
Beberapa hari kemudian, Erina sedang duduk bersama Rika di ruang restoran di sekolah.
"Bagaimana? apa kamu menikmati sekolah disini?" tanya Rika dengan mata berbinar
"Yah lumayan lah." Ujar Erina biasa saja, lalu ia meminum jus jeruknya.
"hmm nampaknya kamu tidak tertarik. haha" ujar Rika sambil menggeleng dan Erina dengan spontan mengangguk.
Disisi lain, Raka baru memasuki ruang restoran. Seperti biasa ia menjadi pusat perhatian, setengahnya yang takut menyisihkan diri baik laki-laki maupun perempuan dan setengahnya adalah yang menyukai dan mendukung Raka baik laki-laki maupun perempuan.
Setelah dia memesan makanan, dia duduk tak jauh dari meja tempat Erina berada. Dia duduk bersama dua teman akrabnya.
Raka menatap Erina lekat, lalu ia tersenyum. Entah mengapa ia mulai tertarik pada Erina. Ia ingin menyapanya tapi tidak ada suasana yang tepat. Akhirnya ia hanya bisa curi-curi pandang.
Tak lama kemudian, Erina beranjak dari mejanya. Raka terkejut dan tidak sengaja menunjukkannya yang membuat teman-teman nya penasaran.
"Ada apa?." Ucap David teman Raka sambil menoleh kebelakang.
"ah tidak apa-apa." Ujar Raka sambil meminum jus jeruknya.
"ah paling dia punya target baru." Ujar Adion sambil mengunyah makanannya.
"Haha kamu memang temanku Adion." Ujar Raka sumringah.
"ah benar juga, kenapa aku bisa lupa yah." Ujar David menggeleng-gelengkan kepalanya.
Beberapa waktu kemudian, Raka sudah ada di depan kelasnya setelah ke ruang guru menyerahkan tugas susulannya.
Saat itu ia cukup terkejut melihat Erina yang berjalan menuju ruang kelas di sebelahnya. Mereka sempat bertatap mata sekejap. Nampaknya Erina tidak terlalu peduli.
Namun lain halnya dengan Raka. Tiba-tiba jantungnya berdebar seperti saat ia sangat gugup. Ia pun tersenyum kecil dengan bahagia.
"dunia sangat sempit ternyata. haha..." batinnya dengan riang gembira.
Tidak terasa sudah sore dan sudah waktunya pulang. Seluruh siswa di kumpulkan di aula khusus lapangan.
__ADS_1
Setelah semuanya berbaris dengan rapi. Kepala sekolah naik ke panggung dan mulai memberi ceramah sore.
Dan seperti biasa 90% siswa mengabaikannya. Erika pun tak heran lagi.
"Hmm anak-anak semua. Agar gampang menyebutkan bapak akan ubah struktur barisan kalian. Yang putra dengan yang putra begitu pula yang putri bergabung. Meski begitu barisnya tetap per kelas yaa." Ujar kepala sekolah.
"Silakan, yang putri di kiri saya dan putra di kanan saya. Silakan bergerak. Jangan ribut, usahakan kakinya saja yang bergerak." Ujar Kepala sekolah saat mendengar banyak yang protes dan ribut.
Beberapa saat kemudian barisan sudah rapi kembali. Saat itulah tanpa sengaja Raka bersenggolan dengan Erina.
"Eh maaf." Ujar Erina spontan lalu memalingkan wajahnya lagi.
Raka hanya terdiam dengan perasaan yang entah apa namanya. Rasanya tubuhnya meriang dan dadanya seperti diusap dengan bulu-bulu ayam.
"dia benar-benar ada di sampingku?seterusnya? haha...." Batinnya Raka sangat senang sekali.
selagi kepala sekolah sedang berceramah lagi, Raka asik curi-curi pandang pada Erina.
"dia sangat imut, lihatlah tubuhnya yang kecil dan mungil itu, rasanya kalau aku gendong lalu lempar pasti sangat mudah." Batin Raka sambil menyeringai kecil.
Dengan sengaja Raka memepetkan tubuhnya pada Erina. Seolah itu adalah tidak sengaja karena terdorong oleh siswa lainnya.
"Aduh pendeknya... hmmm harum rambutnya... aroma sangat menenangkan..." Batin Raka sambil terus mengendus-endus aroma Erina.
Saat semuanya sudah ada di luar sekolah, Raka mengikuti Erina dengan santai. Hingga saat Erina dijemput sebuah mobil.
"Hmm sayang sekali." Gumamnya lalu berbalik.
Setelah itu ia langsung terkejut melihat kedua temannya yang sudah menghadangnya sambil menyilang kan tangan dan mengangkat sebelah alisnya.
"Jadi... dia anak incaranmu sekarang?." Ujar David dengan seringai diwajahnya.
"Ahh kawan-kawanku... Ayolah bantu aku ya... Nampaknya dia tidak tertarik padaku." Ujar Raka dengan wajah cemberut.
"Aihh, tumben kamu kepikiran begini. Biasanya langsung main hap aja?." Tanya Adion dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Tentu saja itu dulu, sekarang berbeda." Ujar Raka dengan seringai diwajahnya.
Begini ceritanya, sebenarnya Raka sudah terlanjur masuk ke pergaulan yang salah ketika di luar sekolah. Ia bergaul dengan orang yang menganggap meniduri wanita itu adalah hal yang biasa. Mereka menganggap kalau mereka punya hak ada lubang bawah semua gadis. Bajingan memang. Tapi begitulah nyatanya.
Sejak berusia 13 tahun, Raka sering ikut geng itu untuk melakukan hal bejatnya. Meskipun Raka hanya ikut makan dan jadi tukang suruh saja.
Semuanya berawal saat Raka pertama kali ikut menyaksikan melakukan hal bejat itu. Yah walaupun korbannya adalah pacar temannya atau seorang yang sedang mabuk di bar.
flashback on.
Malam itu Raka dan teman-temannya sedang berkumpul bersama di sebuah bar. Khususnya di ruang private.
"Yo Raka, kamu sangat tampan hari ini. Kamu tahu, kami menyiapkan kejutan menarik untukmu, ku harap kamu suka. Sebagai anggota termuda dari perkumpulan ini kamu ingin kamu masuk ke kegiatan utama perkumpulan ini." Ujar seorang pemuda yang tampaknya berusia 20 tahunan.
"Iya kak... Raka sangat menantikannya." Ujar Raka. Saat itu Raka sudah mulai minum minuman keras dan tentu itu di luar pengawasan keluarganya yang sedang sibuk bekerja di luar kota.
Tak lama kemudian datanglah seorang gadis sekitar umur 20 an masuk ke ruangan itu. Nampaknya dia adalah pacar salah satu dari anggota perkumpulan itu.
"Sayang... minumlah, maaf aku cuma bisa kasih ini." Ujar pemuda itu menyerahkan minuman keras pada pacarnya.
Dengan mudahnya gadis itu menerimanya dan meminumnya, pesta berlanjut hingga semuanya nampak mabuk, pemuda itu mulai mencium pacarnya dan tangan nakal pemuda lainnya di tubuh gadis itu.
"pestanya sudah dimulai." Ujar pemuda yang menyapa Raka pertama kali.
"HM?." Raka menelengkan kepalanya.
hingga mulailah gadis itu ditelanjangi dan yah kalian tau lanjutannya. Raka yang masih dibawah umur pun merasa tidak nyaman apalagi mengingat wejangan bijak neneknya soal wanita dan kehormatannya.
Dimulai dari saat itu, Raka sering melihat itu namun ia tidak terpengaruh sama sekali. Dia melampiaskannya dengan berganti pacar setiap seminggu, namun kebetulan selama ini dia sudah jomblo selama 3 bulan.
Kini ia akan menargetkan Erina yang terlihat menarik dimatanya. Hampir setengah dari gadis di sekolah pernah menjadi pacarnya.
David dan Adion pun sempat bergabung sebentar, namun tidak berlanjut lagi karena mereka sadar itu bukan hal yang benar.
Mereka kini sudah bisa dikatakan sebagai pemuda yang berperilaku baik. David begitu karena mendapat tamparan keras dari mantan pacarnya dulu soal wanita, cinta, dan masa muda. Sehingga sembari menyesali semuanya ia mulai merubah gaya hidupnya.
__ADS_1
Adion mulai berubah menjadi lebih baik setelah liburan kenaikan kelas di kampung halaman neneknya. Entah apa yang terjadi disana tapi sejak kembali dari sana ia menjadi pemuda yang alim.