Pasukan Black Blood

Pasukan Black Blood
Kelas D


__ADS_3

matahari telah menampak kan sosoknya yang terang ,


bersama dengan Pau bersiap pergi ke Akademi , baju yang digunakan seperti pakaian akademi biasanya , memakai jas hitam untuk pria, dan juga wanita tapi ada yang membedakan terdapat lambang kelas di sebelah kiri dan lambang kerajaan berbentuk Burung elang di sebelah kanan


kami pun berjalan dengan santai seolah tidak ada beban sedikit pun


hari ini terasa menyenangkan bagi ku pertama kali menjalani kehidupan normal tanpa ada yang gangguan


tak lama terlihat di ujung jalan sekelompok orang sedang menindas , mereka adalah siswa jenjang dua di sisi kiri terlihat mereka dari kelas B , aku tak mengerti mengapa mereka demikian


Pau bergegas ke kerumunan itu , tapi aku menahannya


" kau jangan ikut campur , lihat saja apa yang terjadi !" aku menatap Pau


" apa yang kau bilang Hiro ! mereka merundung teman sekelas kita , " dengan nada Lantang


aku tidak menyadari hal itu ,mengira ini urusan jenjang kedua , karna ini pertama kali masuk akademi saat di asrama pun lebih sering tidur dengan rasa nyaman


kami mendekat ke kerumunan itu terlihat ia sedang di hajar jenjang ke dua, sebenarnya aku sangat iba dengan Nya tapi lebih baik tidak terlibat ,karena suatu alasan


Pau berniat menghajar jenjang ke dua , aku merasakan niatan itu .segera di hentikan


" Pau sudah kita jangan ikut campur dulu , bukan kau saja yang panas , aku merasakan hal yang sama !!"


" jadi kau akan membiarkan begitu saja !!"


" aku ingin melihat bocah itu bertarung dengan kemampuan nya sendiri , aku menganggap orang yang masuk ke akademi mereka kuat "


Pau hanya terdiam , berangsur menjauh dari tempat itu


kami tiba di lokal semua siswa terdiam karena kejadian pagi itu


seseorang siswa pun berteriak


ia adalah Rui seorang pria berandalan tinggi memakai tindikan di telinga berambut merah menyala mata hitam nya penuh amarah


" hai kenapa ini aku tidak terima dengan perlakuan mereka terhadap anak kelas kita !!!"


ia sangat marah


" huh itu salah anak itu mengapa ia tidak melawan , apa dia sangat lemah !!"


seorang wanita berambut biru panjang bermata biru membalas ucapan Rui , dia adalah Hanabi


" kau wanita bodoh apa diam saja melihat teman mu di rundung mereka !!"


" dia bukan teman ku hanya kebetulan sekelas saja !!!'


"apa kau bilang !!!' Rui mendekati wanita itu dan menatap wajah nya


" sebaiknya jaga ucapan mu aku tidak akan segan segan dengan mu walau kita sekelas !!!"


Hanabi menantang Rui

__ADS_1


seorang wanita berkaca mata dengan sikap dingin melerai meraka , ia adalah Cici berbadan bagus rambut pendek se bahu berwarna hijau ,bola Matanya merah dilindungi kacamata bulat ,


" lebih baik hentikan kalian berdua pelajaran sudah akan segera di mulai lebih baik nanti kita bahas masalah ini !!'


anak yang di rundung tadi tiba ! dengan pakaian kotor dan juga sobek


semua orang memandang anak itu , ia bernama "Saru " badan pendek tinggi sekitar 159 cm berambut hitam bermata Kuning dia terlihat pendiam , ia menundukkan kepala saat memasuki kelas ,


anak itu berjalan ke arah ku dan duduk bersebelahan


Pau memerhatikan dan merasa iba , tapi aku merasakan sesuatu hal didekatnya , bocah itu sepertinya hanya berpura-pura lemah


" hai Saru aku tau kau Kuat , memang lebih baik tidak menunjukannya tapi tolong jangan mau seenaknya kau di injak !!"


" terimakasih kawan , kau bernama Hiro bukan aku ingin berbicara pada mu setelah jam ini berakhir !!'"


pelajaran berlanjut wali kelas kami masuk , tak di sangka hal mengejutkan ,


seorang mantan pasukan elit kerajaan Menjadi Wali kelas kami ia adalah Ginos Sito , mantan kapten number 12 prajurit elite khusus kerajaan Lucia Force


Lucia Force adalah prajurit terkuat kerajaan Lucia. mereka orang orang terpilih dari hasil pelatihan neraka dan juga prajurit yang sangat disegani dunia terutama wilayah utara


perawakan tinggi berambut hitam banyak bekas luka pada tangan dan wajah nya


ia memilih pensiun dari militer setelah perang 5 tahun yang lalu di teluk tersier kerajaan Vanda


" hari ini aku akan menjadi wali kelas kalian !, mungkin sudah ada yang mengenalku !!"


pak Ginos melanjutkan pembicaraan


" tahun ini murid kelas D yang baru harus memiliki kekuatan pertempuran karena untuk meminimalisir kejadian yang tak di inginkan,


aku di tugaskan melatih kelas ini agar bisa sejajar dengan kelas lainnya , peraturan dikelas ku hanya satu , jangan jadi pengecut !"


semua siswa seperti bersemangat aku hanya menoleh ke jendela kelas ,


pak Ginos memulai pelajaran ,menyuruh para siswa perkenalkan diri di tempat duduk masing-masing dilanjutkan pemilihan ketua kelas D , semua siswa bertanya-tanya siapa yang pantas memimpin murid kelas ini , terlintas firasat buruk , sepertinya ada seseorang yang akan memperburuk suasana kenyamanan ini , benar Pau mencari ulah!! dengan merekomendasikan Aku menjadi Ketua Kelas , semua orang terkejut ,! aku membantah dengan cepat


" maaf pak aku tidak mau jadi ketua , lebih baik aku menyarankan Cici menjadi ketua pak "


aku melihat kelicikan Pau disini tapi , segera berhasil mengatasinya


Cici melihat ke arahku dan berkata


" atas dasar apa kau memilih ku menjadi ketua kelas !" Cici sangat dingin


" karena kejadian barusan, sikap dingin dan tenang menanggapi permasalah , serta perdebatan antara Rui dan Hanabi " dalam pikiran ,ini jawaban terbaik saat ini


Pau dengan lantang dibarengi percaya diri tinggi berkata


" wah itu ide bagus pak Ginos , Hiro wakil dan Cici Ketua bagaimana semua apa kalian setuju? " Pau seenak nya dalam memutuskan sesuatu


semua siswa setuju Rui dan Hanabi setuju walau terlihat cuek , Saru hanya tersenyum

__ADS_1


" baiklah sudah di pastikan Cici dan Hiro menjadi pimpinan kelas ini , di militer keputusan pimpinan adalah mutlak , biasakan diri kalian !" pak Ginos mengakhiri kelas dan berjalan keluar ruangan


Pau terlihat terkejut atas perkataan itu , ia melihat pada ku dengan wajah mengatakan " tolong jangan usil pada ku "


aku hanya membalas dengan senyuman iblis kepada Pau


aku berjalan keluar kelas , Saru telah menunggu dan mengajak ke balkon sekolah seperti ada sesuatu penting yang disampaikan


kami telah sampai di balkon sekolah Saru mengeluarkan sebuah kertas dan berkata


" hai Hiro ada titipan dari seseorang untuk mu! "


dengan wajah datar dan serius


" dari siapa ini !!" aku melihat kertas itu tidak asing


setelah membukanya dan bertuliskan " kau tidak bisa lari dari ku , aku akan mengejar mu kemana pun "


dengan spontan langsung membuang kertas itu , keringat bercucuran ditubuh tak mengira ia menemukan ku dengan mudah , tetapi siapa Saru sebenarnya mengapa ia bisa kenal dengan orang ini !


" Saru siapa kau sebenarnya? mengapa kau mengenali orang itu !" aku mengeluarkan sedikit aura sihir ku pada saru


Saru pun mengeluarkan auranya , ia memiliki kekuatan besar, menatap tajam pada ku sembari berkata


" aku tau siapa kau Hiro , aku adalah rekan dari orang tersebut( menulis surat kepada Hiro ) bisa dikatakan saudaranya !"


aku teringat orang itu mempunyai tiga saudara aku mengetahui dua orang saudaranya itu tapi tak mengira Saru adalah saudara ketiga


" kalau begitu Saru apa tujuan mu masuk akademi ini dan mengapa kau berpura-pura lemah tadi pagi ?"


" tidak lebih alasan ku sama dengan mu , ! " Saru mengeluarkan air mata kesedihan serta merengek seperti anak kecil


" Hiro apakah kau tau karena kau aku tersiksa olehnya , dia memaksaku mencari mu kemanapun! , aku menginginkan kehidupan yang santai dan damai tapi setelah kau pergi tanpa kabar ia mulai menyiksaku bodoh!!!!'"


aku menghampiri Saru , dan memeluk nya dengan erat , tak lama air mata kami menetes meratapi nasib ini


" kau benar ! aku pernah di posisimu mari kita meratapi nasib ini bersama huaa......!!!!"


kami menangis sambil merengek


Pau datang dengan santai dia kebingungan melihat keadaan kami dan bertanya


"woi kalian ngapain , juga berpelukan apa kalian homo ? ahaah...hah.." dia kelihatan santai rasa marah tadi pagi kemana? .


melepas pelukan kepada saru dan berkata


" bodoh , kau tidak akan pernah merasakan apa yang kami rasakan berdua , Kami ternyata senasib ," aku merengek pada Pau


Pau kelihatan kebingungan dan menenangkan kami berdua , ia menjelaskan pada kami bahwa Cici ingin berdiskusi sepulang sekolah ...


setelahnya kami pun turun dari balkon sekolah , karena jam istirahat telah berakhir pertanda bel di patung itu(patung elang yang sedang terbang di kakinya terdapat bel sekolah ) berbunyi.


di surat yang diberikan Saru terdapat sebuah kode yang menandakan pergerakan telah di mulai ,!!!

__ADS_1


__ADS_2