Aku menyamar dengan Atribut Suci, pakaian yang ku kenakan adalah Pakaian Dewa Yunani. Serba putih dengan gelang emas di lengan atas dan benang emas di sudut kain baju. Atribut lainnya adalah semacam mahkota rumput yang berbelit di atas kepala ku.
Sementara Adelia, mengenakan gaun setengah paha. Pakaian suci yang sama dengan ku, putih berlas kuning dari benang emas. Dia juga memiliki semacam atribut ciri khas malaikat diatas kepalanya. Gelang yg melingkar itu, melayang sekilan dari kepala nya.
Dengan sayapnya yang di rubah menjadi sayap burung berwarna putih dan rupa yang bercahaya dengan item cincin Skin Dewa Dewi.
Tampak lah, sosok gadis keberatan dengan rambut kuning. Adelia menyerupai malaikat yang turun dari surga.
"Ini seperti seorang utusan tuhan berjalan di kota ..." Ujarku berkeringat.
Aku mengingat bahwa ini adalah ide milik Hakushi yang menyarankan Aku mengenakan Atribut milik Amui. Amui menyukai mitologi2 Yunani , para dewa dan dewi, para monster dan iblis.
Aku merasa ini salah, tapi bagaimana mungkin bisa seperti ini. Ah, ini berlebihan jika berencana menyamar menjadi saingan nya Galias.
"Pokoknya pertama kita harus membentuk semacam pemicu yang membuat kita bisa bersinggungan dengan kelompok Galias ..." Ujarku menatap kekanan kiri.
Kota Meledian, memiliki bangunan yang cukup mirip dengan peradaban Eropa kuno. Jalanan nya juga bersih bahkan beberapa monster yang di kendalikan bawahan Ariel membuat Kota tampak segar di pandang. Kota ini juga tak terlalu besar, juga banyak para ksatria iblis berlalu lalang menjaga keamanan kota.
Aku menatap kearah beberapa pedagang, mereka tampak sangat cerah. Kota ini benar2 damai, beberapa bar bahkan serikat petualang.
Aku berjalan menuju sebuah tempat, yang mana itu adalah serikat petualang.
Ini Serikat petualang, disini dulu aku mengerjakan misi pertama dan memulai segalanya.
*Drukk! (Aku memasuki Guild)
Aku berjalan menuju meja resepsionis dan tanpa terduga yang menjaga tempat itu adalah Guild Masternya.
__ADS_1
Dia terpelongo menatapku. "Anda, Unkai?" Ujarnya melihat ku yang masih tampak senang memandangi tempat itu.
Aku menatap ke orang yang menyebutku Unkai, itu adalah percakapan ku dengan NPC yang diberi kecerdasan buatan yang bisa memanggil orang dengan sebutan anehnya.
"Eh, nama itu hanya satu orang yang tahu ..." Ujarku menoleh dan duduk dikursi.
Wanita berkulit gelap yang merupakan Drake Elf, dia adalah Guild Master ini.
"Aku salah, maafkan aku Yang Mulia!" Ujarnya menunduk tanpa terlihat dan berkata dengan suara pelan.
Aku tersenyum berkeringat. "Terima kasih, kau tau Aku menyamar ya?" Ujarku tersenyum dengan wajah cemas.
Dalam hatiku, "ini beneran si Guild Master, ah gak nyangka bisa ngobrol bareng dia ... Dahulu dia hanya menjawab sesuai sistem dan kadang ku skip karena itu membosankan dan cuma ulang2 ... Tapi sekarang tampaknya, ini akan jadi percakapan dengan hati masing2 ..." Ujarku tersenyum lega.
Tiba2, aku merasakan tatapan mengerikan di belakang ku.
"Hiks!" Aku menggigil.
Aku menoleh kearah Adelia dengan keringat dingin. "Ada apa Adelia?" Tanyaku sedikit cemas.
Dia menatap ku dengan tajam. "Tak ada apa2, hanya penasaran siapa gadis ini?!" Ujarnya memancarkan aura tajam lagi kearah ku lalu menoleh kearah Guild Master.
Aku menahan nya. "Tenang lah, dia adalah Guild Master di serikat petualang kota ini. Dahulu, aku berkerja disini dikota buatan Clan Amodeuse. Semua berawal dari sini, sampai GM melirikku dan menjadikan ku calon staf nya ..." Ujarku memperkenalkan si Guild Master.
Si Adelia menatap tajam ke si gadis Drake Elf itu. "Jadi, dia kenalan lama anda? Apa kalian punya hubungan special?"
Aku menggelengkan kepala. "Tidak2, sama sekali tidak!" Ujarku menggerakan tangan.
__ADS_1
Dia si gadis Drake Elf lalu mengatakan sesuatu sambil menyentuh bibirnya.
"Dahulu, dia pernah mengatakan mau mencicipi punya ku yang hitam dan sangat ingin mencicipinya tapi aku membalasnya berdasarkan hatiku yang mengatakan itu kata dilarang Unkai!"
Aku tersedak dan terbatuk batuk. "Eh? Bukannya itu lagi aku gabut ya? Aku memang pernah melakukan itu bahkan sering di kota ini, mengatakan hal mesum berharap ada balasan dari Npc ... Ini memalukan!" Teriakku mengucek rambut.
Aku menghentakan tangan kemeja. "Kau bicara apa si?!" Teriakku mulai memerah di wajah.
Si gadis Drake Elf tertawa berkeringat. "Aku bercanda aku bercanda ..."
Seketika si Adelia mengaktifkan item nya yang kupinjakan, itu adalah kartu suci kristal malaikat.
Dia menatap tajam dengan sangat marah.
"Kau berani mengatakan hal tak sopan, meski kau kenalan Tuanku tetap tak akan ku ampuni berani berkata begitu !" Ujarnya marah besar.
Muncul ribuan kristal emas di sekitarnya. Seketika orang2 yang sedang makan di dalam guild dan minum2 panik.
"Apa yang terjadi?!" Ujar pria yang langsung berdiri ketakutan.
Terlihat semua orang berlarian keluar guild.
"Ada malaikat!" Ujar mereka takut.
Aku mengela napas keluh ku. "Ini gawat, belum apa2 dia sudah mengacaukan nya ..." Ujarku dihati.
----
__ADS_1