Pacar Famous

Pacar Famous
Susu kotak?


__ADS_3

Pagi harinya di sekolah. Seluruh siswa sudah memasuki ruang kelasnya masing-masing. Semuanya ribut seperti pasar.


Tak lama kemudian, Ada yang mengetuk pintu kelas akuntansi. Seorang siswa pun membuka pintunya. Ternyata yang mengetuk adalah Raka.


"Ada apa?" Tanya gadis yang membuka pintu.


"Ah begini, Erina di panggil ke ruang kepala sekolah..Sepertinya terkait dokumen perpindahannya." Ujar Raka santai.


Sedangkan pihak yang dibicarakan masih asik dengan bukunya. Hingga teman-teman memanggil namanya.


"Erina...Kamu dipanggil tuh." Ujar gadis di depan pintu. Erina yang sudah tahu pun menoleh dan segera berdiri.


"Aku ke ruang guru bentar yah." Ujar Erina santai sambil menatap orang didepan pintu.


Saat Erina sampai di pintu kelas, ia menoleh Raka sebentar dan saling senyum. Lalu keduanya pun beranjak.


Teman-temannya pun menatapnya sebentar.


Hingga dua orang gadis berbicara pelan satu sama lain.


"Mungkinkah mereka lagi pdkt?." Bisik gadis satunya.


"Bisa jadi, aku tidak tahu. Tapi setahuku Raka sedang dekat dengan Fani." Ujar Gadis satunya.


"ouh, Fani bestie kamu waktu SMP kan?." Ujar gadis satunya.


"Iyap." sahutnya sambil mengangguk.


Di sisi lain. Suasana mencekam dialami oleh Erina dan Raka saat berjalan di lorong menuju ruang kepala sekolah. Raka berharap Erina mengajaknya bicara. Namun Erina hanya diam saja dengan wajah datarnya. Raka ingin bertanya tapi malah ragu.


Dia merasa cukup tertekan. Sedangkan Erina sedang memikirkan hal lain. Ia berpikir sepertinya membeli minuman rasa leci akan bagus.


Tak lama kemudian, Sampailah mereka ke ruang kepala sekolah.


"Permisi..."Ucap Erina sambil mengetuk pintu.


"Masuk." Sahut dari dalam.


Lantas mereka langsung memasuki ruangan. Disana mereka melihat kepala sekolah dan seorang guru sedang duduk saling berhadapan dengan banyak dokumen menumpuk di sekitar mereka.


"Ah kamu Erina ya. Silakan tanda tangani berkas ini dan silakan lengkapi dokumen yang ini. Seharusnya ini di lakukan saat awal kamu sekolah, akan tetapi kami melupakannya karena terlalu sibuk dengan hal lainnya.


"Ah iya pak...terima kasih." Ujar Erina sambil menerima berkas yang diberikan pak guru itu.


"Nah Raka, kamu bantulah dia mengisi berkasnya. Sebagai bagian dari keanggotaan siswa kamu harus bisa ya." Ujar guru itu lagi.

__ADS_1


"Baik pak." Ujar Raka dengan sopan.


Kedua guru itupun saling tatap dan tersenyum kecil satu sama lain. Lalu Erina dan Raka pun duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut dan mulai melihat-lihat berkasnya.


Disisi lain di dalam kelas.


Tidak terasa ternyata sudah waktunya istirahat. Tak lama setelah Erina pergi. Rika masih asik dengan ponselnya begitu pula Sara.


Hingga Rika tiba-tiba berdiri.


"Sara, aku keluar dulu ya. Kamu tunggu Erina disini..." Ujarnya tanpa menunggu jawaban Sara.


Melihat itu sara pun menggeleng kepalanya.


"Ada apa sih, tumben dia bernyali keluar sendirian." gumamnya pelan.


Ternyata Rika keluar kelas menuju taman karena ada yang ditunggunya. Iya...ternyata ia akan bertemu dengan Adion. Sebenarnya mereka sedang dalam masa perkenalan.


Keduanya lantas duduk di bangku taman paling pojok yang jauh dari keramaian.


"HM.. Jadi apa yang ingin kamu berikan padaku?." Ujar Rika pelan sambil menatap Adion malu-malu.


"Ah ini dia..."Ujar Adion memnunjukkan sebuah jepit rambut pada Rika.


"Apa ini? Untukku?."


Adion pun tersenyum dan mengangguk dengan antusias. Kemudian Rika pun menerimanya.


"Aku sudah memberitahumu kalau aku menyukaimu. Aku harap kamu juga begitu." Ujar Adion dengan agak ragu-ragu.


"ah HM.. Itu .." Rika gugup minta ampun. Ia mengigit pelan bibir bawahnya karena sangat canggung.


"Ah tidak perlu dijawab sekarang. Tolong pikirkan baik-baik. Katakan padaku jawabannya di hati perpisahan kakak kelas kita nanti." Ujar Adion dengan cepat. Ia tak mau mendengar penolakan jika seandainya Rika tidak siap pacaran.


"HM baiklah. by the way makasi hadiahnya. Aku suka." Ucap Rika dengan wajah malu-malu.


Sementara itu. Karena sudah waktu istirahat. Erina pun langsung menuju ke kantin sekolah untuk makan. Dan tanpa bisa dihindari Raka pun ikut dengannya.


"Apa yang ingin kamu makan." Ujar Raka sambil tersenyum manis menatap Erina.


"Cukup nasi goreng saja. Ditambah jus leci."Ujar Erina santai. Sebelum mereka duduk.


"Aku tunggu di meja makan ya." Ujar Erina langsung beranjak. Raka pun mengangguk dan segera menuju area pemesanan.


Tak lama kemudian. Saat Erina sedang asik bermain ponsel sambil menunggu Raka. Ada seorang gadis menghampirinya.

__ADS_1


"Halo..."Ujarnya ramah tapi ia malah langsung duduk di depan Erina.


"Iya." Sahut Erina singkat dan lanjut bermain ponselnya. Ia tak peduli siapa yang duduk di depannya.


"Ku dengar namamu Erina."Ujar gadis itu. Dia adalah Fani. Dengan tatapan tidak suka Fani bicara dengan Erina. Erina yang menyadari itu pun mengabaikannya demi menghindari hal klise yang tidak perlu.


"Iya." Sahut Erina singkat tanpa menoleh ke arah Fani. Tentu saja hal itu membuat Fani semakin marah. Dia langsung membenci Erina begitu melihatnya.


"Apa hubunganmu dengan Raka?" Tanya Fani langsung.


"Kenalan." Sahut Erina singkat.


"Kau..Jangan banyak berharap. Raka tak mungkin menyukaimu." Ujar Fani dengan suara penekanan meski pelan.


Erina pun menatapnya dan berkata"Iyah, kau benar.".


Fani pun terdiam mendengar itu.


Tak berselang lama datanglah Raka kesana.


"Katanya sebentar lagi akan diantar kesini." Ujar Raka langsung duduk di sebelah Erina.


"HM iya.. Maaf merepotkan." Ujar Erina sambil menoleh sebentar ke arah Raka.


"eh lho. Fani tumben kau ke kantin sendiri. Dimana yang lainnya."Ujar Raka santai.


"HM aku kebetulan lewat saja dan ingin duduk sebentar." Ujar Fani dengan senyum manisnya.


Melihat itu Erina mengangkat sebelah alisnya.


"Dia sepertinya menyukai Raka. Hadeuh aku dalam masalah lagi." Batin Erina sambil menghela nafas panjang.


Kemudian keduanya pun berbincang dengan lancar seolah Erina tak ada disana.


"Sial! terjadi lagi...Dia membuatku kebingungan. Bukankah dia sedang mendekatiku? Kenapa dia tetap se akrab itu dengan gadis lain?!. Hah... Sudahlah aku terlalu banyak berpikir. Aku Pun begitu pada teman lamaku...Apa jangan-jangan ada pacar mereka yang cemburu padaku ya. Astaga aku tidak menyadarinya." Batin Erina sambil menyangga dagunya.


Tak lama kemudian Rika dan Sara datang.


"ohoo... Kenapa kamu tidak nge chat aku sih. Apaaan sih. Aku jadi nunggu kamu lama di kelas kan." ujar Rika sambil menepuk pundak Erina.


" Maaf aku lupa. Btw kalian sudah makan kah?.kalau belum mari makan bersama." Ujar Erina dengan riang.


"Eh lho ada rak toh." Ujar Rika dengan santai.


"Iyah." Sahut Raka singkat.

__ADS_1


__ADS_2