
Sepanjang menjalani Ospek selama 5 hari, Rani dilanda penasaran, kemanakah gerangan si pria ganteng. Setiap hari saat memasuki angkot menuju kampus, Rani berharap ketemu lagi sama pria itu. Tapi lima hari berjalan, pupus sudah harapan Rani. Hingga minggu pertama setelah jadwal perkuliahan dimulai si pria ganteng tak kunjung muncul.
Tapi takdir memang seringkali kasih kejutan tak terduga. Justru ketika Rani sudah mulai lelah berharap kemudian datanglah hari ini.
Selesai jam pertama, Rani merasa lapar karena tadi gak sempet sarapan di rumah. Rani memutuskan untuk pergi ke kantin untuk membeli makanan pengganjal perut. Rani pergi ke kantin bersama Kiki. Kiki adalah teman baru Rani, dapat kenalan semasa Ospek. Dengan latar belakang yang hampir mirip, sama-sama anak kedua dari keluarga yang ibunya sama-sama guru dan ayahnya tentara, bedanya ayah Kiki masih sehat sedangkan ayah Rani sudah meninggal dunia sejak Rani duduk dibangku kelas 2 SMP. Karena kesamaan latar belakang itulah Rani dan Kiki jadi cepat akrab. Sejak hari pertama Ospek mereka kenalan, mereka sudah saling merasa seperti temen lama, yang begitu ketemu langsung klop. Mereka juga satu kelompok dalam rangkaian kegiatan Ospek, terlebih rumah Kiki juga satu arah dengan arah Rani pulang ke rumah tante Nia. Begitulah takdir mempertemukan Rani dan Kiki, mereka seperti dipertemukan untuk jadi sahabat.
Rani sering mampir ke rumah Kiki untuk menyiapkan keperluan Ospek bersama. Disitulah obrolan soal latar belakang keluarga masing-masing bergulir, begitu juga rumpi-rumpi soal si pria ganteng dimulai.
Selesai membeli snack di kantin, Rani dan Kiki kembali ke ruang kelas. Sekembalinya ke ruangan ternyata diluar ruangan sudah sepi, biasanya para cowok-cowok kelasnya sering nongkrong mengobrol di luar kelas saat pergantian jam mata kuliah. Rani berkesimpulan sepertinya dosen pengampu mata kuliahnya sudah hadir. Rani mengecek jam tangan, masih jam 09.55 sedangkan mata kuliah jam ke dua seharusnya dimulai jam 10.00, artinya masih aman, bukan dia yg terlambat tapi si dosen yang datang lebih cepat. Sebelum masuk, Rani mengetuk pintu pelan, kemudian saat masuk kelas, betapa terkejut Rani dibuat oleh dosen dihadapannya. Dosen itu tak lain dan tak bukan adalah "si pria ganteng!!".
Rani langsung reflek menepuk tangan Kiki memberi kode kalo dialah pria yang dimaksud. Kiki memekik tanpa suara, "Ooooh ini?" hanya mulutnya saja yang menunjukan kata itu. Rani mengangguk mengiyakan sambil cekikikan menuju tempat duduk mereka.
Jantung Rani berdegup kencang karena senang dan tiba-tiba jadi bersemangat mengikuti kelas ini. Tak lama setelah Rani duduk, pak dosen memulai kelas dengan basa-basi perkenalan. Hati Rani makin membuncah dengan rasa senang karena akhirnya dia tau siapa nama si pria ganteng yang beberapa hari ini membuatnya penasaran. Terlebih lagi, Rani akan pumya kesempatan sering beetemu dengan pria ganteng ini. Ternyata si pria gantengnya adalah dosen statistik, namanya Pak Galih.
__ADS_1
Padahal Rani tidak suka pelajaran yang berbau hitung-hitungan. Tapi demi mencari perhatian pak Galih ganteng ini nantinya, sepertinya Rani akan bekerja keras.
******************
Sepanjang pelajaran, Rani dan juga Kiki tidak bisa konsentrasi sepenuhnya pada mata kuliah karena sibuk cekikikan ngobrol lewat chat whatsapp ngrumpiin si pak dosen ganteng.
"Gak salah ini orangnya, Ran?"tanya Rani melalui chat.
"Ya ampun Ran, ini sih ganteng bangeeeeeeet!. Ada juga ternyata makhluk ganteng begini ya di kampus kita".
"Iya kan!!! Ganteng poooool. Duh senyumnya itu Ki, bikin jantung mau copot, sexy banget!!"
"Gila lu Ran, siang bolong begini jangan kotori pikiranku. Wkkkkkk".
__ADS_1
"Coba kamu liat, lengannya pas nulis di papan tadi. OMG, lemes aku liatnya".
Kiki melotot setelah baca chat Rani, dan melanjutkan obrolan semi mesum di siang hari mereka yang membakar semangat untuk belajar. Hahhahaha. Yang ada semangan buat membakar yang lain kali!.
******************
Tidak selesai sampai disitu, selesai mata kuliah pak Galih, mereka sudah tidak terlalu konsentrasi pada mata kuliah betikutnya mereka sibuk mencari tahu informasi lebih jauh soal pak Galih. Kini bukan hanya Rani yang terobsesi pada pak Galih, rupanya cewek-cewek lain pun ikut ngrumpi soal dia. Pria ganteng seperti itu tentu saja tidak akan pernah luput dari pandangan cewek-cewek. Dari obrolan seru soal pak Galih, bertambahlah teman Rani, bukan hanya Kiki tapi bertambah dua orang lainya yaitu Rina dan Neta. Mereka secara tidak resmi membentuk gank penggemar pak Galih. Rina yang ceplas ceplos rupanya sudah punya gosip soal pak Galih lebih lengkap. Infonya dia dapat dari kakak jurusan kenalannya.
Rupanya pak Galih adalah pindahan dari Jakarta dua tahun lalu. Pak Galih dikenal sebagai dosen yang cerdas, dan banyak jadi idola tentunya bukan hanya karena kecerdasannya, tapi juga karena ganteng tapi dilain sisi dia juga punya latarbelakang keluarga yang terpandang sepertinya. Tapi tidsk ada yang tahu pasti siapa soal ini. Pak Galih aktif melakukan aksi sosial dengan membangun sebuah perpustakaan umum untuk anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar rumahnya. Gosipnya rumahnya sangat besar dengan halaman dan kebun yang besar. Dan info yang paling penting dan ditunggu-tunggu oleh semua orang pastinya adalah soal status pernikahannya. Dilihat dari penampilannya umur pak Galih mungkin sekitaran 35 sampai 40 tahun. Umumnya diumur segitu orang sudsh menikah. Apalagi pria seganteng pak Galih pasti sangat mudah ketemu jodohnya. Semua orang penasaran secantik apa isteri pak Galih kalo memang dia sudah nikah. Namun, kenyataan berkata lain, sungguh dipuar dugaan, menurut info dari kakak kelas informan Rina, pak Galih adalah seorang duda. Hmmmm.... Hal itu tentunya jadi berita yang menyenangkan tapi juga mengagetkan ya. Tapi tidak ada yang tau pasti beliau duda cerai atau meninggal. Hal itupun masih menjadi misteri semua orang. Karena pak Galih tidak terlalu banyak cerita soal kehidupan pribadinya. Mungkin juga karena dirasa tidak terlalu penting, orang-orang jg tidak menggali lebih dalam yang paling penting adalah kenyataan bahwa, pak Galih single!. Cihuy!.
Meskipun sangat seru karena punya temen berbagi cerita soal pak Galih. Namun apa yang di rasakan Rani sepertinya berbeda dari apa yang dirasakan teman-temannya. Teman-temannya mungkin ngobrolin pak Galih hanya untuk senang-senang dan lucu-lucuan saja mengisi kekosongan dan memeriahkan kehidupan kampus. Tapi tidak buat Rani, seperti ada gejolak yang menginginkan untuk bisa lebih dekat dengannya. Tapi melihat dirinya yang hanya mahasiswa ingusan, dan kuper yang berasal dari kota kecil apakah mungkin bisa menarik perhatian pak Galih?.
******************
__ADS_1