Pacar Famous

Pacar Famous
Full day dengan Raka


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu, Kini sudah hari libur, kebetulan Erina sedang jalan" di pinggir jalan sambil menikmati jajanan di sana.


"HM... jalan-jalan sendiri paling menyenangkan." Gumamnya sambil memakan sosis bakar.


"HM aku mau beli baju ah. Mumpung masih punya sisa uang jajan." Ujarnya riang.


Lalu ia pun berjalan. Tak lama sampailah ia di depan sebuah toko baju yang lumayan besar.


"Selamat datang, silakan " ujar seorang wanita yang bertugas menyambut tamu di sana. Erina mulai melihat-lihat baju yang sekiranya sesuai keinginannya.


Hingga tanpa sengaja ia bersenggolan dengan seseorang.


"Aduh.. maaf maaf." Serunya langsung meminta maaf padahal dia yang disenggol.


"Ah iya tidak apa. Eh kamu." Ujar yang menabrak yang ternyata adalah Raka.


"Ohh kamuu... iya pulpennya bawa saja. Aku sudah beli yang baru." Ujar Erina tersenyum kecil.


"Iyakah, maaf ya. Sebagai gantinya pilihlah baju yang kamu sukai, nanti aku bayarin." Ujar RK senang sambil mencari alasan. Sebenarnya ia mengikuti Erina kesana.


1 Jam sebelumnya. Seperti biasa Raka keluar dari rumahnya dengan perasaan sesak karena adu mulut keluarganya. Hingga tak sengaja di pinggir jalan ia melihat Erina yang dengan riangnya Memakan gula kapas.


Dia pun memarkir mobilnya di pinggir jalan dengan buru-buru agar Erina tidak keburu hilang. Dia pun mulai mengikuti Erina, sambil ikut belanja di pinggir jalan yang tidak pernah dilakukannya.


Hingga ia melihat Erina masuk ke sebuah toko baju. Dia pun masuk beberapa saat setelah Erina masuk. Lalu dengan sengaja membuat adegan mereka bertabrakan.


Kembali ke saat ini.


"haha... kamu ini. Aku hanya memberimu sebuah pulpen 1000 rupiah. Mengapa kamu sampai mau mentraktir baju buatku yang harganya di atas 50rb rupiah." Ujar Erina Sambil tersenyum.


"i-itu. haha... tidak apa-apa, aku juga tidak tahu harus membalasnya dengan apa." Ujar Raka malu-malu.


"santai saja. Lain kali belikan aku pulpen juga." Ujar Erina sambil tersenyum.


"hah... kenapa malah bertemu." Batinnya lelah. Dia tidak terlalu nyaman berinteraksi dengan orang lain. Jadi, jika dia terlalu banyak bicara itu akan menguras energinya dan membuatnya lelah.


"HM.. bagaimana kalau kita memilih baju bersama." Ujar Raka dengan wajah yang memerah, entah kenapa ia merasa sangat malu.

__ADS_1


"ah tentu saja. Ayo." Ujar Erina menyanggupi. Ia sudah lelah tak mau banyak bicara lagi. Lalu mereka pun mulai memilih baju bersama. Saling mengocok kan satu sama lain. Kemudian merekapun berpindah ke ruang ganti.


Pertama giliran Raka mencoba baju yang mereka pilih.


Pertama Raka keluar dengan baju kaos dan jaket yang menurut Erina sesuai.


"bagaimana?? cocok kah?." Tanya Raka sambil membulak-balik badannya.


"wahh sangat cocok, kau terlihat keren dengan baju itu." Ujar Erina sambil mengacungkan jempolnya.


Raka pun tersenyum malu.


"iyakah, baiklah aku ganti yang selanjutnya ya." Ujarnya lalu masuk kembali.


Kemudian Raka keluar dengan haudy berwarna pink dengan gambaran kelinci di depannya. Melihat itu Erina membelalakkan matanya.


"Kauu terlihat sangat lucu sekali. Manis dan menggemaskan. Sangat cocok dengan warna kulitmu yang putih." Ujar Erina dengan mata berbinar-binar.


Sontak hal itu membuat Raka merona malu. Dia langsung memalingkan wajahnya.


"Coba baju biru selanjutnya." Ujar Erina tak sabar melihat jaket pilihannya yang agak keren.


Lalu Raka pun keluar mengenakan jaket itu.


"lu-luarr biasa... kau terlihat sangatt kerennn." Ujar Erina sambil berdiri. Jiwa penggemar orang tampannya keluar. Ia tak menyangka Raka akan terlihat keren dengan penampilan itu.


"te-terima kasih." Ujar Raka tambah malu. Kemudian Erina pun terus memuji semua pakaian yang dicoba oleh Raka. Bagaimanapun juga semuanya nampak sangat cocok dengan Raka.


Hingga tibalah giliran Erina mencoba baju. Yang pertama adalah satu setel baju berwarna hitam dengan gambar beruang didepannya.


"ohoo kau terlihat lucu.." Ujar Raka dengan wajah memuji.


"ohoo benarkah,. lumayan juga." Ujar Erina tersenyum. Walau sebenarnya ia hanya memiliki sedikit minat dengan pakaian itu.


Kemudian lanjutlah dia mengganti pakaian beberapa kali dan Raka selalu memberikan respon positif.


Sekitar satu jam berlalu tanpa disadari.

__ADS_1


Akhirnya Erina selesai dengan urusan pakaiannya.


"Buk, bungkus semua pakaian yang kamu coba tadi ya." Ujar Raka dengan pasti sambil mengeluarkan sebuah black card.


Erina melongo mendengar itu. Ia merasa itu sangat berlebihan. Ia tidak mau balas Budi.


Kemudian ia juga mengeluarkan kartunya, walau itu hanya kartu biasa dan tidak seistimewa black card.


"Aku yang bayar semua." Ujar Raka mendorong kartu milik Erina.


"Hei hei... gak boleh gitu dong. masa kamu yang bayar. Gak apa aku bayar punyaku aja." Ujar Erina memaksa.


"Erina biarkan aku mentraktirmu. ku mohon." Ujar Raka dengan mata memelas.


"Ais, baiklah, lain kali jangan begini lagi ya. aku tidak suka." Ujar Erina sambil menghela nafas berat.


"Iya, aku usahakan." Ujar Raka senyum cengengesan.


Tak lama kemudian pembayaran telah dilakukan dan barang keduanya pun sudah di berikan. Dengan tas bawaan yang banyak mereka berdua berdiri di depan toko itu sambil menunggu taksi..


Tak lama kemudian satu taksi muncul.


"ah,.mari naik bersama." Ujar Raka dengan semangat.


"Tapi nanti pesanan taksiku akan kecewa." Ujar Erina khawatir.


"Tenang saja. aku akan menanganinya." Ujar Raka patut diandalkan.


"HM baiklah." Ujar Erina pasrah.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah Erina atas paksaan Raka yang ingin mengantar Erina pulang.


"Terima kasih dan sampai besok." Ujar Erina sambil melambai seadanya lalu memasuki rumah tanpa menawarkan minuman pada tamunya.


tak lama kemudian Raka termenung di dalam taksi.


"nampaknya Erina lumayan berada. Hanya saja dia terlihat biasa saja. Aku penasaran." Batin Raka dengan wajah sangat penasaran.

__ADS_1


"Haih... melelahkan." Ujar Erina menghela nafas lalu langsung melempar dirinya di sofa.


__ADS_2