
Di kelas Akuntansi yang kebanyakan bidadari saat ini sedang ribut. Karena ada sebuah berita menggemparkan di sekolah.
Hampir seluruh siswa kelas Akuntansi tahu apa beritanya. ya hampir, karena erina sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
"Erina... Ke kantin yuk. mumpung jam kosong ini. Aku lapar." Ujar Rika mengajak Erina.
"Yuk Er... Aku juga pengen beli jajan." Ujar Sara teman baru Erina yang merupakan teman Rika.
"Hmm... yaudah ayo..." ujar Erina bangun dan dengan santai ia mengikuti teman-temannya. Saat diperjalanan lebih tepatnya di depan kelasnya. Rika memulai percakapan.
"Hei kalian tahu gak. Katanya ada anak cewek kelas multimedia yang nikah lho." Ujarnya pelan sambil melihat situasi.
"Iya tahu, adiknya Raka kan. Katanya dia hamil duluan." Ujar Sara ikut pelan. Erina yang tidak tahu pun hanya diam saja. lagian dia juga tidak tertarik.
"Iya.. katanya suaminya masih SMP lho. Aku gak nyangka sekali." Ujar Rika sambil tersenyum miris.
"Makanya nanti kamu harus hati-hati saat pacaran. Jangan main colek, takutnya kelepasan. haha..." Ujar Sara sambil tertawa ringan. Rika pun memukul pelan lengan Sara.
"Siapa Raka? Sepertinya hanya aku yang belum tahu." Ujar Erina membuat Sara dan Rika menoleh menatapnya.
"Ah iya. Ada satu manusia di dunia ini yang tidak tahu informasi terbaru dan tidak peduli." Ujar Rika dengan wajah mengejek Erina.
"ck. Katakan saja lah. Aku penasaran." Ujar Erina dengan wajah sebal.
"wkwkw iya Erina cantik..Nanti aku tunjukin siapa itu Raka."Ujar Sara dengan bangga. Erina pun mengangguk setuju.
Dalam diam dia berpikir sebentar. Lalu ia memutuskan untuk tidak ikut belanja.
"Hm teman-teman. Kalian berdua saja dah belanja ya. Aku nitip snack seperti biasa ya. Aku mau ke perpustakaan dulu. Kalian tunggu aja di kelas. Aku ada urusan sedikit." Ujar Erina dengan santai.
"Ohoo okay." Ujar Rika menganggu begitu pula Sara.
Dengan santai Erina berjalan menuju perpustakaan.
Ruang perpustakaannya bisa dikatakan cukup luas dan besar. Banyak rak buku menjulang tinggi sehingga perlu tangga untuk mengambil bukunya.
Disana hanya ada beberapa murid saja. Nampaknya tidak ada yang minat membaca buku karena sudah ada ponsel.
__ADS_1
Erina berjalan mengelilingi rak buku mencari sebuah buku cerita. Dan kebetulan buku itu ada di rak ke empat. Dan Erina perlu berjinjit untuk meraih bukunya.
"Ck... nasib bertubuh pendek."Batinnya kesal melihat keadaannya. Kemudian saat ia sedang berusaha menjangkaunya. Ada tangan panjang yang meraih buku itu. Erina berbalik melihat siapa itu yang mengambil bukunya.
Ternyata seorang siswa laki-laki yang tinggi menjulang sehingga Erina harus mendongak untuk menatap mata siswa itu. Tingginya mungkin sekitar 2 meter dan tinggi Erina sekitar 150 centimeter.
"ini... " Ujar Siswa itu sambil menyerahkan buku cerita itu pada Erina.
"oh. iya terima kasih." Ujar Erina sambil tersenyum formal. Lalu ia berjalan menuju meja baca.
Saat ia sedang asik membaca. Pemuda tinggi itu juga duduk di depannya. Sambil ikut membaca buku.
Ternyata pemuda itu adlah Raka. Sambil berpura-pura membaca buku ia mencuri-curi pandang pada Erina.
Erina yang tidak peka pun tidak menyadarinya. Hingga Tanpa sengaja ia menoleh ke arah pemuda itu. Kemudian ia mengangkat sebelah alisnya dna menurunkan bukunya.
"Bukankah bukunya terbalik." Ujar Erina lalu dengan wajah malu Raka membalik bukunya dan menutupi wajahnya.
"ha-haha sisi ini sangat k-keren." Ujarnya terbata-bata. Erina pun tidak memperdulikannya lagi lantas ia lanjut membaca bukunya.
"Yo Raka, aku belanja. Aku yang traktir." Ucap David sambil merangkul Raka. Sedangkan Adion hanya senyum-senyum sambil melirik ke arah Erina. Ternyata seorang Raka tiba-tiba ingin ke perpustakaan karena ada maunya.
"Hm.. okaylah. ayo." Ujar Raka lalu berdiri sambil melirik Erina yang nampak tidak peduli dan asik membaca bukunya.
"hei kamu, kenapa tidak bicara dengannya?."Bisik David sambil melirik Erina yang masih terpaku pada bukunya.
"aku masih malu. Dia nampak tidak tertarik padaku." Ujar Raka berbisik dengan ekspresi cemberut.
"ck ck. Pertama kali aku lihat kamu seperti orang sungguhan pada umumnya." Ujar Adion menggeleng. Raka hanya menarik nafas pelan sambil melirik erina dibelakangnya. Entah kenapa dia tidak bisa memikirkan cara apapun.
setelah itu, setelah rombongan Raka keluar. Erina meletakkan bukunya di atas meja dan menutupnya.
"Raka. Sepertinya aku perna mendengar nama itu
" Gumamnya mengingat-ingat. Lantas ia tidak peduli lagi karena benar-benar tidak ingat.
Beberapa saat kemudian ponsel Erina berdering. Ada panggilan masuk.
__ADS_1
Erina menolehnya sebentar lalu setelah melihat siapa penelepon itu diapun mengabaikannya. Tak lama kemudian beberapa pesan teks masuk.
isinya.
...****************...
Erina... maukah kamu memaafkanku?
Aku salah. Seharusnya aku tidak bermain-main dengannya. Erina. Aku masih mencintaimu, maukah kamu kembali bersamaku?. Aku berjanji akan berubah dan menjadi lebih baik lagi. Aku berjanji tidak akan selingkuh dan akan menjagamu selamanya.
Tolong bicaralah padaku. Tolong jangan tinggalkan aku. Erina aku menyesal.
...****************...
"ha... bulshit sekali. Kenapa dulu aku pacaran dengan orang sepertinya yah.ck. Dulu dia meninggalkanku hanya karena tidak mau ciuman. Kemudian dia mendapat pacar baru sehari setelah kami putus, bahkan si wanita dengan bangganya mengatakan kalau mereka sudah berhubungan badan." Gumam Erina geleng-geleng kepala dengan pelan.
Dulu ia punya pacar. Di sekolah ketiganya. Dia pikir semua akan berubah kalau punya pacar. Tapi nyatanya sama saja. Bahkan makin merepotkan. Dia sungguh menyesal waktu itu. Tapi dia juga bersyukur karena tidak mau di sentuh oleh lelaki macam itu.
Kemudian Erina membalas pesan teks itu.
...----------------...
Terima kasih aku ucapkan untuk yang dulu. Tapi lebih baik kamu mencari yang lain. Dalam kamusku tidak ada maaf untuk orang yang berselingkuh. Bagaimanapun juga, semoga kamu menemukan wanita yang tepat. Tolong jangan hubungi aku lagi. Aku tidak ingin berhubungan dengan apapun itu yang berkaitan denganmu.
...----------------...
"ha... Merusak mood saja." gumamnya. lalu menghapus kontak mantannya itu. Setelah itu ia berdiri, meletakkan buku pada tempatnya dan langsung bergegas keluar.
"apa disini tidak ada pemuda keren? Sudah lama aku tidak cuci mata. Aku perlu pemandangan yang indah." pikirnya sambil tersenyum kecil. Bagaimana pun juga Erina adalah penggemar pria keren dan tampan.
Meski ia suka melihatnya bukan berarti Erina ingin dekat dengan mereka. Tapi ia hanya kagum sesaat saja lada semua keindahan yang lewat didepan matanya.
Hingga saat akan memasuki ruang kelas ia melihat sesosok pemuda keren bak wibu yang misterius memasuki ruang kelas multimedia. Dengan rambut tebal hitam legam dan pandangan mata yang misterius. Pemuda itu berjalan dengan anggun dengan ekspresi wajah datar.
Seketika Erina mengeluarkan jiwa penggemar dalam dirinya.
"pemuda yang keren...." Batinnya meronta-ronta membayangkan pemuda itu.
__ADS_1