
Tangga ku naiki satu persatu.dengan motif tradisional ukiran Jawa.namun sayang...rumah yg bagus seperti itu tak ada satu lukisan pun yang terpampang di dinding...
Hingga ku injakkan kaki di lantai dua.
"Terus mas..dan langsung masuk saja...." suara mbak e tadi ku dengar lagi dari dalam sebuah kamar dengan pintu sedikit terbuka.ada 3 kamar di situ,ke dua kamar yg lain tertutup .ntah kemana semua penghuni rumah ini,kok sepi banget.batinku.
Ku buka pintu kamar itu dan rupanya si embak nya sudah terbaring di ranjang yg bernuansa romantis.seperti kamar pengantin baru.aroma wangi yng begitu menusuk hidung membuatku agak sedikit mual terasa..karna terlalu wangi bau dari kamar itu.
"Misi mbak...." ucapku sambil melepas jaket dan tas yang ada di pundakku,dan ku taruh di kursi yang berhadapan dengan ranjang itu.
Mbak itu hanya senyum dan menganggukkan kepalanya...
Ku buka tas dan ambil peralatan untuk teraphy seperti biasa.
"Maaf mba.mba mau pakai minyak apa? " tanyaku yg ingin tau selera mbak nya..
"Ada melati mas?" Tanya nya sembari duduk..
"Waduhh. ...ndak punya mba..zaitun nggih? " tawarku.
"Oh aku ada...ambil aja di laci meja itu " jawab mbak nya sambil menunjuk ke arah meja di sebelah aku duduk.
"Nggih mba..." ucapku sambil membuka laci yg mbak nya maksud.
__ADS_1
Di dalam laci hanya ada botol yg terbuat dri Kuningan. .dengan berbentuk seperti botol handbody jaman sekarang.
Ku ambil dan peralatan yg lain ku bawa ke tepian kasur itu.
"Silahkan mba...." ucapku sambil meminta mbak nya untuk tiduran telungkup. Seperti biasa ku teraphy sama yg lain..
Sambil melihat seisi kamar itu yang merasa membuat ku agak ganjil.ganjil karna beda dari kamar orang-orang sebelumnya.
Ku pegang ujung kaki untuk mulai teraphy,dan terasa dingin kaki itu.
Ahh mungkin karna mbak daritadi menginjak lantai. Jadinya dingin,,,pikirku.
"Pelan pelan ya mas..." ucap mbak itu ...
Usapan demi Usapan di sertai pijat
Disertai Pijatan untuk memulai merelaxsasikan peredaran darah...
"Naik dikit mas..." ucap mbak itu pelan.
"Ya mbak..bentar.disini di ratain dulu urutnya,biar enak..." ucapku yg masih memijat pada area kakinya.
Mbak itu hanya ngangguk pelan.
__ADS_1
Bau wangi yang menyengat makin terasa...di tambah lolongan anjing mulai bersahutan.
"Mas...."ucapnya..
"Ya mba..." jawabku...
"Kamu tuh orangnya pemberani ya..." ucap mbak itu lagi.
"Ndak mbak...hanya keharusan aja lewat sini.daripada muter jauh lewat Semarang. .." kilahku. ..padahal nyali ku saat itu ciut juga.
"Nanti mas kalo capek tidur sini saja...gak usah pulang " pinta mba itu...
" jangan mba.nanti juga orang tua sampean marah. Atau sodaranya sampean.dan juga sy sdh terbiasapulang larut malam.."tolak ku.
"Aku tinggal sendiri mas.keluargaku semua meninggal dlm kecelakaan di jalan tikungan sana" ucapnya sambil menunjuk ke arah dimana aku menjadi teringat dg sosok yang ku temui tadi.yang hilang saat ku toleh
Mba wanti banyak bercerita soal tragedi yang menimpa keluarganya.miris,sedih dan takut saat ku mendengar semua itu.
Sementara di luar,lolongan anjing makin terdengar bersahutan.kain jendela terbuka sendiri yg tertiup angin dari luar.aku mencoba beranjak untuk menutup jendela itu
tapi mbak wanti melarang ku sehingga aku pun tidak jadi menutup jendela itu
******
__ADS_1