Ariel, Dia merupakan Ras Iblis. Dia adalah Vampire yg di ciptakan oleh staf bernama Cecilia. Gadis itu memiliki hobby dgn Pria tampan. Dia juga suka buku BL, yg membuat Ariel menyukai Pria bernama Cross yg merupakan Werewolf tangan kanan nya.
Dia sedang menunduk dihadapan ku , Aku memintanya untuk menjelaskan situasinya.
Informasi yg dirahasiakannya dariku.
"Ariel, sekarang bisa Kau jelaskan keadaan diluar?" Ujarku bertanya kearahnya dari kursi singgasana.
Dia yg sedang berpose sujud ksatria, menonggakan wajah padaku.
"Aku telah menyuruh Cross tangan kanan ku, Dia menyelidiki bahwa diluar Kota kita adalah Dunia yg luas. Cross dan bawahannya juga telah menemukan beberapa Kota dan mengeledah info info untuk dikumpulkan sebelum Negara Kita meluluhkan semua nya."
Aku menjadi termenung. "Meluluhkan?" Ujarku bingung.
Ariel berkata dgn mata berbinar binar. "Ya, ini adalah kesempatan Kita untuk menciptakan kehacuran sekali lagi bagi Bangsa manusia! Mahluk2, itu harus dimusnahkan! Mereka adalah mahluk hina yg tidak di ciptakan dari tangan Dewa!"
Aku jadi berkeringat. "Apa yg Kau maksud Dewa, para pencipta kalian?" Ujarku meneguk liur.
Mereka memandangiku. "Yah, Yg Mulia Unknown!"
What the Fuk! Aku baru saja sadar, bahwa Game ini adalah Game bertema settingan perang antar Negara dan juga GM memberi seting pada Clan ini sebagai Pemusnah Umat Manusia. Itu terdengar seperti seorang bocah Chibuuya melampiaskan halu2 nya di Game. Ini adalah settingan bagi Kerajaan ku yg merupakan antagonis. Aku merupakan pemimpin dari para Mahluk berdarah dingin.
Astaga, apa yg harus ku jelaskan! Jangan perang, jika Aku berkata begitu mereka semua akan memandangku sebagai pengecut dan tadi padahal Aku menunjukan taring ku sangat memalukan tiba2 menjadi pengecut! (Ujarku cemas di hati.)
Aku memikirkan segala hal, apa yg harus kukatakan untuk menjawab Ariel dan 8 bawahan ku.
Aku lalu menyadari sesuatu. "Lebih baik Kita membiarkan mereka dahulu, nanti akan Kita putuskan yg mana dari salah satunya Kita hancurkan!" Ujarku berbaring di tangan kursi.
Aku lalu menatap kelangit langit kastil.
__ADS_1
"Mereka para bawahan ku sekarang, pasti berharap sebuah mimpi dan visi. Cita2 untuk masa depan negri ini ..." Ujarku dihati memikirkan pertanyaan Ariel tadi.
Aku menoleh kearah mereka. "Aku akan menyebarkan Nama ku di dunia ini dgn ketakutan !" Ujarku tersenyum.
Semua memasang wajah kagum dan tiba2 bersujud padaku 9 orang itu.
"Hidup Yg Maha Tahu!" Ujar Mereka ber 9.
Aku yg melihat itu hanya tertawa tak enak.
"Ini seperti Sekte sesat!" Ujarku dihati.
____
*Dush!
Aku melompat ke kasur dan berbaring dgn wajah lelah. Saat Aku menatap kearah kepala kasur, kulihat banyak sekali tulang2 mengerikan yg digunakan untuk membuat kasur.
Aku mengetuk ngetuk tangan ke kasur.
"Sialan, Sialan! Ini merepotkan, Aku harus menjadi seperti Raja Iblis ... Bagaimana jika tadi Aku menolak untuk berpura pura menjadi kejam? Mereka pasti akan memandangku rendah dan ragu untuk menerima ku sebagai pemimpin ... Ahgggg, Aku pusing sekali!" Ujarku mengucak rambutku.
*Tok!
Seseorang masuk saat Aku sedang bertingkah depresi.
"Eh?" Ujarnya menatapku.
"Eh?" Ujarku menatapnya.
__ADS_1
Dia langsung berlari ke arahku dgn wajah cemas. "Tuan, ada apa?!" Ujarnya memeriksa tubuhku dgn memeganginya.
Aku terdiam dgn wajah berkeringat. " Aku tidak apa2!" Ujarku melirik kearah lain.
Dia mengela napasnya. "Haa- ah , syukurlah Tuan baik2 saja!" Ujarnya mengelus dadanya.
Aku menatap nya, gadis putih bening dihadapan ku. "Apa Dia Bergen Albino?" Ujarku dihati setelah memperhatikan bulu mata dan matanya berwarna putih dan Pupil matanya merah.
Aku menggaruk kepala ku dan tertawa tak enak. "Maaf mengejutkan mu, Kamu siapa?" Tanya padanya.
Dia menundukkan badan, lalu memperkenalkan dirinya. "Namaku adalah Felix, Aku adalah Ghoul yg di ciptakan GM. Aku bawahan dari Hakushi sama, Dia meminta ku menggantikan nya melayani mu."
Aku mengangguk paham. "Jadi kalian menggantikan satu sama lain!"
Dia tersenyum. "Iya, ini giliran ku melayani Tuan ..." Ujarnya.
Aku mengangguk. "Begitu ya, Aku akan memanggilmu jika perlu dan Kau bisa menunggu di depan kamar."
Dia mengangguk. "Baiklah, permisi dulu Tuan!" Ujarnya menunduk dan keluar kamar.
Aku berbaring di kasur dan menatap langit2 kamar.
Ada gambar2 menyeramkan di langit2 itu, seperti kisah dari karya seni gambar yg indah.
"Hmmm, ini aneh Aku tak takut ..." Ujarku merasa bahwa ada yg aneh dgn diriku.
Jika Aku yg dahulu pasti sangat ketakutan tapi sekarang ini sama sekali tak menyeramkan ...
Apa Aku Mental ku sudah rusak?
__ADS_1
++++++