
Keng thian begitu terpukau dengan yijin dan shancai sepanjang waktu makan siang bersama dengan yira dia terus membicarakan yijin dan shancai
"shancai cocok banget sama yijin tapi dia nggak baik kayaknya, katanya dia model terkenal yang mau sama di jodohin sama ceo yijin oleh ayahnya, tapi 1thn yang lalu dia pergi ke luar negeri buat jadi brand ambassador perusahaan lain, terus tahun ini dia pulang dari luar negeri dan sebentar lagi katanya mau tunangannya sama ceo yijin" ucap Keng thian panjang lebar
"baik atau nggak baik itu bukan urusan kita" ucap yira dengan wajah sedikit murung walau thian tak menyadarinya sama sekali
"maaf tapi kan sayang kalo ceo yijin yang baik dan tampan sama wanita yang nggak baik" ucap Keng thian kemudian melanjutkan makan siang
...****************...
...----------------................----------------...
...****************...
...----------------................----------------...
...yira berjalan menuju lift tapi didalam lift ada ceo yijin dengan sekretarisnya , namun ceo yijin menyuruh sektarisnya keluar dari lift dan menyuruh yira masuk lift bersamanya...
"kau bisa keluar dari lift dan naik lift sebelah" suruh yijin pada sektarisnya itu
"baik tuan" jawab sektaris yijin kemudian berjalan menuju lift sebelah
__ADS_1
"jangan pergi masuklah ada yang perlu saya bicarakan dengan kamu " ucap yijin menyuruh yira masuk kedalam lift bersamanya
yira menekan tombol lift menuju ruang kerjanya kemudian berdiri di belakang yijin, sedangkan ruang meeting dan kerja yijin berada di lantai atas ruang kerja yira
"maaf selama ini aku tidak tahu kamu melamar kerja di sini, seharusnya aku membantumu" ucap yijin meminta maaf
"ceo yijin tidak perlu meminta maaf, seharusnya saya yang meminta maaf karna selama ini saya bersikap lancang dengan ceo yijin" ucap yira meminta maaf kepada yijin
"kenapa kamu meminta maaf karna bersikap lancang? bukankah kita teman dan hal tersebut adalah wajar dan cukup panggil saya seperti biasanya dan bersikap seperti biasanya ketika dengan saya saja dan tidak ada yang lain"ucap yijin
"baiklah terimakasih saya akan bersikap seperti biasanya ketika hanya dengan anda" ucap yira
"kalau boleh saya tahu apa akhir - akhir ini kamu benar - bener sibuk , dan tidak sempat membaca pesan saya?" tanya yira
"tidak apa saya hanya khawatir dengan keadaan kamu saja" ucap yira menjelaskan perasaan khawatirnya itu
"terimakasih sudah mengkhawatirkan saya sebagai teman" ucap yijin berterimakasih
"iya sama - sama" ucap yira
"saya dengar anda akan bertunangan selamat untuk pertunangannya" ucap yira
__ADS_1
"iya terimakasih" ucap yijin
tak lama pintu lift terbuka untuk menuju ruangan yira, namun yira masih berdiri diam tak bergeming
"apa kamu tidak keluar?" tanya yijin
"oh, ya saya akan keluar terimakasih atas waktunya" ucap yira keluar dari lamunannya dan berjalan keluar lift
...----------------...
...****************...
...----------------...
...****************...
yira berdiri di depan cermin kamar mandi yang sepi, ia tidak tahu harus senang atau sedih karna teman sekaligus orang yang dia sukai dan orang yang dia khawatirkan selama ini akan bertunangan dan mungkin menikah dengan orang lain
yira tak bisa membohongi perasaannya, ia begitu sedih dan menangis yira menghidupkan keran air agar tak ada yang tahu suara tangisannya
"apa salah jika aku mencintainya, bahkan dia tak menyukaiku, dan calon tunangannya lebih baik dariku" ucap yira dalam pikirannya
__ADS_1
yira mengusap air matanya berusaha untuk tidak sedih dan terlihat baik - baik saja dan berjalan menuju ruangan kerjanya