
Tak menunggu lama...bapak itu melemparkan tasbih yang ada di tangan nya ke arah ku.entah ada kekuatan apa,hingga aku dan ibu ibu di sampingku jatuh ke lantai .bersamaan dengan itu ..si wanti berteriak kencang hingga terasa dinding sedikit bergetar..
Dengan menahan sakit di leher aku mencoba bangkit,namun ibu di sebelah ku masih terdiam.ku lihat wanti menghilang setelah dia berteriak tadi.
Bapak itu mendekati ku..
"Sampean nggak papa mas?" Tanya bapak itu sambil jongkok di sampingku.
"Nggak papa pak.." jawabku yang masih menahan sakit sambil ku pegangi leherku.
Di pintu,rupanya warga sudah berdatangan.,yang muda tua anak laki dan perempuan.mereka datang mungkin karna mendengar kegaduhan yang ada di rumah itu.dan akhirnya mereka membawa mirna serta ibu itu ke puskesmas terdekat...
Saat mereka pergi...tinggal aku dan bapak itu di rumah mbak mirna.
"Mas.silahkan minum air ini.semoga luka di lehermu cepat hilang.karna itu bukan luka biasa" ! kata bapak itu sembari duduk di kursi tamu itu,setelah mengambil air putih segelas dari dalam.
"Nggeh pak..."! ucapku yang langsung menjalankan perintah bapak itu.sakit di leher mulai terasa berkurang."Alhamdulillah "bisik ku.
Setelah bercerita bla bla bla.aku di suruh bapak itu untuk membakar semua uang yang ada dalam tasku.
seandainya uang itu halal...mungkin sekarang aku sudah jadi tuan takur di desaku.
Beberapa hari kemudian,setelah semua baik baik saja dari kejadian itu.
__ADS_1
Ada sebuah panggilan lagi dari seorang perempuan .dengan nomor yang asing...
Aku pun mengiyakan panggilan itu.
Waktu sudah hari H nya.dan aku pun mendatangi tempat itu pukul pkl 20.30 an.
Rumah itu biasa.namun dengan kondisi yg sepi dengan kanan kiri msih perkebunan.
"Masuk aja mas...nggak di kunci kok. " terdengar suara yang sama yang telpon itu...
"Ya buk..." jawabku yg langsung membuka pintu itu...
"Mbak wanti.....!!!" Ucapku kaget, karena tahu siapa yang akan ku pijat malam itu ..
Wanti.....!" Ucapku kaget...rupanya si Wanti belum kapok juga di hajar bapak bapak yang kemarin itu pikirku.
Dengan gaun malam yang membuat seluruh keindahan tubuhnya samar samar terekspose.membuat laki laki di dunia ini pasti akan mengajak (olah raga) dengan
nya.memang,saat itu dia terlihat cantik wajahnya.
"Wanti...tolong jangan ganggu aku lagi.
Kita beda alam.dan akan bisa bersatu. .." Ucapku sedikit menghiba, agar ku bebas dari situasi ini dan pergi.
__ADS_1
Tiba tiba pintu di belakang ku tertutup. .aku pun sempat menoleh ke arah pintu itu.
"Duhhh. ..modyarrr akuuuu. .." bisikku sewot.
"Mas..aku menyukaimu.aku selalu rindu permainan mu.jadilah raja di istana ku ..aku gak perduli soal alam kita...aku hanya ingin menginginkan mu..selamanya hihihi. ..." ucap Wanti panjang lebar x tinggi.
"nggak wan. ..aku nggak bisa..." ! Ucapku menolak.
"Kamu harus mau mass,,,,!" Bentak Wanti seketika.
"Sekali enggak tetap nggak gak bisa wan....!" Ku mencoba bertahan dengan prinsipku. .
"Baiklah mas..jika kamu harus di paksa...!" Ucapnya sambil tangan nya bergerak seperti mau mengeluarkan jurus entah apa yang dia gunakan sehingga seakan wajahku tertampar angin kencang yang membuat perasaan ku padanya menjadi suka...
"Sekarang,,,kemarilah mas..kita bersenang senang selamanya..." ucapnya sambil melambaikan tangan nya pelan ke arahku. ..
Aku pun seperti kerbau yang nurut sama tuanya. AKu berjalan pelan mendekati nya...baru tiga langkah aku berjalan.tiba tiba terdengar ketukan keras di pintu,di iringi teriakan seseorang dari luar. ..
" Wanti. .buka pintu ini...dan jangan ganggu masnya lagi....!" Ucapan yang ku dengar seperti suara mirna. Dan ketukan itu terus di dilakukan oleh mirna. ..
Kesadaranku mulai sembuh lagi.dan ku lihat Wanti menjadi emosi.
"Kurang ajar. .." dengus Wanti. .
__ADS_1
"Mengganggu saja...." lanjutnya.
Aku bergegas ke pintu.dan mencoba membukanya