Oricon Weekly.

Oricon Weekly.
Ruang Kastil Klan


__ADS_3

Pernahkan kalian berpikir, andai saya terlahir di dunia Game ini? Mungkin, saat itu kalian bermain Game membangun Negara atau mendirikan Clan besar.


Entahlah, yang pasti aku kelelahan dan tertidur saat nge-game di depan PC ku, tapi tau2nya pas bangun aku sudah tidak bisa log ut.



Mata kunang" gelap terang pandangan ku saat ini.



"Dimana Aku?" Ujarku memegang kepala.



Saat aku hendak menahan pegangan tiba-tiba saja terpeleset.



\*Dug!



Aku jatuh kelantai.



"Agh!" Ucapku menatap ke depan.



Dengan wajah pucat itu, aku berusaha untuk duduk.



Berbalik dan menahan pegangan di kursi lalu duduk dengan bersandar di kursi besar itu.



Setelah itu, aku menarik napas pelan2.



Pandangan ku membaik dalam beberapa saat.



Aku menatap keatas kanan.



"Ha?" Ucapku terkejut.



"Lambang itu, pedang menyilang!" Ujarku mengencangkan mata.



Seketika rasa kantuk hilang, aku menatap ke kiri.



"Lambang Tameng!" Ucapku lagi.



Aku meneguk liur ku. "Tempat ini, bukan kah ini berarti aku masih Online?" Ucapku mengela napas.



Aku menepuk keningku. "Kebiasaan ku tak melepas helm Vr game memang buruk tapi yang ini lebih buruk lagi, bisa2 nya Aku lupa untuk Log ut ..."



Aku memasang wajah datar. "Kalo dipikir-pikir sudah sering kali seperti ini sih ..." Ujarku dihati.



"Heh!" Ucapku mencoba mengklik layar pengaturan yang terlihat di samping atas pandangan kananku.



Aku memencetnya, namun ...



"Hmmm, ini aneh ..." Ujarku menatap dengan menyipitkan mata.


__ADS_1


"Dimana tombol log ut nya?" Ujarku menyentuh bibir dengan telunjuk.



Aku bersandar di kursi tahtaku dan mengela napas. "Apa sedang maintance?"



Aku lalu melihat Jam disamping bawah kanan.



"00.00"



Seketika itulah, aku sadar.



Bukan hanya jam nya menunjukan angka 0, tapi jaringan pun berlambang X.



"Eh?" Aku menepuk pegangan kursi.



"Kenapa ga keluar otomatis nih game? Bukannya, kalo ga ada jaringan biasa nya langsung log ut?" Ujarku berkeringat.



"Tunggu dulu!" Ucapku menatap kedua telapak tangan.



"Ini sangat aneh, semua nya terasa nyata dengan panca Indra ku ... Ini bercanda, ini bukan game lagi ... Apa ini yg disebut Rengkarnasi?!" Ucapku lalu menutup wajah dengan ke2 telapak tangan.



Namaku Nanang Luffy, umur 21 tahun. Saya single dan berkerja sangat jarang. Asal cukup untuk hidup ketika masuk cuty panjang karena tak ada Job. Aku biasanya menabung untuk bersiap saat cuty.


Disini, aku mengenakan wujud karakter game. Game Orion Weekly adalah Game player, perang dan bertualang sejenis Mmorpg.


Karakter Desain sendiri, dengan rambut putih dan coklat krim cerah. Mengenakan pakaian kuno yang keren dan tampak seperti pria tampan dan keren. Model yang terlihat seperti Petualang ataupun Pendekar.


Aku melipatkan kakiku, dan menatap ke depan.


"Hmmmz, ini benar2 mirip dgn kastil Clan kami ..." Ucapku tersenyum dengan wajah memerah.


Aku batuk untuk menenangkan diri yang menggebu gebu bersemangat.


"Aku sangat senang meski sebenarnya aku sudah mati si ..." Ucapku masih tak bisa menahan senyum.


Aku menatap kesamping. "Seorang Newbi kayak aku bisa menguasai kastel Clan kami sendirian. Aku benar-benar beruntung banget!" Ujarku menggosok tangan.


"Oh!" Saat sadar akan sesuatu.


Aku mengingat kembali, GM yang merupakan kedudukan tertinggi di kastil dan beberapa Staf anggota yang memiliki kemampuan merekrut anggota clan yang berwibawa contohnya Aku (Calon Staf).


"Astaga, bahkan sekarang aku duduk di kursi GM ..." Ujarku merasa sangat senang.


Aku mengela napas bahagia saat bersandar dgn penuh lega.


"Dgn ini, aku benar2 menguasai Clan seperti mimpiku menjadi Pemimpin tertinggi ..." Ujarku menggosok ke2 telapak dan tertawa.


Aku berdiam dan menengok kanan kiri. "Tapi apa benar tak ada siapapun di Kastel ini?" Ujarku merasa aneh.


Aku merasakan hawa kehidupan namun suasana nya sepi banget.


Ini pertama kalinya, aku masuk tahta GM. Biasanya cuman lihat di gambar pengumuman.


"Ah, puas banget ..." Ujarku merasa nyaman saat bersandar di kursi singgasana ini.


Aku mengingat sebuah rumor. "Ah, katanya si GM itu pencinta 2 D dan juga Dia mesum ..."


Berkeringat dan meneguk liur. "Katanya, jika aku menepuk ke2 tangan maka akan datang 2 pelayan membawa 2 budak **** dengan rantai di leher dan tangan juga kaki ..."


Aku meneguk liurku lagi. "Ini hanya mengetes apa benar si Gm itu mesum!" Ujarku mengangguk anggukan kepala, "bukan karena aku ingin melakukan itu sebab masih perjaka ..." Wajah ku memerah dan menggelengkan kepala, "Kyaah, apa yang kupikirkan sih?!" Ucapku kencang.


Aku menatap tegap, dan mengela napas lalu.


*Pok!


Aku menepuk 2 telapak tangan ku.


*Treng!


Berbunyi lah rantai yang terseret.

__ADS_1


Aku meneguk liur. "Eh, seriusan beneran tuh rumor?" Ujarku menatap kearah bunyian dikiri.


Semakin mendekat lah bunyi seretan rantai itu.


Setelah sampai.


Terlihat tubuh yang penuh lecet dan berdebu.


2 orang memegang rantai yang mengikat ke 2 gadis cantik itu.


"Salam Yg Mulia!" Ujarnya menunduk membusungkan dadanya.


Aku yang melihat itu terdiam tegap.


2 Orang yg menyapa ku adalah Orang yang memegang rantai.


"Aku adalah Pelayan mu, Namaku Rose datang menghadap mu!" Ujarnya membusungkan dadanya.


Aku kaget. "Rose? Itu bukan ya nama perempuan?" Tanya ku tanpa sadar.


Dia membuka helm saat mendengar ku. "Benar, hamba perempuan Yg Mulia!" Ujarnya tersenyum percaya diri.


Aku kaget melihat gadis cantik dibalik armor tebal itu.


Yang satunya melepas helm juga. "Yang Mulia, aku adalah Pelayan anda juga. Kenal kan, Namaku Fuji!"


Aku mengangguk. "Iya2, aku adalah -"


Kata2 ku terhenti.


Mereka mengangkat tangan nya. "Anda adalah Yg Mulia Unknown!"


Aku tersenyum tak enak, dihatiku. "Itu bukannya nama Id ku?"


Fuji mengangguk. "Iyah, pastinya satu2nya yang kembali ke Kita hanya Yg Mulia Unknown saja! Tuan yg lainnya hilang, bahkan pencipta kami juga ..."


Aku menatap ke mereka ber2. "Hm, mereka buatan GM kan? Nama Id nya GM kalo tidak salah, Aimu atau apalah?"


Aku menggaruk kepala. "Bodo amat!" Ujarku merasa pusing mengingat nya.


2 pelayan itu saling tatap setelah melihat tingkah ku.


Seketika Fuji berani bertanya. "Yg Mulia Unknown, apa anda juga akan pergi dan menghilang?" Ucapnya dengan wajah tenang.


Seketika Rose menatap dgn mata lebar kearah Fuji. "Apa maksudmu?!"


Dia menepis kedepan. "Yang mulia, kumohon jangan pergi!"


Aku melihat itu menggerakkan tangan dengan isyarat tidak2.


"Aku takkan pergi kemana mana, sebab aku juga tak tau caranya ... Aku terjebak di dunia, maka nya aku tak tau apapun ..."


Fuji menatap lagi dengan datar dan berkata. "Tuan, biasanya kami datang cuman mengantar 2 budak ini ..." Ujarnya menatap rantai yg dipegang di tangan nya lalu menatap ku lagi, "entah kenapa malah menghabiskan waktu mengobrol sekarang?"


Rose menjadi geram. "Apa kau bermaksud ingin pergi cepat! Kau tak sopan!"


Fuji menatapnya dengan wajah datar. "Bukan begitu ..."


Seketika Rose paham dengan tatapan Fuji.


"Iya juga, kenapa kita malah mengobrol sekarang? Dulu, kita hanya mengantar 2 orang ini kesini dan langsung pergi tanpa bertanya atau menyapa ..."


Aku melihat mereka kebingungan hanya bisa tertawa tak enak. "Lagian NPC yg bisa bereaksi lebih dari tindakan yg di program jelas bukan lagi NPc, ini pastinya Dunia lain sekarang ..." Ucapku dihati.


Fuji menunduk. "Mohon maaf, tapi Yg Mulia aku dan Rose harus izin pergi dulu. Aku paham, kenapa dulu kami tak pernah menyapa Tuan kami ..."


Rose yg melihat itu sadar. "Astaga, ini memalukan!" Ujarnya menunduk seketika, "mohon maaf Yg Mulia! Kami akan pergi!"


Aku melihat mereka yg cemas dan meminta maaf jadi salah tingkah.


"Kalian tidak salah, aku malah senang bisa menyapa kalian!" Ujarku tertawa tak enak lagi, "Aku bahkan ingin berbincang dgn kalian lebih banyak, itu sangat ingin kulakukan!" Ujarku mengepal tangan dengan wajah semangat.


Rose dan Fuji saling tatap.


Lalu mereka melepas Armor dan kemudian pakaian.


Aku yg melihat itu terkejut dan mengangkat tangan melindungi wajahku.


"Eh?" Ucapku kaget.


"Apa yg kalian ber2 lakukan?" Ujarku berteriak cemas.


Fuji mendekat kearah wajahku. "Bukannya, Anda yg mau Kami menemani Anda ?"


Rose mencium leherku dgn lembut. "Yg Mulia, Kami bahkan merasa sangat bahagia dgn ucapan Anda tadi!" Ujarnya mencium dileher.


Aku tiba2 saja memerah kencang di wajah.


"Apa yg terjadi sebenarnya?! Mereka salah paham!" Teriak ku dihati.

__ADS_1


__ADS_2