2 budak itu melakukannya di pinggangku, mereka menjilati nya. Gadis bertelinga Rubah dan serigala, berambut merah dan putih. Yg berambut merah menjilati pusarku, sementara yg rambut putih menyepong.
Aku benar2 terdiam membantu menahan malu dan rasa enak.
"Sialan!" Ucapku mengencangkan bibir.
Setelah itu, Aku terduduk di depan kasur. 4 Gadis terbaring lesuh dan tertidur pulas. Aku menatap telapak tanganku.
"Aku udah ga perjaka?" Ujarku gemetar.
Yah, ini pertama kalinya tapi langsung melakukannya dgn 4 gadis perawan.
"Itu sangat enak-enak" Ujarku menahan wajah gembira ku dgn tampang ruet.
Aku berjalan keluar kamar setelah mengenakan pakaian tidur.
Hari pertama di kastil Clan malah \*\*\*\*\*, sekarang Aku sibuk mencari cari kamar mandi nya.
"Berdasarkan informasi, Staf yg bertugas mendekorasi ruangan dapur Kastil Clan adalah Chika ..." Ujarku menoleh ke kiri kanan saat berada di ujung 2 lorong panjang.
Aku berbelok ke kanan. "Mungkin ini menuju dapur."
Dugaan ku benar, Aku sampai di dapur Kastil kerajaan.
Tertulis di atas pintu nya. "Ruang Koki!"
Aku mendengar suara berisik para pekerja.
"Masak dengan benar, salah Satu Tuan Kita kembali!" Ujarnya.
Terdengar seperti suara pemimpin nya, atau Koki teratas.
"Baik ser!" Suara serentak para Koki bawahannya.
Aku mendorong pintu dan masuk dgn menyapa.
"Halo, apa ada orang didalam?" Tanyaku.
__ADS_1
Seketika para Koki itu berhenti dan menatap ku.
Kulihat ruangan itu benar2 tertata Rafi selain asap dan peralatan kotor yg terlihat bertambah.
"Eh?" Ujar Ketua Koki.
Aku menggaruk kepala dan tertawa tak enak. "Maaf, Aku hanya ingin bertanya di mana letak Kamar mandi di kastil ini?"
Koki mengedipkan mata dan menjawab ku. "Ouh, Tuan Unknown adalah member yg tak pernah berada di dalam Kastil ya? Jadi wajar masih bingung dgn letak ruangan di kastil ini ..."
Aku menjadi tertunduk. "Iya, Kau benar ... Aku bukan staf dan hanya member bahkan harus nya Aku tak layak duduk di kursi GM."
Koki dan yg lain nya langsung tercengang dan berkeringat.
Sang kepala Koki langsung bersujud kelantai.
"Maafkan Aku Yg Mulia!" Ujarnya menangis tiba2.
Aku kaget. "Eh?!"
Aku menggelengkan kepala. "Tunggu dulu, Yg menciptakan mu kan Chika bukan Aku jadi ga wajar Aku yg menghukum mu!"
Dia menonggakan kepala dan menatap ku dgn raut sedih. "Tuan, jika Kau berkata begitu maka hamba akan merasa tak berguna ..."
Aku berteriak karena pusing. "Jadi Aku harus apa ?!"
Dia menangis lagi di lantai.
Melihat itu Aku jadi ga enakan dgn yg lain yg tampaknya juga beraut sedih.
"Bagaimana kalo kalian masakan makanan terbaik untukku? Sekalian tunjukan juga dimana Kamar mandi nya dan ruang makan nya ya?"
Mereka semua jadi memasang raut senang.
Kepala Koki berdiri memberi hormat. "Aku akan melakukan yg terbaik, Yg Mulia!"
__ADS_1
"Siap!" Ujar bawahan nya semuanya.
Aku mencoba menenangkan mereka yg tampaknya terlalu bersemangat.
"Jangan memaksa kan diri ya?" Ujarku merasa sedikit berlebihan.
Setelah itu, seseorang datang menjemputmu di depan pintu.
Dia wanita cantik dgn pakaian Maid.
Bertanduk di dahinya.
Namanya adalah Hakushi, seorang Oni.
Lebih tepatnya, Dia setan.
"Yg Mulia, Aku datang kemari membimbing Anda ke Kamar Mandi ..."
Aku membalik tubuh. "Eh, bagaimana bisa Dia tau Aku disini?"
Kepala Koki tersenyum. "Aku lah yg memanggilnya dgn telepati, Yg Mulia!"
Aku baru ingat, bukannya telepati yg Dia maksud adalah Voice percakapan.
"Astaga, Aku lupa dgn kemampuan sendiri ..."
Kepala Koki membuka topinya ,terurai lah rambut panjangnya.
"Wajar saja, Tuanku lupa akan kemampuannya karena memasuki kastel yg tak pernah di sentuh ... Mungkin karena terkejut atau apalah, tapi Saya harap Tuan tak melupakan Saya ... Aku adalah Crocel, Ras Clipcost. Pencipta ku adalah Yg Mulia Nona besar Chika. Berparas Pria cantik namun Aku adalah Wanita, begitu pula orang2 disini ... Rasa cinta ku pada tuan, sama seperti Nona Chika."
Aku mendatar. "Maksudnya? Nona Chika menyukai ku?" Tanyaku bingung.
Dia tersenyum dgn wajah memerah. "Ups, itu rahasia ..." Ujarnya.
"Heeeh, begitu ya ..." Ucapku datar.
Aku berbalik dan pergi melambai dgn si Hakushi.
__ADS_1
Kami pergi meninggalkan Ruang Koki dan menuju ke kamar mandi.