuan? " tanya Ammar lagi


"Nikah di masjid pendesaan di villa itu tersebut, lagipun jauh dari ibu dan putri malisha.


" Baiklah Tuan, apa tuan yakin, keputusan Tuan ini?, gimana kalau ibu Tuan dam putri tau nanti? "tanya Ammar.


Arfan diam sejenak pertanyaan Ammar,


Tuan Arfan hanya bisa minta bantuan sama Ammar ja, apa apa pun Arfan hanya percaya kepada Ammar ja,


"Ammar, apa apa berlaku, kamu diam ja, sekira nya ibu dan putri tau, biarlah mereka tau sendiri, asal bukan kamu yang ngasih tau ngerti, "jawaban dan peringatan Arfan kepada Ammar,


" Baik lah Tuan jika begitu aku menurut saja, nikahnya itu kapan tuan, "tanya Ammar lagi,


" Nanti aku kasih tau kamu, jika kerjaan ku selesai hari ini mungkin besok lusa gitu, lagi pun aku harus ambil cuti dulu, so aku kasih tau kamu, secepat mungkin juga, "jawab Arfan.


" jika begitu baiklah Tuan, "jawab Ammar,


selesai sudah perbicaraan Arfan dan Ammar, mereka pun kembali ke kantor,

__ADS_1


BERSAMBUNG🤗


__ADS_2