Pacar Imajinasi

Pacar Imajinasi
pangeran Eropa


__ADS_3

"ehem ehem"kata kak Gisel dari luar menyadarkan Amanda dan Aldo.


"eh udah ya,makasih udah mau mengobati"kata Aldo pada Amanda merasa malu dan canggung.


"iya sama-sama Do"kata Amanda pada Aldo.


Aldo pun pamitan pulang karena hari semakin sore dan mulai gelap.


"aku pulang dulu ya Manda"kata Aldo sambil berdiri menuju ke keluar rumah.


"hati-hati ya Do"sambil ikut berdiri mengantar Aldo ke depan dan melambaikan tangannya.


setelah kepergian Aldo iya masuk ke rumah Sambil senyum-senyum senang tapi di kaget lagi sama suara kak Gisel.


"cie ada yang ngantarin pulang ni Yee,ayo ngaku siapa tuh cowok" kata kak Gisel sambil menyenggol lengan Amanda menggoda nya.


"ih apaan sih kak cuma teman dan dia juga pacarnya teman kok"kata Amanda menjelaskan pada kak Gisel.


"masa cuma pacar teman di anterin pulang terus di obatin lagi tadi bohong ya,ayo ngaku"goda kak Gisel lagi pada Amanda.


"apaan sih kak rese deh"sambil berlari menuju kamarnya di atas dan di kejar kak Gisel juga mau ke kamarnya yang bersebelahan.


Amanda dan Gisel berhenti melihat papanya kebingungan keluar masuk mencari sesuatu.

__ADS_1


"aduh dimana sih"kata papa (rahmat) bernolog sendiri.


"pa papa cari apaan sih"kata Amanda dan Gisel secara bersamaan.


"ah papa tau ini pasti kerjaan kalian kan hayo ngaku, kembalikan"kata papa pada Gisel dan Amanda sambil menjulurkan tangannya meminta sesuatu.


"papa cari apaan sih emang apa yang hilang pa"kata Amanda dan Gisel secara bersamaan lagi karena bingung.


"emh pakek nanya lagi ya kacamata nya papa"mana tanya papa pada Gisel dan Amanda.


"hahahah"tawa keduanya merasa lucu dengan tingkah papanya.


"yah pada ketawa lagi"papa bingung dengan tingkah kedua anaknya malah menertawakannya bukannya ikut mencari.


"itu bukan pa kacamata nya"tanya Gisel lagi pada papa.


"iya benar" kata papa sambil ketawa-ketawa.


"hahha udah pikun"kata Amanda pada kak Gisel.


"iya lupa"kata papa dengan entengnya sambil membuka surat yang akan iya baca.


"hah itu kan surat dari Anggi pa" kata Amanda sambil merebut surat nya dari tangan papa.

__ADS_1


"enak aja ini papa yang nemu pertama dan papa mau bacanya dulu"Sambil merebut kembali surat nya.


"ih papa ini buat Manda"sambil merebut kembali dan berlari menuju kamarnya.


"eh Manda itu papa mau baca dulu" teriak nya pada Manda.


"pa papa itu surat dari fens nya Amanda bukan fens nya papa udah jelas kan sekarang siapa yang lebih usil" kata Gisel pada papa dan pergi meninggalkan papanya.


malam pun tiba Amanda di kamarnya senang lagi dapat surat dari Anggi.


"ah akhirnya surat kamu datang juga Anggi,


Anggi kenapa sih kamu itu gak pernah mau nemuin aku apa karena kamu tau aku itu norak,cupu dan kuper,aku ingin banget punya sahabat walaupun cuma sahabat imajinasi owh astaga mungkin Anggi mau berteman dengan aku kalau aku rajin berkarya dan aku harus menciptakan novel baru siapa tau dia suka, Anggi nama yang bagus buat tokoh utama novel ku yang baru,aku maunya dia putih, romantis, selera humornya tinggi santun dia mirip pangeran Eropa klasik dan berwibawa,wah ferpeck"batinnya Sabil menulis dan senyum-senyum sendiri.


hingga Amanda di kaget dengan munculnya seseorang laki-laki tampan berdiri di


sampingnya menyebut nya dengan


"selamat malam tuan putri"sambil menunduk hormat pada Amanda


"ka ka kamu si sia siapa"kata Amanda berbicara terbata-bata karena takut dan teriak-teriak.


...bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2