Pacarku CEO Ku

Pacarku CEO Ku
operasi ibu


__ADS_3

yira tengah menunggu ibu yang sedang operasi didepan ruang operasi , dengan perasaan yang penuh khawatiran akan ibunya


setelah hampir lebih satu jam operasi selesai dokter yang menangani ibu keluar yira segera bertanya kepada dokter


"dokter bagaimana keadaan ibu saya " tanya yira khawatir


"operasi ibu anda berjalan dengan lancar , dan beliau akan sadar sebentar lagi" jawab dokter


"syukurlah terimakasih banyak dokter" ucap yira kepada dokter yang kemudian dokter itu pergi untuk menangani pasien yang lain


yira menunggu ibunya yang belum sadar setelah di operasi, tak lama zuhan datang dan bertanya tentang operasi ibu


"kak yira Operasi ibu gimana ? lancar atau nggak" tanya zuhan dengan wajah khawatir


"operasi ibu berjalan lancar , sebentar lagi ibu sadar"jawab yira dengan senyuman


"syukurlah kalau gitu" ucap zuhan


ibu sadar saat mendengar pembicaraan kami "yira , zuhan " panggil ibu saat baru sadar


"iya ,ibu yira dan zuhan di sini"jawab yira


"maaf , karna ibu udah ngerepotin kalian" ucap ibu dengan merasa bersalah


"ibu nggak ngeropotin kita kok , ibu juga harus cepat sembuh supaya kita bisa kumpul bareng/kita juga bisa liburan bareng"ucap yira kepada ibu


"zuhan juga janji bakal belajar yang bener" sambung zuhan

__ADS_1


yira dan zuhan memeluk ibu, mereka saling berpelukan dengan hangat


dua bulan setelah ibu sembuh , dan kembali berjualan bunga, namun yira belum juga berangkat kerja


ibu yang khawatir dengan pekerjaan yira pun, bertanya dengan yira


"yira , kamu nggak kembali kerja kamu udah cuti lama ,apa nanti bos kamu nggak marah?, ibu juga udah sembuh jadi kamu nggak perlu bantuin ibu bisa sendiri " ucap ibu sambil menata beberapa bunga


"ibu , yira mungkin akan pindah kerja di perusahaan lain" jawab yira


"*tapi, apa nggak sayang kamu pindah perusahaan?" tanya ibu


"yira mau suasana baru aja , yira udah nggak nyaman disana, dan ini pilihan yira*" jawab yira beralasan


"kalau itu pilihan kamu ibu akan dukung kamu" ucap ibu


ucap yira sambil memeluk erat ibunya kesayangan itu


"udah dari pada kamu meluk ibu terus mending kamu antar pesanan bunga sana" suruh ini kepada yira


"baik siap ibu" ucap yira bersemangat


yira pergi mengantar pesanan bunga selesai mengantarkan semua pesanan bunga yira mampir ke cafe


terlihat seorang laki - laki sedang memesan yira tampak tak asing dengan laki - laki itu saat yira menatap laki - laki itu , ia berbalik menghadap ke yira


"hai" sapa laki - laki itu membuat yira terkejut

__ADS_1


"kita ketemu lagi , masih ingat saya? yijin"ucap laki - laki itu menyebutkan ulang namanya


"oh, yijin kamu mau makan di sini?" tanya yira


"iya , berkat kamu saya jadi suka untuk makan di cafe ini atau setidaknya ngopi lah" ucap yijin


"gimana , kalau kita makan bareng? saya juga mau makan disini" tanya yira


"boleh juga" ucap yijin


mereka memesan makanan dan makan bersama karna suasana lumayan canggung yira mencoba mencairkan suasana dengan bertanya pada yijin


"kalau saya boleh tahu kamu berkerja apa? kalau saya lihat anda sangat santai " tanya yira


"cuman kerja kantoran biasa, dan ini saya lagi cuti" jawab yijin


"kalau saya jualan bunga buat bantu ibu saya karna waktu itu ibu saya sakit, saya juga dulu bekerja di kantoran ," ucap yira


"waaah, kamu memang anak yang baik ya" ucap yijin memuji yira


"kita bisa jadi teman curhat nihh kalau gini" ucap yira


"iya, gimana kalau kita tukar nomor telepon" ucap yijin


"boleh juga biar nanti kalo mau curhat - curhatan langsung telepon aja" ucap yira dengan senang


semenjak hari itu yira mulai memiliki rasa untuk yijin begitu pun dengan yijin, mereka juga mulai sering bertelepon , dan makan bersama baik membicarakan hal mengenai pekerjaan dan masalah pribadi tentunya walau mereka hanya berteman tapi tampak lebih dari itu

__ADS_1


__ADS_2