
...Senin pagi, jalanan selalu lebih padat dari biasanya dan membuat perjalanan ke kampus jadi menjemukan....
...Tapi hari ini beda, berangkat dengan hati yang bahagia, semua terasa mudah....
*****************************************
...Sejak semalam Rani sudah gak sabar menyambut pagi, demi segera ketemu pujaan hati, si pak dosen sexy....
Karena banyak memikirkan kejadian kemarin, dibumbui rasa GeEr, alias gede rasa. Perasaan banyak berharap pada sesuatu gitu. Rani malah jadi memimpikan dirinya dengan pak Galih. Bisa ditebak lah ya, kira-kira ini mimpi apa si Rani semalam kalo paginya wajah Rani masih berseri-seri dan cengengesan.
Jalanan yang padat dibumbui banyak suara klakson tanda tak sabar, tidak melunturkan wajah ceria Rani pagi ini. Begitu sampai kampus menuju kelas, ia semakin riang, tentu saja karena memikirkan hari ini ada kesempatan bertemu dan melihat wajah ganteng pujaan hatinya. Baru saja selesai memikirkannya, sosok yang ia cari sudah nampak dari kejauhan.
Tubuh tinggi, dan wajah ganteng memang mudah dikenali. Padahal Rani baru sampai gerbang, dan mas Galih ada di lorong depan pintu jurusan yang jauhnya sekitar 50 meter kurang lebih, tapi Rani sudah bisa menangkap bayangan pujaan hatinya.
__ADS_1
Semakin dekat jarak, baru nampak rupanya mas Galih sedang ngobrol dengan seseorang, tapi sepertinya Rani gak kenal siapa orang tersebut.
"Rani!" terdengar suara Kiki memanggil Rani dari belakang, disaat itu, sebelum menengok ke arah sumber suara, sekilas Rani melihat pak Galih juga melirik ke arah sumber suara. Mungkin karena kaget.
"Kamu jalannya cepet banget sih, aku tadi udah liat kamu turun dari angkot pas di parkiran, aku tinggal ngunci motor kok kamu udah ngilang aja."
Cerocos Kiki sambil sedikit terengah.
"Idiiih kesambet setan apa kamu senin-senin semangat?!".
"Oh iya Ki, kamu liat mbak mbak yang ngobrol sama pak Galih gak?" Saat Rani bertanya Kiki langsung reflek mencari sosok yang dimaksud.
"Gak tau tuh siapa, eh tapi kok cakep banget ya mbaknya. Mirip Ola Ramlan".
__ADS_1
"Hah, masa sih?". Sahut Rani sekaligus merasa langsung terancam, mencermati sosok Ola Ramlan. Duh, mana bener lagi yang dibilang Kiki, Sosok yang sedang ngobrol dengan mas Galih ternyata cakep. Siapa kah dia gerangan?. Kalo dilihat dari penampilan dan wajahnya sepertinya bukan mahasiswa, mungkin alumni.
Hingga Rani naik ke kelas yang kali ini berada di lantai dua, mas Galih dan teman wanitanya masih asyik ngobrol. Melihat mas Galih yang sesekali tertawa ceria, Rani jadi agak jealous dan semakin penasaran siapakah sosok itu.
*****************************************
Saat Rani dan Kiki sampai ruang kelas ternyata obrolan tentang sosok yang ngobrol dengan mas Galih di depan ruang jurusan sudah menjadi buah bibir teman sekelas lain. Ada yang memiripkan sosok mbaknya dengan artis Shandi Aulia ada juga yang bilang mirip Ola Ramlan, intinya semua sepakat bahwa dia cantik.
Perasaan Rani makin kesal dibuatnya. Duh, gimana nih, kalo saingannya secantik itu. Manalah mungkin dia bisa menang. Pikiran Rani berkecamuk, lagian mereka kan cuman ngobrol, bukan nyebar undangan, kenapa pula kudu risau?.
Dari sekian banyak massa yang ikut nimbrung membahas soal sosok wanita cantik itu, akhirnya ada sedikit pencerahan. Salah satu teman yang baru saja datang dari toilet mendapat informasi dari kakak kelas yang dia tanyai saat ketemu di toilet tadi. Sosok si mbak cantik itu rupanya adalah kolega sesama dosen dengan mas Galih, namanya mbak Myra.
*****************************************
__ADS_1