
"dan satu lagi aku minta tolong sama kamu jangan pernah kamu temui aku lagi,dan dekat-dekat dengan aku"kata Amanda berbicara pada Aldo lagi sambil menangis.
"tapi kenapa Amanda, alasannya apa kamu gak mua berteman dengan aku"tanya Aldo pada Amanda dengan hati-hati.
"karena kamu udah merusak hubungan aku sama Anggi"jawab Amanda dengan suara lantang nya.
"Manda tolong kamu jangan sama kan aku dengan teman-teman yang lain ya atau enggak gue bisa kok jadi Anggi"kata Aldo berbicara pada Amanda.
"dan satu lagi gue hapal dengan puisi cinta kamu yang dari Anggi"
kata Aldo pada akhirnya iya ingin menceritakan kalau sebenarnya Anggi itu adalah dia tapi niat nya di cegah oleh Anggi muncul tiba-tiba ya walaupun dia gak bisa melihat tapi dari gerak-gerik Amanda.
"maksud kamu apa Aldo"kata Amanda bertanya pada Aldo.
"sebenarnya"kata Anggi ingin mengakui kalau dia adalah Anggi fens rahasia itu sebenarnya namun sayang harus gagal ketika gerak-gerik Amanda aneh ya mungkin iya sedang berbicara dengan Anggi.
"tuan putri"kata Anggi sambil menatap nya dengan tajam rasa nya ingin membunuh Amanda karena kesal.
"Anggi"kata Amanda ketakutan sambil berjalan mendekati Anggi menghiraukan Aldo dan kak Gisel.
"kamu yang menciptakan Anggi,apa kamu yakin ada Anggi selain aku"tanya Anggi pada Amanda yang berdiri dihadapannya sekarang.
Amanda mulai ragu dan melihat Aldo kembali lagi melihat Anggi bergantian iya bingung dengan itu semua.
melihat Amanda mulai ragu dengan nya Anggi pergi dari situ meninggalkan nya iya ingin melihat siapa yang bakal Amanda pilih dia atau Aldo.
__ADS_1
melihat Aldo yang pergi dan marah padanya Amanda pun berlari mengejar Anggi.
"Anggi tunggu"teriak Amanda pada Anggi sambi berlari mengejar nya.
melihat Aldo yang melamun kak Gisel menyadarkan nya.
"Aldo Amanda pergi ayo kejar dia" kata kak Gisel pada Aldo sambil menepuk bahunya.
sontak Aldo pun tersadar dan langsung berlari menyusul kak Gisel dan Amanda yang sudah di lantai bawah.
Amanda tunggu teriak kak Gisel frustasi karena melihat Amanda yang tidak berhenti mengikuti Anggi.
...gemerlap redup silih berganti...
...gelak tawa sendu semakin membekas di hati...
...di nikmatin setitik demi setitik...
...*tapi......
...rasa ini sudah tak tahan...
...rindu ini tak bisa sabar...
...walau barang sebentar...
__ADS_1
...memaksa ingin segera di bereskan...
...akan sampai kapan kau bertahan...
...akan sampai kapan kau tertahan...
...coba fikirkan wajah, wajah perindu...
...merindukanmu...
...sudahlah.....
...tepis jarak itu*,...
kata Aldo membacakan puisi yang ada di novel Amanda.
Amanda yang mendengar itu semua berhenti melangkah mulai merasa ragu dengan Anggi dan bingung dengan Aldo yang hapal puisinya.
"itu kan puisi dari novel aku,kok bisa hapal sih"
kata Amanda pelan tapi masih bisa di dengar semua orang termasuk Anggi yang juga berhenti melihat Amanda tadi berhenti tidak jauh darinya.
"gak usah dengar kan dia tuan putri,ada ribuan orang yang hapal dengan karya kamu"kata Anggi pada Amanda.
"Manda sekarang kamu tanya sama Anggi tanggal berapa dia pertama kali mengirim surat untuk kamu" kata Aldo pada Amanda.
__ADS_1
"tuan putri yang menciptakan Anggi seharusnya,tuan putri tau siapa Anggi sebenarnya"kata Anggi lagi pada Amanda yang mulai tambah bingung melihat dan Aldo secara bergantian sambil menagis.
...bersambung.......