Pacarku CEO Ku

Pacarku CEO Ku
mengundurkan diri dari perusahaan


__ADS_3

setelah merawat ibunya pagi ini , yira pulang ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian untuk ibunya dan yira juga berganti pakaian tentunya


"zuhan, zuhan,zuhan buka pintunya buruan"ucap yira memanggil adiknya itu


"iya kakak sebentar lagi makan "ucap zuhan


"jangan lama - lama" ucap yira


zuhan pun segera membukakan pintu untuk kakaknya itu


"draaaaaak"suara pintu terbuka


yira pun segera masuk


" kakak mau ngambil pakaian buat ibu" ucap zuhan


"iya " ucap yira


"kamu masak mie lagi?" tanya yira dengan kesal


pasalnya adiknya selalu makan mie hampir setiap hari ,sehingga yira pun menjadi kesal


"iya maaf kakak lain kali aku nggak makan mie lagi dehh" ucap zuhan sambil tersenyum


"janji ya lain kali nggak makan mie setiap hari"ucap yira


"ok janji dehh" ucap zuhan


setelah menasihati zuhan yang makan mie yira pun bertanya tentang hp ibu karena di sana pasti ada banyak pelanggan yang meminta pesanannya yang belum di kirim

__ADS_1


"zuhan kamu tahu hpnya ibu nggak" tanya yira pada zuhan


"emang ada apa sama hp ibu?" tanya zuhan berbalik tanya


"iya pokoknya hp dimana? nanti kakak jelasin" tanya yira sambil ngotot


"itu di laci dekat tv , tadi ibu pingsan jadi aku taruh sana" ucap zuhan sambil kesal


setelah bertanya yira pun segera menyuruh adiknya untuk berangkat karena sudah hampir jam setengah delapan


" yaudah kamu buruan berangkat nanti terlambat" ucap yira


"iya kakak " ucap zuhan


zuhan pun segera berangkat ke sekolah


"kayaknya nggak cukup dehh kalau cuti ,dan butuh waktu lama" ucap yira dalam hati


"apa aku ngundurin diri aja ya? aku juga kan udah nggak tahan kerja di saja apalagi bosnya galak banget lagi dari pada nanti aku cuti terus gaji di kurangi habis itu di pecat" ucap yira dalam pikirannya


setelah berpikir lama akhirnya yira pun memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja itu dan mengelola toko bunga sementara sampai ibunya sembuh


yira pun segera mandi,


mengambil pakaian untuk ibunya, mengantarkannya kerumah sakit dan pergi ke kantor untuk mengantar surat pengunduran diri


yira tiba di kantor , kemudian menemui bos nya itu


"toktoktokkk" yira mengetuk pintu ruangan bosnya

__ADS_1


"silakan masuk" suara bos yang terdengar


yira segera masuk keruangan bosnya itu


" permisi pak ketua saya datang untuk mengundurkan diri hari ini dan ini surat pengunduran diri saya"


"Apa kamu bilang setelah selama ini saya baik kepada kamu ? dan sekarang kamu ngundurin diri gitu aja" ucap bos yira dengan wajah marah


yira yang terkejut pun mencoba bersabar dan berbicara dengan sabar


"maaf pak ketua saya sudah bekerja keras untuk perusahaan dan ibu saya sakit , saya akan merawat ibu saya hingga sembuh , sebagai anak yang baik, dan jika saya cuti mungkin tidak akan cukup waktunya, itu juga akan menggagu perusahaan nantinya lebih saya mengundurkan diri dan pak ketua bisa mencari pekerja pengganti saya yang lebih baik dari saya"


setelah mendengar semua alasan yang di berikan yira bosnya pun akhirnya mengizinkan yira untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan memberikan pesangon


"baiklah kalau begitu kamu bisa ngundurin diri dan saya juga nanti transfer pesangon kamu" ucap bos yira


yira yang mendengar bosnya berbicara seperti itu sangat terkejut ,karna itu hal yang mustahil biasanya bosnya tidak begitu dia sangat hemat bahkan untuk memberikan pesangon dan akan marah hingga membuat siapa saja yang membuat kesalahan akan jantungan dan tidak memberikan cuti yang wajar


"apa karna alasannya ku soal ibu ya?" pikir yira dalam pikirannya


setelah berpikir lama yira pun berterimakasih kepada bos nya itu dan memberikan surat pengunduran dirinya


"terimakasih banyak pak ketua saya sangat berterimakasih kepada pak ketua dan ini surat pengunduran dirinya "


" udah sekarang kamu boleh keluar" ucap bos yira


yira keluar dari kantor dan pulang , dengan sangat senang karna bisa keluar , kemudian mendapat pesangon lagi


"wahh hebat tidak kusangka karna alasanku akhirnya aku bisa keluar dan mendapat pesangon" ucap yira dalam hati sambil berjalan pulang

__ADS_1


__ADS_2