Pacar Famous

Pacar Famous
Pindah Sekolah Lagi


__ADS_3

Di sekolah SMK yang mewah. Dimana siswa-siswanya berpakaian elit dan berkarisma. Semuanya terlihat menonjol dan mengagumkan. Namun dari semua siswa itu ada seorang siswi yang nampak biasa saja.


Kepangan rambut yang ala kadarnya. wajah suram seperti malas dengan dunia, bahkan pandangan mata seolah dia sedang kerja rodi.


Seperti biasa dia duduk di bangku paling belakang dan pojok yang merupakan bangku legendaris. Tempat orang terkucilkan, berandal, tukang tidur, ataupun orang berkedudukan tinggi yang bebas boleh ngapain saja.


Seperti biasa pelajaran dimulai. Saat guru menjelaskan materi ada beberapa siswa yang bercanda lalu mengganggu Erina. Erina yang geram pun berdiri, semua mata menatapnya termasuk guru.


"Erina, ada apa?." Tanya guru menatap Erina sambil menaikkan salah satu alisnya. Erina yang kelabakan pun ijin permisi ke kamar mandi. Sebenarnya guru tidak menyukai Erina karena tidak ada yang menarik dari dirinya. Sang guru menganggap kalau Erina merusak nama megah Sekolahnya.


Siswa lainnya pun tertawa dan mulai mencibir Erina. Sungguh siswi yang kampungan dan tidak berguna. Ucap mimik wajah mereka.


Lalu ada tiga orang gadis yang permisi ke toilet bersama dengan alasan ingin buang air kecil bersama. Guru dengan mudah memberi ijin.


Disisi lain. Erina sedang menatap dirinya di cermin kamar mandi.


"Hah... kenapa di setiap sekolah orangnya selalu sama. Sungguh sampah masyarakat. Sekolah elit tapi etittude sulit. Benar-benar lawak sekali."Gumam Erina dengan pandangan mata datar.

__ADS_1


Pada dasarnya Erina adalah anak yang kuat. Dia menguasai dua ilmu beladiri yaitu karate dan beberapa gerakan dasar kungfu.


Ia tidak menunjukkan diri karena permintaan ibunya. Dengan alasan nanti banyak orang yang iri dan malah mengganggu Erina. Namun setelah Erina menerapkan permintaan itu bukannya menjadi lebih baik tapi malah memburuk.


Erina sering dirundung, namun tidak membalas mengingat pesan ibunya agar tidak menyakiti siapapun.


Dengan wajah suram sambil menghembuskan nafas malas. Erina masuk ke toilet untuk buang air kecil. Namun tak lama setelah ia duduk terdengar suara siswi lainnya dan tiba-tiba ada air yang tumpah diatas kepalanya.


Erina sangat terkejut. Hatinya yang mulai tenang pun mendidih kembali.


Tiga siswi di luar pun tertawa terbahak-bahak.


"Heh... gadis culun... Apa kau kehujanan? hahaha..."Ujar mereka bertiga lalu beranjak pergi dari sana.


Erina pun menghela nafasnya kembali dan segera berdiri.


Sore harinya...

__ADS_1


Disaat Erina sedang sibuk membaca buku. Ibunya mengetuk pintu kamar dan meminta Erina menuju ruang tamu.


"Erina, ada yang ingin ayahmu sampaikan padamu, datanglah ke ruang tamu." Ucap Sang ibu lalu beranjak menghilang.


Erina hanya bisa menghela nafas lalu pergi mencari ayahnya.


Sesampainya disana ayah dan ibunya sudah duduk berdua dengan wajah sedih.


"Apa aku harus pindah sekolah lagi?." Tanya Erina dengan santai. Karena sebelum pindah sekolah dulu juga seperti ini.


"Erina...ayah minta maaf. Tapi ayah sungguh tidak bisa melewatkan proyek satu ini. Demi keluarga kita ayah harus mencari nafkah..Ayah harap kamu tidak keberatan untuk pindah sekolah lagi. Ayah harap ini menjadi sekolah terakhirmu dan tidak perlu pindah sekolah lagi. Ayah harap tidak dipindah kerjakan lagi. Bagaimanapun juga ayah sudah di belikan rumah disana oleh direktur. " Ujar sang ayah dengan kaku dan panik berusaha agar Erina tidak sedih dan mengerti maksudnya.


"Ayah tenang saja. Erina siap pindah sekolah. Lagipula di sekolah yang sekarang meski elit tapi isinya kebanyakan sampah. Erina memang ingin pindah sekolah saja. Dan terima kasih karena ayah dan ibu sudah bekerja keras demi keluarga kita." Ujar Erina dengan wajah haru.


Meski mereka bukan keluarga konglomerat, akan tetapi mereka merasa sangat bahagia dengan hanya sekedar bisa makan dan menonton televisi bersama keluarga. Di sini Erina adalah anak sulung dengan satu adik laki-laki yang berusia 5 tahun.


Itulah awal mula Erina Pindak sekolah lagi dan menginjakkan kaki di SMK barunya. Dimana disana hidupnya akan sedikit demi sedikit diwarnai.

__ADS_1


__ADS_2