Oricon Weekly.

Oricon Weekly.
Menebar jaring.


__ADS_3

Di kamar, Aku bersiap dengan di perhatikan oleh si Felix. Dia menatapku dengan wajah periangnya.


"Menurutmu, apa malaikat menakutkan?" Tanya ku pada nya.


Felix menggelengkan kepalanya. "Itu hanya mahluk yang di anggap malaikat sebenarnya itu hanya item sekelas Goblin ..." Ujarnya menunduk kemudian.


Aku mengambil baju diatas bantal yang di bawakan Felix.


Mengenakan pakaian itu dan memperhatikannya. "Luar biasa ..." Ujarku melihat diriku seperti sedang Cosplay Dewa Yunani kuno.


Aku lalu mengambil mahkota di bantal yang di pegang oleh seorang pelayan lainnya.


"Ini dia pelengkapnya ..." Ujarku memasang nya di kepala.


Aku lalu tersenyum. "Saat nya pergi!" Ujarku.


Felix menahan ku. "Tunggu Tuan!" Ujarnya.


Dia menunjukan gelang emas. "Ini ketinggalan!" Ujarnya.


Dia memasangkan nya dilengan kiri ku.


"Ini item mempercepat pengisian MP bila dapat mengurangi hp lawan ..." Ujarku dihati.


Aku tersenyum dan mengelus kepala Felix. "Terima kasih, Felix!" Ujarku mengangguk.


Aku lalu menekan layar statusku, memilih lokasi muncul.


Yah, tepatnya di depan Pintu Gerbang Kerajaan.


*Dush! (Aku muncul tepat setelah 2 Bawahan ku muncul)


Aku menatap kehadapan gerbang kastil. "Ayo berangkat!" Ujarku menepis kain yang menutupi setengah tubuhku.


*Dug-! (Kami melangkah!)


-----


Di sebuah tempat, altar kuno. Aku muncul dihadapan 5 Orang Anggota Galias.

__ADS_1


"Kalian adalah Galias?" Tanya ku pada mereka di atas bangunan tinggi itu.


Bangunan itu, memiliki sebuah celah besar di tengah2 yang terlihat menampakan langit diatas nya sementara bangunan itu sendiri adalah seperti sebuah tabung. hanya saja tak ada dinding di bangunan itu. Karena tempat ini adalah peninggalan masa lalu, salah satu Kota yang hancur.


"Disini kota Clan yang pernah di bangun Kerajaan Heradian. Clan kami dahulu menyerang nya dan menghancurkan nya ... Aku tak tahu kenapa bisa ada puing2 sisa nya ... Padahal, jelas kami sudah meruntuhkan Clan itu ... Bahkan dulu banyak Clan yang kami runtuhkan dalam peperangan ..." Ujarku mengingat nya di kepala.


Aturan dalam game, bila sebuah Clan hancur diserang maka Clan itu akan lenyap. Para anggota dan staff serta GM nya akan menjadi Player biasa tanpa Clan dan mendapatkan hukuman berupa kehilangan Kredit skor. Kredit skor sendiri adalah syarat untuk membangun Clan. Seseorang GM , biasanya memiliki Credits skor mencapai 500. Itu bukan lah sembarangan orang yang bisa mencapai nya. Selain peringkat teratas, yang tak lain disebut Mytic Glories.


Kehadiran puing2 bekas reruntuhan menjelaskan bahwa ini beneran Dunia nyata. Di Game, Clan yang sudah runtuh tak akan meninggalkan jejak apa2 selain tanah kosong yang akan berubah menjadi hutan atau area alam lainnya seperti gurun dan danau besar.


----


Aku mengangkat tangan ku dan melemparkan DRONE GL.


"Kalian mau tahu apa benda ini?" Ujarku menggerakan nya dengan jari.


Mereka berlima berdiri dan menatap keheranan.


Ada 3 Pria memakai masker dan pakaian hitam polos. Ada 2 wanita yang memakai masker dan jubah hitam polos.


"Siapa Kau?" Tanya seseorang yang kelihatan rambutnya catam.


"Aku adalah Xecren, seorang Galias ..." Ujarnya memperkenalkan diri.


Aku yang berdiri dengan pakaian Yunani dan mahkota rumput terbuat dari emas di kepala.


Berdiri dengan senyuman sinis kearah mereka.


"Jika kalian ingin menggunakan nya, artefak yang kalian miliki maka lempar keatas lalu kendalikan dengan tangan kalian seperti yang kulakukan tadi ..." Ujarku menggerakan jari ku.


DRONE itu menuju ke mereka.


DRONE menyekrin kearah mereka, mengenali mereka satu2 persatu.


Aku menatap layar visual yang muncul di hadapan ku.


Sebuah tempat dimana keberadaan Kota Galias, di layar Visual menunjukan Peta dan tempat nya.


Aku menoleh kearah belakang, yang mana 2 orang bawahan ku berdiri.

__ADS_1


Satunya seperti malaikat bersayap. Dia adalah Adelia, dengan sayapnya yg terus mengepak membuatnya melayang tanpa menyentuh permukaan tanah.


Sebelah kiri saya, adalah Hakushi. Dia mengenakan Gaun putih seperti bangsa Yunani. Dengan Item berupa kalung, itu membuat efek kecantikan setara bidadari. Dia sekarang menyamar menjadi bidadari.


Mereka berdua melempar barang itu keatas juga seperti perintahku.


*Dest! (Berubah menjadi DRONE!)


DRONE itu mengelilingi lima orang dan menskreennya.


Aku melihat ke layar dan mengetahui bahwa, Kota kuno yang mereka maksud adalah Event yang dahulu di adakan saat pertama kali Game di buka. Event pertama itu adalah, mitos2 pemain lama. Mereka mengatakan bahwa di sana terdapat Kota yang berisi Artefak dan Item yang sekarang sudah menjadi berbayar.


Ini memberikan ku kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak Artefak dan Item yang tak sempat kami miliki sewaktu Event2 berlangsung dulu di game.


"Dengarkan Aku para Galias, sampai kan pada pemimpin kalian jika ingin mengetahui dimana keberadaan Kota hilang kalian maka jadi lah bawahan ku ..." Ujarku duduk dan menjuntai kan kakiku sambil tersenyum puas.


Pemuda botak itu berteriak. "Apa anda tak berbohong?" Ujarnya bertanya.


Aku menonggakan wajah dan melirik nya dengan tajam. "Sejak kapan seorang Dewa berbohong?"


Mereka berlima terkejut. "Dewa?" Ucap serentak mereka.


----


Adelia menatap kearah bawah dan lalu menciul ku.


"Kenapa Yang Mulia meminta dengan report2 begini?" Tanya padaku.


Hakushi memikirkan dengan serius, terlihat dia sedang memegang dagunya.


"Iya kenapa Tuan? Padahal, jika anda menunggu Ariel mungkin sebentar lagi pemburuan akan selesai dan mendapati pemimpin mereka ..."


Aku lalu menggerakan kepala dan tersenyum lebar. "Kurasa pemimpin mereka adalah seorang Ai dengan kecerdasan tinggi ..."


Hakushi terkejut. "Apa Tuan bilang, pemimpin mereka adalah Dewa!"


Aku mengangguk. "Kau benar!"


Seketika si Adelia terdiam memikirkan nya. "Dewa?" Dia tak dapat berpikir lagi.

__ADS_1


----


__ADS_2