Opelayanku Yang Tak Terduga

Opelayanku Yang Tak Terduga
#6


__ADS_3

**EPISODE6


****episode sebelumnya****


sarah mencoba menahan tangisanya dan juga di saat itu louis mengetok pintu tatapi sarah mengusirnya


sarah: kenapa emosi ku jadi tidak beraturan


karena lelah sarah tertidur


sarah: hahaha ibu ayo ke sini


ibu sarah: jangan berlarian!!


sarah: ayo ibu kemari hahaha


ibu sarah: tunggu sarah. sayang jangan menyebrang jalan dengan sembarangan


sarah: tidak papa jalanan ini kosong


sarah menoleh ke arah depan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi


sarah: aaaaa..


ibu sarah: SARAH


sarah pingsan dan ia bangun saat berada di rumah sakit


sarah: dimana aku ?


???: dia sudah sadar panggilkan dokter !!


pelayan: baik tuan muda


sarah: dimana ibuku ?


???: ibumu berada di ruang lain ia mengalami keadaan yang sangat keritis


sarah: bawa aku ke ibu sekarang !


???: kau tidak boleh berdiri dulu, tenangkan pikiran mu dulu

__ADS_1


sarah: tidak mau aku ingin melihat ibu


???: tapi


sarah: aku ingin menemui ibu


???: baik lah


akhirnya sarah di antar ke ruangan ibunya saat di baru sampai di depan ruang ibunya ia meliat ibunya sudah meninggal dan di sana juga ia melihat seseorang


sarah: aaah


ken: pagi nona. apakah nona tidak papa ?


sarah: apa yang kau lakukan ?(muka sarah memerah)


ken: saya berusaha membangunkan nona dari tadi. tapi nona tidak bangun bangun dan juga nona menyubut kata "ibu" saat nona tertidur


sarah: ...


ken: karena saya tidak bisa membangunkan nona saya terpaksa untuk membangunkan nona dengan paksa


sarah: tapi tidak perlu di gendong juga kan bisa


sarah: turunkan aku


ken: nona kamar mansi nona sudah di siapkan apakah nona tidak mandi ?


sarah: ....


ken: apakah saya perlu memandikan nona ?


(muka sarah tambah memarah)


sarah: tidak perlu. keluar lah


ken: baik nona


ken keluar dari kamar sarah


sarah: ada apa dengan ken kenapa dia menjadi seperti itu. mungkin aku hanya mimpi

__ADS_1


sarah mencubit pipinya sendiri


sarah: aah saki ini bukan mimpi. biarkan saja mungkin ia berubah karena mood nya


ken mendengarkan perkataan sarah dari luar kamar. ken tertawa kecil mendengarkan suara sarah


louis: apa yang kau lakukan?


ken: aku tidak melakukan apa apa (ken menjadi dingin)


louis: kau bertemu denganya kemarin


ken: urus saja urusanmu sendiri


ken pergi pergi meninggalkan louis


tok.... tok... (suara mengetuk pintu)


Louis: nona


Sarah: Ya


Louis: Sarapannya sudah siap apakah aku perlu mengantarnya


Tidak aku akan turun ke bawa sarah: saja


Louis: Baik nona


Sarah memakai pakaiannya dan duduk di kuri yang berada di depan meja riasnya. Saat dia menyisir rambutnya ia tiba tiba memandang dirinya dari cermin dan menundukan kepalanya


Mimpi itu lagi. Kenapa selalu mimpi itu lagi? Sangat mengerikan (sarah mengerutkan dahinya) kejadian itu apakah tidak bisa hilang dari pikiran ku? Rasanya mengerika dan sangat menyedikan. (dalam hati sarah)


Tok...tok...


Elios: nona saya barusan mengangkat telfon dari kediaman park. Tuan park ingin nona pulang ke kediaman park?. Untuk mengurus pertunangan anda dengan tuan muda long


Sarah: baiklah


Elios: tuan park berpesan agar nona datang sebelum jam dua belas siang


Sarah: baiklah kita brangkant setelang aku sarapan

__ADS_1


Elios: baik nona


#BERSAMBUNG


__ADS_2