Opelayanku Yang Tak Terduga

Opelayanku Yang Tak Terduga
#10


__ADS_3

EPISODE10


episode sebelumnya


ken menghampiri anak kecil dan ia juga membelikan balon untuk ganti mainan yang telah di rebut


Juli: ya


Orang tua juli: juli juli


Juli: hah ayah ibu


Ibu juli: kemana saja kau ibu mencarimu ke mana mana


Juli: aku hanya membeli balon


Ayah juli: terimakasi telah menjaga juli nona sarah


Sarah: hah. tidak papa


Ibu juli: kami benar benar berterimakasi atas kebaikan nona sarah. Dan maaf kan kami karena membuat nona menjadi sangat repot ken: tidak papa kami menemukan juli dengan keadaan menangis jadi kami menemaninya


Oramg tua juli: sakili lagi kamu berterimakasi kami undur diri


Juli: dadah kakak


Sarah: dah


Juli dan orang tuanya pergi


Sarah: wah orang tuanya juli ngenalku


Ken: nama anda sudah terkenal sekrang karena anta adalah tunanganya tuan muda


Sarah: ya juga sih. Oh aku lupa kita masih punya tiket untuk bianglala


Ken:hem


Sarah dan ken menuju bianglala


Sarah: ternyata orang yang mau naik bianglala sangat banyak

__ADS_1


Ken:....


Sarah: kenapa harus selama ini menunggu? (kesal karena menunggu)


Ken: kerena bianglala ini sangat tinggi dan jika orang menaiki bianglala ini pada waktu sore hari ia bisa melihat matahari terbenam. Sebab itu bianglala ini sangat ramai di sore hari


Sarah: oh aku jadi ingin melihatnya


ken: iya tapi sabar


setelang menunggu lama akhirnya sarah dan ken berada di barisan paling depan


sarah: wah sebentar lagi. tapi apakah masih sempat melihat matarasi terbena?. puncak itu terlalu tinggu kelihatanya tidak akan ? dan juga bianglala ini sangat lambat.


ken: pasti bisa


sarah: kenapa kau sangat yakin


ken: bianglala ini jika di lihat sangat pelat tapi jika kau menaikinya kau pasti akan menarik kata kata mu barusan


sarah: hm


sarah: (senang) akhirnya


ken: ayo naik


sarah: ya


ken: duduklah dengan tenang


sarah:....


setelah beberapa menit kemudian mereka hampir berada di puncak


sarah: perkataan mu benar. tidak selama yang aku pikirkan


ken: tentu


sarah: apakah kita sudah berada di puncak


ken: seharusnya sudah

__ADS_1


sarah: ....


ken: hey lihat itu


sarah: mataharinya sudah hampir terbenama. wah mataharinya sangat ini


tiba tiba mesin bianglala tersebut berhenti


sarah: ah. ap... apa yang terjadi (takut)


ken: mungkin mesinya mati


sarah: apa yang harus dilakukan (panik)


ken: tenanglah jangan panik


sarah: ta.. tapi aku takut ketinggian


ken: kau takut ketinggihan


sarah: ba.. bagai mana kalau kita jatuh atau bianglala nya lepas dari penyangganya (ketekutan dan mencoba menahan tangisan)


ken yang awalnya cuma menenangkan sarah saja ia merasa ibah ke sarah dan langsung memeluk sarah


sarah: aku sangat takut huh huh


ken: tenanglah tifak akan terjadi apa pun


sarah: tapi bagai mana kalau terjadi sesuatu


ken: tidak akan terjadi apapun. asalkan kau tetap di sisi ku. kau akan aman. hapus air mata mu


sarah:...(masih menangis)


ken: aku tidak akan meninggalkan mu walaupun itu ke adaan tersulit mu aku akan menemanimu dan menjagamu. sehingga kau tidak bisa melupakanku


ken menghapus air mata sarah dan juga sarah menjadi sangat tenang dan ia tidak menangis lagi dan juga mesinya berjalan kembali


ken: tenanglah mesinya sudah berjalan kembali. kau tidak perlu takut lagi


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2