OMBAK RINDU DI MUARA KASIH

OMBAK RINDU DI MUARA KASIH
Bab 11


__ADS_3

Arfan meliat jam di handphone nya, menunjukkan waktu jam 5.00 sore, waktunya untuk pulang, semua karyawan karyawan pun mulai berkemas kemas untuk bersiap pulang, Arfan pun tidak terkecuali, setiba nya Arfan di lantai bawah, Arfan langsung ke mobil nya yang sudah lama menunggu,


"Selamat sore Tuan, "sapa Ammar.


"Selamat sore juga Ammar, ayuk langgsung kita pulang,


Dalam mobil Arfan dan Ammar hanya diam membisu, Arfan meliat suasana di luar, mobil banyak lalu lintas, rasanya Arfan capek meliat mobil yang banyak, maklum lah waktu pulang kerja jalan raya pun ribut. hampir 1jam perjalanan pulang Arfan, akhirnya sampai juga di rumah, Arfan pun keluar dari mobil nya, langgsung masuk ke dalam rumah,


"Assalamualaikum ibu, "ucap salam Arfan,


"waa'alaikum salam, "jawab ibunya.


"Arfan udah pulang ya, " sapa ibu nya,


"ya! bu. " jawab Arfan.

__ADS_1


Arfan pun naik kelantai dua, di mana bilik nya berada lantai dua, Arfan langgsung membuka bajunya, celana nya, lalu terus membersihkan diri, untuk kali ini Arfan gak mau kemana mana, takut nanti rancangannya di ketahui ibu nya,


Jam menunjukkan waktu jam 7.00 malam, Arfan pun turun ke lantai bawah, ibunya sudah berada di ruang tamu sedanb duduk di sofa sambil menonton TV, Arfan pun ikut serta menonton TV,


"Arfan tidak kemana mana hari ni, sapa umi kalsum sambil melirik anak tunggalnya,


"Gak ibu, aku di rumah aja ni, capek banget ibu, banyak kerjaan di kantor siang tadi, " jawap Arfan sambil mata Arfan melirik lirik ke ibunya.


Arfan gak mau ketemu sama putri, pergi makan malam ke? "ucap ibu Arfan


"gak bu, kan baru kemaren kemaren aku ketemu sama putri, masasih mau ketemu nya hari hari. " jawab Arfan santai.


Umi kalsum dan Arfan pun bangun dari sofa dan terus menuju ke dapur untuk makan,


beberapa minit mereka pun selesai makan, Umi Kalsum kembali di ruang tamu dan duduk di sofa, manakala Arfan langgsung naik ke lantai dua terus menuju ke kamar nya.

__ADS_1


Di kondominium Putri Malisha, membelek belek handphone nya, sambil mencari nombor Arfan, akhirnya ketemu, Putri malisha menekan nombor tersebut,


"Tut..! tut..! tut..! , akhirnya Arfan menjawab.


"Arfan sibuk gak besok?, "tanya Malisha,


"Gak mungkin, kenpa?, "tanya Arfan lagi.


"hhmmm..., gimana kalau kita ketemu besok, kita lunch sama sama, mau gak, "ucap Malisha.


"Okey, bisa, "jawab Arfan singkat,


"Jika begitu, aku dateng ke kantor mu besok ya sayang. "ucap Malisha lagi dengan manja.


"Okey, " jawab Arfan,

__ADS_1


Selesai perbicaran Arfan dan Malisha, Arfan pun menutupin handphone nya, Arfan yang duduk di ranjang, dua mengeluh, dalam masa yang sama Arfan terpaksa melayan Puteri Malisha buat sekarang ni, Arfan meletakkan handphone nya di meja samping ranjangnya, Arfan terus baring, kepala nya jadi pusing, memikir dua wanita yang berbeda.


Fikiran Arfan sering teringat kepada Alfera, yang jauh di sana, sebenarnya Arfan sering rindukan Alfera, tapi Arfan tidak menunjukkan sangat kerinduannya itu, Arfan bersikap ego sebagai lelaki, bukan egonya kerna dia kaya, "apa kabar kamu Alfera di sana, hati Arfan berkata, sehingga Arfan tertidur sampai kepagi


__ADS_2