
anak kelas D yang mengikuti turnamen itu memulai latihan di lapangan , teman sekelas mereka menjadi lawan tanding
Nicola sangat bersemangat ,sihir tamengnya susah untuk di tembus
sedang melakukan latihan , anak kelas B jenjang pertama tiba!
mereka terlihat cukup kuat .disana ada Edward Snowden bocah yang mengusir kami di kantin ,
" hai sebaiknya kalian pergi dari sini kami akan mengunakan lapangan ini untuk berlatih ,!!"
" hai - kami memakainya terlebih dahulu " Pau sangat kesal
seseorang tiba di belakang Edwar mengeluarkan aura kuat , semua siswa kelas kami kelihatan gemetar , di tambah dengan tubuh tinggi , besar dan berisi memakai ikat kepala dan rantai pada celananya ia bernama Thomas ketua kelas B ia cukup kuat dan tangguh
" oh kelas D ya- maaf kan kami. bolehkah kami memakai lapangan ini? " ia sangat sopan sambil memegang kepala belakang memberi kami hormat , tapi aku merasakan itu sebuah ancaman
" baiklah kami sudah latihan kok !" aku mengalah dan menghargai kesopanannya meski dibarengi ancaman
Pau dan Rui tidak terima akan hal itu , semua siswa kelas D sama ,meski ada ketakutan mendatangi mereka
" lebih baik kita istirahat dulu di tribun penonton , cuaca sudah mulai panas "
Cici mengarahkan siswa kelas D
" ahaah kelas rendahan takut dengan panas Ahaha-" Edwar mulai mengompori keadaan
tapi kami tidak mendengarkan dan pergi , Edwar sangat kesal karena di abaikan. dia menatap jauh pada kelas D
Pau berkata
" mengapa kau selalu saja mengalah Hito sekali-kali kita harus melawan mereka itu agar tidak semena-mena"
" benar Rehiro , apa kau ingat perkataan mu kau tidak ingin memiliki seorang pecundang di kelas D bukan " Rui membenarkan maksud Pau
" sudah tenanglah , lebih baik kita saksikan saja latihan kelas B itu , " Hanabi menanggapi
" wah kau cukup cerdik Hanabi aku tak menyangka kau cerdas" Pau memuji Hanabi
" kau saja yang bodoh dari tadi mengedepankan emosi belaka saja !!" Hanabi dengan mulut tajam nya
Pau hanya diam dan menatap kosong , semua murid tertawa mengejek kebodohan Pau
latihan kelas B dimulai dari segi kekuatan mereka sangat unggul dari kelas D , energi sihir terpancar jelas , daya hancur serta efek serangan sangat efektif terlebih Thomas ia memiliki sihir angin sangat dahsyat menghasilkan tornado , sehingga membuat murid kelas B lainnya terhempas hingga ke bangku penonton , kami tidak terkena efek itu karena Nicola melindungi kami
tapi aneh sekali Edward hanya menjadi lawan latih tanding Thomas dan teman-teman nya sepertinya Edwar tidak akan terlibat dalam pertandingan antar kelas
" kalian lihat si Edwar itu !. ia hanya kacung yang Sok di kelasnya !" Rui mengkritisi
__ADS_1
" benar dia tergabung dengan anak-anak yang tidak ikut bertanding !" Pau menanggapi
Marine tiba di lokasi
" maaf aku terlambat apakah kalian sudah selesai latihannya !!"
" dari mana saja , kenapa kau baru tiba Marine? Cici bertanya
" maaf ketua tadi ada urusan sebentar !!" marine sambil tersenyum
aku dan Saru merasakan terjadi sesuatu hal, akan lebih baik tidak boleh ditanya lagi
" ah duduk lah Marine jangan di pikirkan lagi !!"
ucap ku
Marine berjalan kearah ku serta duduk di samping ku
" mengapa kalian masih disini , seharusnya ini latihan kelas kita bukan ?" Marine bertanya
melihat gerak mulut Pau ingin memberitahu keadaan sebenarnya Saru langsung menutup mulut Pau yang ember itu !!
Saru pun merespon
" tidak kita ingin melihat seberapa besar dari kekuatan calon lawan di pertandingan nanti "
" apakah itu benar Hito " Marine melototi ku
" itu benar Marine " aku berhasil menjawab dengan tenang
Marine melihat cara bertarung kelas B ia menganalisa pertarungan kekuatan serta daya tempur merak
dilihat dari perkataan Marine dalam menganalisa kelas B. sepertinya Meraka masih belum terasah dan cukup kasar dalam mengeluarkan energi sihir ini sangat fatal dalam pertarungan
semua murid mendengarkan Marine dengan serius , ia sangat ahli dalam menganalisa lawan sampai taktik dan strategi lawan , tapi kelemahan marine ,ia mudah terpancing emosi
seseorang tiba, wanita cantik dan aduhai cukup berumur tapi perawatannya badannya sangat baik berambut kuning kulit putih mendukung
wali kelas B Amanda cold! mantan tentara angkatan laut Lucia
semua murid kelas B berhenti dan memberi hormat pada bu Amanda
siswa kelas D pertama kali melihatnya pun terkagum , seakan jatuh cinta
Pau sangat heroik dengan ini , sang pemimpi populer
ibu Amanda menatap ke arah kelas kami , sepertinya ia mencari seseorang ,
__ADS_1
dari lirikan matanya ia melihat ke arah Marine , tebakan ku betul tentang terjadi suatu hal sebenarnya apa yang terjadi antara Marine dengan ibu Amanda
Marine pun menatap serius Amanda , sepertinya ada masalah antara dua orang ini
keadaan pun kembali tenang Amanda memalingkan wajahnya dan menyapa murid kelas B
" hai kalian bagai mana hasil latihannya ?"
" cukup baik Bu mungkin hanya perlu di asah saja !!' Thomas membalas ibu Amanda
" kalian jangan terlalu memaksakan diri oke !!" ibu Amanda sambil memberikan tanda jempol pada mereka
" baik Bu !!' mereka serentak
ibu amanda meninggalkan lapangan itu ia duduk di tribun berhadapan dengan kelas kami , di sebelahnya ada seorang murid perempuan memakai payung berwarna hitam
parasnya tidak terlalu jelas karena di tutupi oleh payung itu
semua murid kelas D heran dengan murid itu di cuaca panas begini ia bisa bertahan dengan pakaian hitam serba tertutup .
ruang guru akademi
pak Ginos sedang berbicara dengan seorang guru ia berpenampilan tinggi berambut pendek hitam memakai kacamata , dia wali kelas C bernama Koin Serverus Mantan kapten prajurit angkatan darat
percakapan mereka terlihat tegang seperti ada konflik diantara mereka sebenarnya apa yang terjadi .
seseorang tiba dari arah belakang , memegang pundak pak Ginos dan pak Koin
" kalian jangan bertengkar terus malu dengan murid !!!" sambil menatap membunuh kepada keduanya
dia adalah kepala akademi seorang wanita tua rambut berwarna putih membungkuk memegang sebuah tongkat tengkorak memakai jubah dan ada lingkaran hitam pada kedua matanya
bernama Santa Maria atau dipanggil nenek Santa dia sangat kejam dalam mendidik para murid akademi
walaupun ia tua tapi kekuatannya masih cukup hebat
keputusan apapun yang di ambil tidak bisa di ganggu gugat , hanya ketua OSIS lah yang bisa membantah keputusannya itu
nenek Santa berjalan meninggalkan kedua guru terlibat konflik itu , pak Ginos dan pak Koin memilih pergi . mereka sangat takut pada nenek Santa , bagaimana tidak ketika pak Koin dan pak Ginos menjadi murid nenek Santa menjadi wali kelas mereka , sangatlah paham betul dengan sifat dan kekuatan gurunya .
di kerajaan
raja sedang melihat ke arah jendela , ada seseorang duduk di kursi tamu raja , wanita cantik sedang memegang sebuah surat yang dibuang oleh raja tentang pertemuan membahas wacana kekaisaran Utara !!
__ADS_1