Opelayanku Yang Tak Terduga

Opelayanku Yang Tak Terduga
#9


__ADS_3

EPISODE9


episode sebelumnya


sarah ingin masuk ke rumah hantu


Sarah: baik lah ayo mencoba (senang)


Ken: aku akan membeli tiket terlebih dahulu


Sarah: jangan lama lama


Ken: ya


Sarah: aku sering menonton film horor apakah rasanya masuk rumah hantu itu sama dengan nonton film horor. Hm aku penasaran


Ken: yuk masuk


Sarah: hem


Ken dan sarah masuk ke dalam rumah hantu tersebut tapi saat di tengah jalan


Sarah: (ini sangat menyeramkan *dalam hari sarah) ken kita balik arah aja yuk


Ken: kurang sedikit lagi ada jalan keluar


Sarah: tapi


AAARG


Sarah: aah


Kerena kaget sarah memeluk ken dengan rapat


Ken: (wajah ken merah) sarah.... Sarah....


Sarah: aku takut


Ken: tidak papa aku ada di sisi mu. Sekarang lepaskan pelukanmu


Sarah baru menyadari kalo ia memeluk ken


Sarah: maafkan aku. aku tidak sengaja memelukmu


Ken: tidak papa


Sarah: .... Ayo kita keluar aku takut

__ADS_1


Ken: pegang tangan ku dan tutup matamu aku akan menuntun mu


Sarah: tapi bagainama kalau kau meninggakan ku?


Ken: tidak akan pernah


Sarah mempercayai perkataan ken dan ken menuntun sarah sampai keluar rumah hantu


Ken: kita sudah di luar


Sarah membuka matanya


Sarah: huu


Ken: tadi kau sok pemberani. tapi saat di tengah jalan kau seperti kucing kecil yang menangis


Wajah sarah merah karena malu dan juga di sertai emosi


Sarah: lupakan saja


Ken: tentu tidak bisa di lupakan begitu saja


Sarah: hemm. Ayo bianglala itu


Ken: keu tidak akan takut lagi kan


Sarah: tidak (marah)


Sarah: aku saja yang beli


Ken: sebaiknya kau yang menunggu sarah: tidak. Gantian kau yang menunggu


Ken: baiklah aku yang menunggu


Sarah: oke tunggu di sini jangan kemana mana!. Aku tidak akan lama


Ken: iya iya (dulu aku juga belum pernah ketaman hiburan karena yang di pikiran keluargaku hanya kerja bukan bermain. Jadi mereka selalu mengetatkan peraturan *dalam hati ken)


Anak kecil: huh huh huh


Ken menghampiri anak tersebut


Ken: hey kenapa?


Anak kecil: mereka mendorongku dan mengambil balonku


Ken: kenapa mereka mengambilnya?

__ADS_1


Anak kecil: mereka kakak ku tapi mereka selalu membeda bedakan ku hanya karena nilai ku selalu bagus


Huh huh


Ken: tenanglah. Paman akam membelikan mu balon yang baru


Anak kecil: benarkah ?


Ken: tentu saja


Anak kecil: HORE


Sarah: apa yang kau lakukan?


Ken: balonnya di rebut aku akan membelikanya yang baru


Sarah: aku ikut


Ken: dasar kau juga seperti anak kecil


Anak kecil: haha anak kecil


Sarah: diam (ngambek). Aku bukan anak kecil


Ken: tuh kan ngambek. Anak kecil berarti hahaha (senang)


Sarah: hmm. (tadi saat aku melihat ken. Aku merasakan aura yang berbeda. Auranya yang awalnya dingin berubah menjadi hangat dan juga aku baru pertama kali mendengar suaranya saat tertawa * dalam hati sarah)


Ken: haha


Sarah: Dek siapa nama mu? Juli: namaku juli


Sarah: nama yang bagus


Ken: di situ ada penjual balon


Juli: mana mana


Sarah: di situ


Ken pergi untuk membeli kan juli balo saat kembali ken membawa banya balon


Sarah: bu.. Bukanya itu terlalu berlebihan


Ken: tidak papa


Juli: haw banyak sekali

__ADS_1


Ken: ini buat kamu semua. jaga baik baik ya


#BERSAMBUNG


__ADS_2