
yira merapikan pakaiannya bersiap untuk berangkat melamar kerja
"yira sarapan dulu" panggil ibu
"iya, ibu" jawab yira
yira segera keluar kemudian duduk untuk makan, melihat yira dengan pakaian rapinya membuat ibu dan zuhan sangat senang
"kak yira udah rapi aja yang mau ngelamar kerja tuuh" ucap zuhan menyingir
"anak ibu lah ibu yakin nanti keterima " ucap ibu mendoakan
"aminn" ucap yira dan zuhan kemudian
setelah selesai sarapan yira dan zuhan berpamitan dengan ibu
"ibu yira pamit dulu" ucap yira
"assalamualaikum, ibu" ucap yira dan zuhan mengucapkan salam
"walaaikumsalam" jawab ibu
"kamu mau kak yira antar nggak?" tanya yira
"nggak kak yira aku mau berangkat sendiri" jawab zuhan
__ADS_1
"kamu pasti bikin masalah ya?" tanya yira melirih
"nggak kak yira beneran, aku tuh cuman mau berangkat sendiri aja kak udah besar" ucap zuhan
"biasanya aja kamu senang kak yira antar tumben banget" ucap yira menyeringai
"udah kak yira, zuhan mau berangkat keburu ketinggalan bus" ucap zuhan berpamitan dengan kakaknya kemudian berlari pergi
yira hanya melihat adiknya tersebut dengan senang karna zuhan sudah tumbuh dewasa tidak seperti dulu yang suka sekali di manja selalu minta diantar ke sekolah atau mungkin di jemput juga
...----------------...
...----------------...................
yira duduk di kursi, ia sangat gelisah karna sebentar lagi giliran akan wawancara kerja, sampai akhirnya seorang pekerja membuka pintu menyuruh yira untuk masuk
yira masuk kemudian duduk untuk diwawancarai didepannya sudah ada 6 juri yang siap untuk mewawancarai dirinya yira cukup gelisah dan khawatir, namun dia berhasil menghilangkan perasaan itu dan melakukan wawancara dengan baik sampai akhir
keluar dari ruang wawancara yira bertemu dengan sahabatnya Keng Thian yang sedang akan berjalan menuju lift
"thian" panggil yira
"yira, gimana wawancaranya Lo pasti bisa kan?" tanya Thian
"iya , berjalan lancar tinggal tunggu pemberitahuan aja" jawab yira
__ADS_1
"yira, mau makan nggak gue yang traktir karna Lo udah mau ngelamar kerja di sini" tanya Thian
"iya, mau banget lah" ucap yira
mereka pergi makan di kantin kantor yira begitu terkejut karna kantin kantor tersebut lebih besar dan luas di banting dengan kantornya dahulu
"thian ini kantin kantor aja seluas dan sebesar ini daripada Kantir gue dulu ini berbanting terbalik banget , apa mungkin karna perusahaan besar ya?" ucap yira
"iya, karna perusahaan besar dan cabangnya ada dimana - mana, makanya gue nggak mau keluar dari sini iya kayak gini sayang kan kalo gue keluar" ucap Thian
setelah selesai makan yira pulang dan membantu ibunya untuk pergi mengantarkan pesanan bunga yira juga ingin bertemu dengan yijin , namun yira tidak melihat yijin sama sekali baik di cafe ,taman , dan jalankan biasanya
"apa dia masih sibuk kerja ya?, apa gue telepon atau chat dia ya?" pikir yira bingung
"yaudah pulang aja dah , mungkin besok Minggu dia datang" pikir yira kemudian menaiki sepedanya untuk pulang setelah selesai pergi untuk mengantarkan banyak bunga
sampai di rumah ada pesan masuk dari perusahaan bawah yira di terima untuk kerja di perusahaan
"selamat anda di terima bekerja di good paper ,dan bisa mulai untuk berangkat kerja besok" baca yira
"ibu yira di terima kerja di
perusahaan yang di saranin sama Keng Thian" ucap yira begitu senang
"syukurlah, ibu bangga banget sama kamu" ucap ibu sambil memeluk anaknya itu
__ADS_1