Hakushi adalah Maid yg dibuat oleh GM, dgn beberapa Maid lainnya. GM memang hobby melakukan hal seperti ini, Dia mirip2 seperti Otaku mesum. Tapi Aku harus berterima kasih padanya, karena telah menyiapkan segala hal di kastil untuk ku.
Hakushi adalah Maid yg dapat bertarung, Dia memiliki banyak pedang katana di ke2 sisi pinggangnya. Pedang itu akan muncul saat Dia bersiap memasuki mode bertarung. Aku di layani oleh seorang Maid yg sangat kuat dan berbahaya.
Merasa di jaga oleh bodyguard cantik yg memiliki Ras Setan.
"Uh, ini sangat nikmat!" Ujarku menyeruput teh di gelas sambil memandang keluar jendela kamar.
Yah, Aku saat ini berada dikamar ku di Kastil Clan. Kamar ini dulu di gunakan GM dan Pacaran nya untuk melakukan percakapan mesum. Astaga, ini sekarang digunakan oleh ku sebagai kamar tidur. Ah, masalalu untuk masalalu dan masa depan untuk masa depan.
*Sruttt!
Aku meminum teh ku lagi dan tersenyum puas.
Lalu Aku bertanya pada si Hakushi.
"Hakushi, apa Kau tau dimana Kerajaan Kita berada sekarang?" Ujarku menatap nya dgn senyuman.
Dia seolah terkejut, terlihat dari reaksinya.
"Apa Tuan menyadarinya?!" Ujarnya mengangkat tangan melindungi diri, reflek nya yg spontan.
Lalu, Dia menunduk memohon maaf.
"Maafkan Aku, sebenarnya Ariel sama melarang ku untuk memberi tahu Tuan jika misalkan Tuan tak bertanya ..." Ujarnya menunduk terus menerus.
Aku menopang dagu dan menatap keluar jendela yg mana Kota terlihat dari sini.
__ADS_1
Kota ini diberi Nama Melidian, yg di ambil dari kesepakatan antara GM dan pacarnya berdasarkan Nama anak mereka di masa depan. Ini bentuk kebucinan seorang Remaja, mungkin Amui si GM masih berusia 16 tahun atau Dia om2 yg kasmaran dgn anak usia segitu.
Aku mendatar jika memikirkan hal itu.
"Tak apa, jangan merasa bersalah atas itu. Aku tau pasti Ariel punya alasan untuk merahasiakan nya dari ku ..." Ujarku tak berbalik.
Dia memasang wajah sedih, Hakushi.
"Maafkan Hamba!" Ujarnya menunduk dalam posisi tegap.
Aku berdiri dan berbalik dgn wajah serius.
"Kumpulkan sembilan petinggi Clan, Aku menunggu di ruang singgasana!" Ujarku melangkah dgn wajah penuh kemarahan.
---
Dikursi Aku melipat Kakiku, dan menopang dagu dgn telapak tangan. Aku menatap mereka 9 orang ciptaan staf Clan. Masing2 memiliki kemampuan luar biasa yg setara dgn Staf itu sendiri, dan Aku ada di bawah mereka. Mereka mengatakan Aku Tuan, tapi Aku merasa diremehkan. Apa mungkin karena mereka tau bahwa member ada di bawahnya dalam hal kemampuan atau jangan2 Npc bertindak diluar sistem hingga memiliki keinginan untuk memberontak. Di Game mereka akan menuruti mu, meski pun Aku bertemu mereka di luar Castil. Tapi, Aku juga salah satu member calon staf jadi Aku bisa merekrut anggota.
Apa lagi ini tentang merahasiakan nya dari ku?
"Sialan, Ariel Kau mau menjelaskan nya?!" Ujarku bertanya dgn mata lebar dan penuh amarah.
9 orang yg ada dihadapan ku semua merasakan tekanan dan aura ketakutan.
Ariel menatapku dgn wajah penuh keringat cemas.
"Aku tak bermaksud menyembunyikan nya Tuan! Aku tak mau Anda kaget, ini harus di urus oleh Kami semaksimal mungkin-"
__ADS_1
Aku mencegahnya bicara dgn tanganku.
*Dush!
Api keluar dari tangan ku, Api yg berwarna hitam.
"Kau pasti tau, Aku adalah Unknown! Aku punya entitas terhadap Api hitam ketiadaan, apa Kau mau merasakannya?" Tanyaku dgn tatapan tajam.
Dia menunduk ketakutan.
Aku lalu menghela napas. "Hush, lain kali jangan sembunyi kan apapun dariku!" Ujarku bersandar ke kursi singgasana.
Mereka menjawab dgn serentak. "Baik Tuan!"
Aku menatap Ariel dgn senyuman. "Ariel maaf ya!"
Dia menonggakan wajah kearah ku. "Ya, apa yg Tuan katakan?" Ujarnya terkejut.
Aku tersenyum menjawabnya lagi. "Tampaknya Aku salah paham, padahal Kalian mengawatirkan ku dan Aku malah memikirkan kehormatan ku yg kukira Kalian merendahkan ku ... Jadi, maukah Kau memaafkan ku?" Tanya dgn wajah tersenyum.
Ariel menggelengkan kepalanya. "Hamba yg salah Tuan, Anda benar atas curigaan Anda! Hamba secara tak sadar merendahkan Anda, kumohon hukumlah Hamba!" Ujarnya menunduk memegang dadanya.
Yg lain ikut mengangkat wajah. "Kalo begitu, Aku juga Yg mulai!" Ujar seorang bernama Berneat, Dia adalah Beast Human.
Lalu yg lain ikut mengangkat tangan. "Kami juga Tuan!" Ujar mereka serentak.
Aku menjadi berkeringat dan tertawa tak enak.
__ADS_1
"Ai, ini malah tambah merepotkan!" Ujarku sadar telah melakukan kesalahan.
----