
Di villa diamonds, Alfera termenung sendiri, walaupun tempat nya yang aman tapi Alfera merasa sunyi,sambil Alfera duduk di beranda lantai atas, yang menghadap laut, walaupun laut tidak keliatan namun suara alunan ombak itu tetep kedengaran.
Teringat sewaktu dirinya di desa, dimana dia bermain sama-sama teman seumurannya, "apa kabar desa ku, " hati Alfera berkata,
Namun apakan daya, Alfera tidak menyangka sikap pamannya terhadap dirinya, pamannya telah menipu dia mengatakan bahawa teman pamannya mencari perkerja, pada awalnya Alfera tidak bersetuju apa yang pamannya sarankan, tapi mau tidak mau, paksaan demi paksaan dari paman nya, Alfera menurut saja, mau gimana lagi, selepas orang tua Alfera meninggal kemalangan jalan raya, paman nya lah yang telah menjaga Alfera di usia 5 tahun lagi, hingga lah dia dewasa.
Alfera sangat karget, bila pamannya membawa dia ke satu tempat, yang Alfera tidak ketahui tempat apa itu, Aneh memang tempat itu aneh bagi Alfera yang tidak pernah-pernah menjejak di kota, apalagi yang diliatnya orang-orang seperti gila, mana yang lain menari-nari, mana lagi yang lain berpeluk-peluk, Alfera merasa jijik meliatnya.
setelah itu pamannya Alfera, memberitahu Alfera, "kamu tunggu di sini, itulah kata terakhir pamannya,
Alfera mununggu berapa jam, namun batang hidung paman nya gak keliatan,
Alfera mencari-cari kelibat pamannya gak ketemu, sampai lah Alfera belari keluar dari tempat itu, ternyata dirinya di tinggalkan oleh pamannya begitu saja, sakit hati Alfera tiada siapa yang tau, sehinggalah
perkerja- perkerja di tempat itu, mengheret dia masuk kedalam, lalu Alfera di paksa menelan minuman alkohol tersebut sampe mabuk dan Alfera pun tidak sedar diri,
Tidak terasa airmata Alfera mengalir saat mengenang nasib dirinya, Alfera menyapu airmata di pipinya,
⬤
Alfera teringat di siang tadi, tiba-tiba ada seseorang menghantar barang keperluan di dapur, iaitu supir Arfan, "tidak sangka juga ya Arfan baik hati juga walaupun dia galak kadang-kadang, "dalam hati Alfera berkata-kata,
Namun Alfera masih tidak selesa , dalam keadaan seperti ni, Alfera dalam belenggu, mau pergi, tidak tau mau kemana, mau bertahan pun Alfera tidak sanggup, jika Arfan masih belum menikahin nya,
⬤
__ADS_1
Di rumah umi kalsum, Arfan sedang makan malam bersama ibu nya, mereka makan dengan sungguh berselera, sekali sekali ibu Arfan melirik lirik ke Arfan,
setelah mereka selesai makan, umi kalsum berehat duduk di sofa ruang tamu bersama anak tunggalnya
sambil menonton TV,
umie kalsum memulakan bicaranya, "arfan ibu mau nanya kamu, kapan kamu menikahi putri tuh Fan?! " pertanyaan umi kalsum,
"gak tau ibu, emang nya kenapa ibu?! "jawab Arfan simple,
"gak papa, kerna kalian udah lama bertunang Fan, masasih gitu gitu aja kalian, tanpa keputusan untuk menikah, "jawab umi kalsum, "bukan apa ibu kan udah tua, ibu pun pengen ada cucu, kayak teman teman ibu sudah punya cucu dah bergelar nenek, " sambung umi kalsum lagi.
"Aku belum bersedia lagi ibu mau menikah, lagi pun aku nggak berkenan banget sama putri tu, ibu yang jodohkan aku dengan putri, bukan aku yang pilih kan?! "jawab Arfan santai dan rasa kesal.
Arfan ibu bukan suka suka jodoh kan kamu sama putri, sayang, ibu hanya menunaikan janji ibu sama ibu putri, kerna orang tua putri perna menbantu ayah mu yang hampir jatuh ambruk.
Umi kalsum terdiam seketika "bu..bu..bukan gak ada cara lain Arfan, tapi waktu itu, ibu sama ayah mu, benar benar butuh bantuan Fan, jadi apa saja permintaan orang tua putri, ibu dan ayahmu setuju saja demi menyelasaikan masalah syarikat ayahmu yang kini kamu sudah mengendalinya, " kata umi kalsum demi menyakinkan anaknya itu,
so...!! "sekarang aku harus menikah dengan wanita itu, yang aku tidak cintai ibu, demi menunaikan janji-janji b***h yang kalian buat, " jawab Arfan kepada ibunya dengan suara tinggi,
Arfan bangun dari sofa itu, terus ninggalin ibunya begitu saja tanpa permisi, langgsung pergi ke kamar nya yang berada di lantai atas, tidak lama kemudian Arfan keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah langgsung jalannya menuju ke pintu keluar rumah,
Arfan.....! Arfan....! umi kalsum memanggil Arfan, malah gak di peduliin, malah Arfan langgsung masuk dalam mobil nya dan terus nyetir ninggalin halaman rumah,
"kemana saja anak ni, asal aja dibincangin soal pernikahan nya sama putri gitu aja sikapnya, " gerutu umi kalsum.
__ADS_1
Malam yang gelap, Arfan meneruskan perjalanan nya, Arfan berhenti sebentar di simpang jalan keluar dari rumah ibunya tadi, Arfan merasa kesel dengan kata kata ibunya barusan masa yang sama Arfan pun males mau berdebat dengan ibunya, walaupun Arfan bersikap galak sikit namun dia gak mau berdebat dengan wanita tua yang dia sayang,
Tiba tiba Arfan teringat Alfera di villa diamons nya, sudah tiga hari Arfan gak ketemu Alfera, apa kabar fera disana ya, " hati Arfan berkata,
tanpa kata putus, Arfan menyetir membelok ke kanan, jalan menuju ke villa nya malam itu juga, waktu menunjukkan sudah hampir jam sepuluh malam,
Tidak terasa Arfan pun sampe ke villa nya, Arfan sengaja mengetuk pintu dengan kuat sambil memanggil nama Alfera, sedangkan Arfan ada kunci pendua juga, tidak lama Alfera turun membuka pintu, dengan malasnya Alfera yang matanya berat, karget di depan mata nya ada lah Arfan,
"Lama sangat juga kamu buka pintu, "kata Arfan dengan tegas,
"Maaf Tuan aku kan tidur, lagi pun udah jauh malam Tuan, aku gak tau Tuan datang, "jawab Alfera dengan grogi.
Tuan Arfan hanya diam mendengar, lalu menarik Alfera ke pangkuannya dan Alfera terpeluk Arfan, Alfera gak bisa menolak kerana pelukan Arfan sangat erat,
"Aku kangen sama kamu fera, ucap Arfan di telinga Alfera, Alfera diam tidak menjawab,
"Maaf Tuan, lepaskan aku Tuan, kita bukan muhrim Tuan, gak bisa seperti ini Tuan, "kata Alfera memohon,
"Heiiii!! permpuan apa kamu gak ingat kata kata ku dulu, apa aku bilang tuh, kamu itu udah ku beli dan kamu udah jadi milikku faham..!! " gertak Arfan,
"faham Tuan, aku ingat semua kata kata mu, tapi bukan seperti itu aku mau Tuan, Ayukk kita nikah, apa mau mu aku serah segalanya, " jawab Alfera sambil menangis di pangkuan Arfan,
Ada kasian di hati Arfan, mendengar rayuan Alfera, Arfan sendiri pun berfikir, dalam hati nya selalu ada Alfera, apa aku sudah jatuh cinta sama Alfera, "haaaaa.....musthail, gerutu hati Arfan.
Arfan melepaskan Alfera dari pelukannya, lalu Alfera berlari naik ke lantai dua terus masuk ke kamarnya, Arfan membiarkan Alfera pergi, lalu Arfan merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu itu, langgsung Arfan tidur.
__ADS_1
BERSAMBUNG....