
Arfan dalam perjalanan ke kantor, dia merasa dirinya masih lagi capek, kerna semalam pulangnya hampir jam 4 pagi dari villa diamond, villa nya agak jauh dari rumah ibu nya, rumah ibu nya berada di kuantan malaysia, sedangkan vila nya berada di negeri terenganu,malaysia. walaupun negeri itu hanya berjiran dengan kuantan, tapi rumah itu dipendesaan yang jauh dari kota terenganu.
kesunyian dalam mobil, hampir Arfan terlupa, sesuatu yang harus di uruskan iaitu tentang Alfera.
Saat Arfan mengalamun, Arfan dikejutkan suara Ammar,
"Tuan..! kita sudah sampe di kantor, " kata ammar.
"Ho'oh sudah sampe ya, " jawab Arfan,
"Ya Tuan! Tuan mengalamun ya,mikir apa Tuan?! " kata ammar lagi,
"Gak papa Ammar! gini! "aku minta bantuan kamu Ammar, apa bisa ya?! "pertanyaan Arfan.
"Bantuan apa tu Tuan?! " jawab Ammar.
Arfan mengeluarkan uang bernilai dua juta rupia, lalu Arfan memberi uang tersebut kepada Ammar, Ammar pun menerima uang itu sambil berfikir,
"Untuk apa uang ini Tuan?! " pertanyaan Ammar kepada majikan nya.
"kamu bantu aku beli barang-barang dapur, apa-apa ja keperluan dapur, "kata Arfan dengan datar,
"selepas itu barang-barang yang di beli, hantarnya kemana Tuan?! "jawab Ammar dengan binggung,
" Barang-barang itu setelah kamu beli, hantar ke rumah ku di villa diamond, "jawab Arfan lagi
"Tapi aku gak tau area nya di mana Tuan?! " jawab Ammar lagi.
"Gak papa,areanya,nanti aku share location ke WA kamu, jadi kamu bisa hantar ke sana nanti, agak jauh dikit Ammar, " okey Tuan gak papa aku bisa saja,jawab Ammar dengan tenang.
Ammar hanya mengangguk tanda mengerti, cuma Ammar tertanyaa-tanya, kapan majikan nya ada rumah, dan ada siapa di sana? "dalam fikiran Ammar berkata-kata.
Sedang Ammar mengalamun tentang arahan majikan nya tadi, Ammar di kejutkn suara Arfan.
__ADS_1
"Ammar satu lagi! "ada apa lagi Tuan?! " jawab ammar karget.
"Aku minta jangan bilang sama siapa-siapa ya, yang aku punya rumah, termasuk ibu ku dan tunangku, ngerti! ,kerna ibuku dan tunangku gak tau aku udah punya rumah, " baik Tuan aku menurut aja, jawab Ammar tanda faham,
" Dan lagi, sampai di villa nanti, jika ada yang kamu liat, tolong tutup mulut mu, "ngerti ya, " baik Tuan ngerti.
Setelah selesai urusan Tuan Arfan tadi bersama Ammat, Arfan pun naik ke kantor, Dengan malas Arfan terpaksa pergi kerja, Duduk di rumah pun bosen,palingan pun mendengar ibu nya ngomel aja, Tubuhnya masih terasa capek, keran menyetir lebih 3 jam perjalanan dari villa,
Sampai Arfan ruangan kantor karyawan nya, Arfan mencari kalibat Laila,
"Laila, " hari ini aku mood kalem, so aku gak mau ketemu sama siapa-siapa hari ni, semua urusan kantor jika ada, kalian berurusan sama Hendra okey, "pesan Arfan kepada Laila selaku seketarisnya.
" Baik Tuan menurut perinta, "jawab Laila dengan santai.
♡⑅*˖•. ·͙*̩̩͙˚̩̥̩̥*̩̩̥͙·̩̩̥͙*̩̩̥͙˚̩̥̩̥*̩̩͙‧͙ .•˖*⑅♡
Tidak lama kemudian, selepas 4 jam berlalu, kedengaran bunyi sandle high heel
Semua karyawan Arfan menunggu siapa yang datang,
Tidak lama muncul seseorang, jeng.. jeng.. jeng
siapa lagi Putri Malisha, semua karyawan saling berpandangan melihat kehadirannya,
"Kalian kenapa..? "liat liat aku kayak gitu, seperti liat hantu, " kata malisha dengan sombongnya,
Siapa gak kenal, putri malisha adalah seorang modeling yang terkenal di kota itu, dimana- mana pasti semua orang kenal mau di real atau di media sosial, termasuk lah karyawan-karyawan Arfan, Putri Malisha memang bersifat sombong, ego dan anggkuh, gak tau kenapa orang tua Arfan memilih Putri Malisha menjadi calon isteri Arfan,
Laila menghampiri Putri Malisha,
"putri! " kamu dateng mau apa?! "pertanya Laila,
" kamu nanya aku dateng mau apa?! "jawab putri dengan lancang,
__ADS_1
" ini kan kantor tunangku, emangnya kenapa, gak boleh aku dateng sini..?! "putri menjawab kata-kata Laila,
" Bukan gitu Putri, sebenarnya hari ni, Tuan Arfan gak mau di ganggu sama siapa-siapa pun, itu arahan Tuan Arfan putri, bukan arahan ku hehe, "jawab Laila dengan panjang,
" haiiiissss....!! Minggir...!! "peduli apa aku...!!
Putri menolak Laila,tanpa memikirkan apa-apa, sampe Laila terjatuh, salah satu karyawan datang membantu Laila untuk bangun,
Putri menbuka pintu kamar kerjaan Arfan dengan kuat,
brrrakkkkkkkkk....!!
Tuan Arfan pun karget, melihat yang dateng,Putri Malisha
"Kamu kenapa sih, bisa gak buka pintu tu dengan pelahan sikit, " ucap Arfan dengan marah,
"Bisa dong Tuan Arfan, tapi yang gak bisanya, jika aku datang dihalang ketemu sama tunangku, " jawab malisha dengan nada kasar,dan rasa tidak puas hati,
"Aku capek lisha, aku lelah ni, " bisa gak kamu ngertiin aku hari ni,
"Ngertiin apa sayang, udah beberapa hari ni, susah banget ketemu sama kamu, emang kenapa fan, apa salah aku, setiap kali aku ingin ketemu sama kamu pasti ada saja alasan mu, " whats happen Tuan Arfan, "ucap Malisha kepada Arfan, dengan nada tinggi
" okey aku minta maaf lisha, gimana malam ni kita dinner sama bisa kan, hari ini aku capek banget, nanti malam aku jemput kamu di rumah mu okey, " jawab Arfan memujuk Melisha, kerna Arfan pun gak mau panjangkan cerita, lagi- lagi di kantor,
Malisha pun setuju, apa yang Arfan katakan barusan
"Baik aku setuju, awas ya jika kamu gak datang, jam berapa?! " pertanyaan Malisha.
"gimana kalau jam 8 malam, bisakan, "seru Arfan,
" Okey aku setuju, before jam 8, aku sudah ready menunggu mu ya sayang, "jawab malisha dengan manja,
BERSAMBUNG😊😊
__ADS_1