
hengyi menarik yira keluar untuk makan bersama hengyi melakukan bukan tanpa alasan melainkan agar yira merasa lebih baik
yira memakan nasi hanya menyuap mulutnya dengan sedikit nasi tidak seperti biasanya yang akan makan nasi dengan suapan banyak
"apa kamu sudah merasa baik, tidak perlu pikirkan ucapan mereka itu hanya akan membuat kamu frustasi"
ucap hengyi memberikan daging panggang ke yira dengan sumpitnya
"iya terimakasih untuk tadi hengyi" ucap yira menyebut nama hengyi
"saya boleh kan panggil nama disini" ucap yira
"iya selama nggak ada yang tau" ucap hengyi melanjutkan makan
...****************...
yijin berjalan di koridor pintu kantin, ia berhenti melanjutkan langkah sebab melihat yira makan dengan hengyi juga yira tampak tersenyum sambil menutup mulutnya
alis turun ke bawah yijin mengamati dengan sangat jeli menciutkan matanya, ia begitu kesal melihat mereka dekat sekali
"bukankah itu yira dengan ke tua tim manajemen siapa namanya?" tanya yijin sambil menunjuk hengyi
"namanya ye hengyi ceo yijin" ucap sekretarisnya
"tapi kenapa dekat sekali seperti itu" ucap yijin
"kan dia ketua tim jadi harus dekat dengan semua anggota timnya agar pekerjaan lebih maksimal nantinya" ucap sektarisnya
"tapi sejak kapan?" tanya yijin menatap mereka dengan kesal
"maaf saya kurang tahu ceo yijin" ucap sektarisnya
"suruh nanti malam setelah jam kerja selesai suruh yira menemui saya di ruang kerja kantor" ucap yijin
"baik ceo yijin" ucap sektarisnya
yijin langsung pergi begitu selesai melihat yira sejenak berjalan lurus tanpa melirik yira sedikit pun
__ADS_1
yira melihat yijin berjalan tampak dagu yijin membuat kepala yira sedikit pusing dagu itu mengingatkan yira akan kejadian tadi malam , namun yira tak mampu mengingatnya sebab kepalanya cukup sakit untuk mengingatnya
"aaaahh"
" kepala ini kenapa cukup sakit"
yira memegang kepalanya
"yira kamu kenapa kepala kamu sakit ada obat di ruang kesehatan, aku akan akan ambilkan tunggu di sini" ucap hengyi pergi mengambil obat di ruang kesehatan
"tapi saya nggak papa" ucap yira hengyi tak mendengarkannya
yijin melihat dari koridor pun tampak cukup cemas melihat yira memegang kepala
"itu yira dia sepertinya sakit kepala" ucap yijin cemas
"tak perlu khawatir ceo yijin , karna hengyi sedang mengambilkan obat untuk yira" ucap sektarisnya
wajah yijin tak kesal, tak berapa lama hengyi datang membawa obat untuk yira
"beritahu yira untuk datang ke ruangan ku nanti malam setelah waktu kerja selesai"ucap berjalan terlebih dahulu
yira selesai meminum obat dari hengyi sektaris yijin pun menghampiri meja mereka
"permisi nona yira, saya ceo yijin meminta anda untuk menemui nanti malam di ruangannya setelah selesai bekerja" ucap sektaris yijin
"maaf yira sakit mungkin tak akan bekerja sampai malam" ucap hengyi
"tidak saya baik - baik saja sekarang saya akan bekerja sampai malam, tapi apa ada yang ingin ceo yijin sampaikan kepada saya atau hal penting lainnya?" tanya yira
"maaf saya kurang tahu dan menyampaikan pesannya saja" ucap sektaris yijin kemudian pergi
...----------------...
...----------------...................
...................----------------...
__ADS_1
...----------------...................
...----------------...
yira mengetuk pintu ruangan yijin mesti sedikit ragu tampak ruangan gelap dan pintu yang sedikit terbuka
"permisi ceo yijin" yira mengetuk pintu yang sedikit terbuka tersebut
tiba - tiba lampu di meja hidup membuat yira cukup terkejut dan menutup mulutnya takut kalau dirinya nanti akan berteriak
"apa segini aja kamu sudah cukup takut?" tanya yijin sambil memegang tombol lampu
jantung yira berdetak kencang ia lebih cukup terkejut melihat yijin kali ini bukan lagi karna lampu
sebab yijin begitu tampan dan manis
ia tersenyum karna yira terkejut tadi senyuman yang begitu manis dan tatapan matanya yang begitu indah dan berbeda dari biasanya kali ini membuat yira menatapnya dan tak bergeming sedikitpun
suasana begitu terang karna hanya dari lampu meja saja membuat yira semakin tak bergeming menatap yijin dengan tatapan dalam
"apa kamu mau berdiri di situ selamanya?" tanya yijin membuat yira keluar dari pikirannya dan berjalan untuk duduk di sofa karna yijin sudah mengayunkan tangannya ke arah sofa tersebut
yijin mengambil bir di mejanya memutar- mutarkan tangannya pada gelas bir dan meminumnya
yira menatap dagu yijin saat meminumnya membuat yira mengingat semua kejadian yang telah terjadi dengan yijin
yira tampak begitu malu dan menundukkan kepalanya menatap lantai ruangan
yijin menaruh gelas tersebut dan menatap yira
"apa kau mengingat sesuatu?"tanya yijin menatap yira
"mengingat apa? saya tak ingat apa pun" ucap yira dengan gugup
"apa kamu benar - benar tak ingat sesuatu?"tanya yijin
yijin kemudian berjalan menuju yira menarik dagunya , memegang bibir yira yang memakai lipstik warna nude tersebut dan menciuminya dengan dalam tangan yira ingin mendorong yijin namun hatinya tidak dan tak melakukan apa pun
__ADS_1
"apa harus seperti ini agar kamu mengingatnya?"tanya yijin berhenti dan melanjutkannya kembali
yijin sebenarnya tak mau melakukan nya sebab cemburu dengan hengyi dia menjadi tak tanggung tanggung untuk melakukannya dan yira juga yang sepertinya melupakan dirinya membuat yijin cukup sakit hati