
"hah..." Desah Erina sambil memandangi bangunan bertingkat empat di depannya. Ya...tempat itu adalah sekolah barunya.
"apakah orang-orang disini akan sama bagusnya dengan tempat ini? hah...aku tidak akan banyak berharap" pikir Erina dengan wajah tanpa ekspresi.
Lalu ia berjalan memasuki sekolah itu.
Disisi lain di dalam kelas yang bisa dikatakan mewah. Kelas itu didominasi oleh anak laki-laki. Dari sekitar 30 orang siswa hanya ada 8 gadis. Hampir setengah anak laki-laki disana adalah pemuda yang tampan. Kemudian semua anak gadisnya terbilang rupawan.
"Rendi...dimana Raka?" Tanya seorang gadis cantik pada pemuda yang sedang bermain game.
"Entahlah, mungkin sedang jalan-jalan keluar." Sahut Rendi tanpa menoleh.
Fani adalah seorang gadis yang sangat cantik, bahkan ia digadang-gadang sebagai gadis tercantik di sekolah. Dan sebagaimana semua orang tahu tentang dirinya, mereka semua juga tahu tentang kehidupan romansa Fani. iya, semua orang tahu bahwa Fani menyukai Raka akan tetapi Raka tidak meresponnya dengan serius. Ia menganggap Fani hanya sebagai teman dekat saja.
Mari kita bahas Raka. Disini Raka adalah seorang pemuda kaya-raya. Ayahnya adalah pemilik sebuah kapal pesiar dan ibunya adalah seorang dokter ahli bedah. Mengikuti kerupawanan kedua orang tuanya, Raka tumbuh menjadi sesosok pemuda gagah dan tampan.
Ia selalu mendapat nilai bagus dalam semua mata pelajaran meski tidak menjadi juara. Namun di balik kelebihannya itu, ia terkenal sebagai berandal yang suka mengganggu teman sekolahnya. Bahkan di sekolah ini ia di hormati dan ditakuti setara dengan kepala sekolah. Meski begitu, Raka tidak sebegitu berandalnya sampai merugikan sekolah.
Kembali ke Erina. Ia sedang berjalan di lorong kelas untuk mencari ruang kepala sekolah. Karena ia diminta untuk kesana. Erina berjalan dengan santai sebab jarang siswa yang lewat disana. Mungkin karena itu adalah area praktik dan sepertinya belum ada praktik yang berjalan karena awal semester.
"Dimana ruangannya yah. Kenapa tempat ini sangat luas." Gumamnya kesal. Lalu tanpa secara kebetulan ia berpapasan dengan seorang siswa.
"permisi, saya mau bertanya ruang kepala sekolah ada di mana ya?." Ujar Erina sambil menatap pemuda itu penuh harap.
Awalnya pemuda itu hanya diam dan memandang Erina dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"maaf sebelumnya saya siswa pindahan." Lanjut Erina mengerti dengan tatapan penasaran pemuda itu. Yakali siswa disini tidak tahu ruang kepala sekolah.
"ohh, lurus saja dari sini. Lalu belok kanan, kamu akan langsung bertemu pintu coklat besar. Itulah ruang kepala sekolah." Ujar pemuda itu dengan wajah datar lalu ia langsung beranjak pergi.
"ah terima kasih." Ucap Erina sambil berbalik. Namun pemuda itu terus berjalan dan tidak menjawab dan hanya sekedar melambai.
"Hem...cukup dingin." Gumam Erina menggelengkan kepalanya. Lalu ia pun berbalik dan melanjutkan jalannya.
Disisi lain di kelas yang tadi. Lebih tepatnya Kelas Multimedia. Seorang pemuda memasuki ruang kelas dan ia langsung menjadi pusat perhatian.
Pemuda itu berjalan menuju tempat duduk Rendi.
"Kemana saja kamu. Fani mencarimu." Ujar Rendi tanpa menoleh.
"ha... biarkan saja. Aku sangat lelah. Dia selalu begitu. Paling juga minta diajak makan bersama." Ujar Raka lalu merebahkan kepalanya di meja.
Di kelas sebelahnya yaitu di kelas Akuntansi. Siswanya sedang bercanda ria mengingat di kelas Akuntansi kebanyakan cewek. Jadi ya begitulah kumpulan tukang gosip.
Tiba-tiba ada guru yang datang.
"Semuanya tenang... kembali ke tempat duduk kalian."Ujar bapak guru lajang.
"iya pakkk...." Seru mereka dengan riang. Lantas mereka kembali ke posisi masing-masing dan duduk.
"begini ya anak-anakku tercinta... ehh ekhmm adik-adikku tercinta..."Ujar bapak guru. Lalu seorang siswa menyela.
__ADS_1
"Bapaknya merasa masih muda. haha." Serunya lalu semuanya pun tertawa.
"tentu saja bapak masih muda. haha..."Ujar pak guru riang pula.
"Baiklah sudah. Bapak bilang punya kejutan kan. ini dia kejutannya... silakan masuk Erina." Panggil pak guru. Lalu semua siswa menatap kearah pintu dan masuklah Erina. Wajah datar, dan pakaian yang rapi.
"Kamu silakan perkenalkan diri." Ujar pak guru Ren.
"Baik pak." Ujar Erina. Semua siswa sudah diam menunggu-nunggu reaksi Erina.
"Perkenalkan nama saya Erina Lowensa. Bisa dipanggil Erina. Saya pindahan dari SMK xx karena ayah saya pindah tugas kerja." Ujar Erina singkat. Lalu semua siswa bertepuk tangan.
"Baiklah, jadi mulai sekarang Erina adalah teman sekelas baru kita. Kalian harus akur dengannya ya." Ujar guru Ren.
"Iya pakk..." Ujar semua siswa.
"Baiklah Erina seperti biasa bangku kosong selalu ada di belakang. Kamu bisa pilih mau ada di pojok mana." Ujar Guru Ren dengan wajah sumringah.
Erina mengangguk lalu berjalan ke arah pojok dekat jendela. Tempat legendaris yang selalu di tempatinya.
Kemudian pelajaran pun dimulai.
"hei, salam kenal, panggil aku Rika." Ujar seorang gadis yang duduk di depan Erina sambil mengulurkan tangannya.
"Erina..."Ujar Erina sambil menjabat tangan Rika. Rika tersenyum riang lalu ia kembali ke mode fokus belajar.
__ADS_1
"Hem...perubahan yang lumayan. Kira-kira disini apakah ada hal yang berbeda dari sebelumnya?." Pikir Erina sambil menoleh ke luar jendela.