
semua telah berkonsentrasi pak Ginos berjalan melihat siswanya , beberapa menit berselang pak Ginos menghentikan .
" sekarang kita akal latihan pertarungan kalian coba menyerang target dengan kekuatan sihir yang kalian punya " sambil menunjuk kearah boneka di ujung lapangan
pertama adalah giliran Cici sebagai ketua kelas dia adalah contoh yang baik untuk semua siswa
" teknik kecepatan "berpindah"!! huaa...." Cici yang memegang pedang berpindah seketika di belakang boneka itu dan menebas tanpa belas kasihan , kekuatan Cici adalah kecepatan ,
lalu Pau menunjuk dirinya
Pau dengan tenang menatap boneka itu
" teknik ring ! pengikat!!! " boneka itu terikat oleh ring ciptaan Pau dan hancur , Pau memiliki kekuatan seperti menciptakan sihir pengikat
Rui mencoba kesempatan
" teknik jarum ! akupuntur !!" Rui melepas sihirnya mengubah energi sihir menjadi jarum memang sangat efektif bagi serangan diam-diam
Hanabi berkonsentrasi penuh
" ilusi Bunga, serangan beruntun!!' Hanabi menciptakan ilusi bunga yang sangat indah tapi matikan saat digunakan sebagai senjata
giliran Saru
" teknik kabut ,, kepadatan awan !!"
awan ciptaan Saru memadat seperti tombak dan menancap pada boneka itu
semua siswa telah melakukan uji coba sihir saat giliran ku semua orang telah istirahat dan satu-persatu meninggalkan lapangan mulai Menganti pakaian untuk pelajaran selanjutnya
" baiklah Hito giliran mu !!" pak Ginos memberi aba-aba
" sihir benda , Kubus !!' aku menciptakan kubus membalut kepada boneka itu , pak Ginos merasa heran dengan sihir ku
tidak terjadi apa-apa aku hanya tertawa dan memegang kepala ,
"aduh sihir apa itu , kau memang cocok berada di kelas ini menurut ku itu berguna sebagi batu loncatan untuk para prajurit di Medan pertempuran, jangan kecewa Hito mari berganti pakaian !!" pak Ginos menghiburku ..
tapi ia tidak mengetahui dan hanya melihat sekilas , aku sengaja melakukan itu boneka yang di baluti sihir ku tiba-tiba melenyapkan boneka itu tanpa jejak .
waktu istirahat telah tiba aku berniat pergi ke kantin akademi terlihat banyak siswa disana , Pau dan murid lainnya memegang makanan sambil berdiri mereka melihat tempat duduk telah penuh ,
aku menghampiri mereka . terlihat di ujung ada sebuah tempat duduk yang kosong segera melangkah menuju kesana ,
kami hanya berempat Pau, Saru aku dan Rui
sekelompok siswa kelas lain datang mereka terlihat jenjang pertama sama seperti kami tapi di bahu kiri tampak anak kelas B mereka menghampiri kami
"hai kalian kelas D minggir dari sini tak pantas sampah duduk disini ahahah" mereka tertawa
seorang siswa berbadan sedang berambut kuning dia sepertinya sangat kuat
Rui terbawa emosi dan hendak memulai perkelahian , cepat aku menahannya
" oh kau mau bertarung sampah ahaha" mereka memprovokasi keadaan
" sudah lah kami akan segera pergi dari sini " aku membawa teman-teman meninggalkan tempat duduk itu
" kau bocah tinggi seperti preman , kalau tidak salah namun Rui bukan . aku Edward Snowden ingat nama itu " dia memperkenalkan dirinya tanpa di tanyai oleh kami
__ADS_1
Rui sangat kesal sekali, ia selalu membayangkan perkataan Edward
" Hito kau ini pemimpin kami mengapa kau mengalah , apa kau mengira kita akan kalah !!" Rui kesal dengan sikap mengalah ku
" Rui untuk apa bertarung dengan mereka , aku sangat malas bertarung kalau tidak ada keuntungan , lebih baik mengalah dan pergi ke balkon ini. kita bisa melihat pemandangan dari atas sini lebih baik dari kantin tadi " aku membujuk Rui agar tidak marah lagi
" kau benar Hito selanjutnya mari kita makan disini saja sangat tenang " Pau membenarkan perkataan ku
" maaf sikap arogan ku tadi Hito , aku sangat kesal kepada mereka apa salah kita sampai-sampai mereka merundung kelas kita !"
Rui merangkul semua dan mulai menikmati sisa makanannya
jam pelajaran dimulai , terlihat semua murid mengelilingi seseorang dia adalah Nicola seorang murid berbadan besar berambut rapi berwarna hitam terlihat habis di rundung kelas lain , pakaian sangat kotor dan sobek beberapa coretan di baju bertuliskan " babi gendut kelas D ,
Nicola tampak menangis dan menundukkan kepala. Cici melihat itu ia memenangi Nicolas
Rui sangat marah dan bertanya
" siapa yang melakukan itu Nicolas ?"
" mereka murid kelas C tapi jenjang ke Dua " di jawab oleh Hanabi dengan mengepalkan tangan nya
" apa mereka yang sama merundung Saru ??"
Rui bertanya kembali
" sepertinya tidak mereka mungkin sekelas tapi tidak dengan orang yang sama !!" Hanabi memberikan keterangan
Rui yang mudah emosi bermaksud menemui anak kelas c tapi lagi dan lagi aku menghentikan tindakan nya
" sudah Rui kau jangan emosi , itu tidak akan menyelesaikan masalah !" aku menenangkan nya
" sudah hentikan mari duduk semua kelas akan dimulai !!" Cici memberi perintah
aku sebenarnya yang tidak bisa menahan emosi . dengan sikap tenang dan tidak terjadi apa-apa melangkah keluar kelas berniat menemui jenjang kedua kelas C itu
" kau mau kemana Hito ?' Pau bertanya
" oh aku akan keruangan guru , sudah cukup terlambat pak Ginos tidak datang
" eh tumben biasanya kau senang pak Ginos terlambat ahahah" Pau mudah sekali melupakan suatu kejadian
" sudah biarkan saja itu sudah menjadi tugasnya " Cici sepertinya mengetahui maksud ku dan mengizinkan untuk melakukannya
aku pergi ketempat dimana Nicolas di rundung disana siswa kelas c jenjang kedua berkumpul orang-orang itu yang merundung Saru dan Nicolas
seorang berbadan besar berpakaian seperti preman dan rambut mohawk berwarna
" woi bocah kelas D jenjang pertama mengapa kau sendirian di sini apa ingin balas dendam atas temanmu ?? haha....." mereka tertawa bersama
mereka berjumlah 12 orang berbadan besar dan kuat mereka memang cocok menjadi prajurit kerajaan
" aku datang hanya meminta maaf dan bertanya mengapa kalian merundung teman ku apa salah kami , setau ku kami tidak pernah menganggu kalian ?" aku masih tenang dan tak mengeluarkan emosi
seorang berbadan kurus berambut panjang hitam datang dari arah kerumunan sepertinya ia sosok pemimpin geng ini
" kalian tidak salah kami hanya membersihkan sampah yang terlihat " dia menghina kami dengan perkataannya
tiba tiba serangan langsung mendarat pada ku mereka berniat untuk merundung ku sebuah sihir api dan petir menerjang ku , melihat keadaan yang sepi memang cocok untuk memulai pertarungan tanpa sepengetahuan guru
__ADS_1
mereka melakukan penyerangan bersamaan , aku menghindar dengan tangkas terlihat posisi mereka sangat hebat strategi sangat terlatih seperti nya aku akan kalah, lawannya 12 orang jenjang kedua
" kau cukup hebat untuk menghindar sebagai lalat , aku perkenalkan diri untuk memberi apresiasi sudah cukup lama bertahan , nama ku adalah Domos Wonde " pria kurus itu memperkenalkan diri
tapi aku hanya diam dan berkata
" ah baiklah aku cukup bermain dengan kalian dari tadi mengatai kami sampah , lihat siapa sampah sebenarnya " aku mengjentikan jari pada mereka
seketika tubuh mereka terlilit oleh sihir kubus ku , mereka awalnya tidak panik dan percaya diri menghancurkan sihir itu , tapi mereka menyadari menatapku dengan keputusasaan
sihir ini sebenarnya sangat efektif dalam melawan musuh dalam jumlah besar maupun kecil
dengan santai aku menatap wajah keputusasaan mereka , diriku tidak terkendali lagi nafsu membunuh selama ini keluar dengan sendirinya saat ingin melenyapkan mereka semua! pak Ginos bersama seorang wanita tiba
aku terkejut pak Ginos dengan mudah menghancurkan sihir ku , wanita bersama pak Ginos berpenampilan cantik berambut merah bola mata merah yang indah badan ramping idaman semua pria , aku mengenalinya dia adalah wanita yang dimaksud oleh Ela dan Saru
semua jenjang kedua kelas C pingsan tak sadarkan diri
" apa maksudnya ini Hito ,aku menyadari berbahayanya dirimu saat latihan tadi kubus itu sangat efektif dalam pembunuhan masal !!" pak Ginos menatap waspada pada ku
" tidak ada pak maafkan aku terlalu berlebihan aku tak menyangka kalian menyadari nya padahal aku telah memasang sihir untuk menutupi ke keberadaan kami !!"
" itu berkat sihirnya ( pak Ginos menunjuk wanita itu ) apakah kau bisa menghilangkan ingatannya 5 menit yang lalu ?" pak Ginos bertanya pada wanita disebelah
" kau jangan memerintah !!, aku sudah melakukanya saat kau menghancurkan kubus si bodoh itu " wanita itu terlihat kejam dan kasar
" lama tak jumpa Marine kau terlihat sehat seperti biasanya!" aku sangat gugup dan takut
" apa ini Hito kau mengeluarkan kemampuan mu hanya untuk melawan para sampah sialan ini !" Marine menendang bocah kurus yang tergelatak dibawah kakinya
"kalian saling kenal ya kalau begitu Hito bimbing Marine ke kelas " pak Ginos sangat tenang dengan keputusannya
aku membawa Marine ke kelas dengan perasaan Takut dan waspada di belakang kami diiringi oleh pak Ginos
sampai dikelas pak Ginos memperkenalkan Marine kepada semua , Pau terlihat senang dengan kehadiran wanita cantik dikelas
" harap tenang semua Marine perkenalkan dirimu !" pak Ginos memberi perintah
" aku Marine sebenarnya aku sama-sama masuk akademi ini dengan kalian tetapi ada beberapa alasan keterlambatan mengikuti pelajaran di akademi , " Marine dengan sedikit cuek dan perhatiannya tertuju pada ku dan Saru
"mengapa kau ingin masuk akademi Marine?" Pau bertanya
" tujuanku meminta pertanggung jawaban Hito terhadap ku !!!" Marine menjawab tanpa pikir panjang
semua siswa melihat ke arahku dengan tatapan jijik , mereka menganggap ku seperti seorang sampah yang tidak bertanggung jawab Rui hanya menundukkan kepala , sementara Cici dan Hanabi menatap tajam pada ku , pernyataan dari Marine membuat semua orang salah paham
" hai Hito apa yang kau perbuat aaaa!!!" Pau mencekik ku kesal
" apa yang kau lakukan bodoh , memang sih ada beberapa alasan " aku memalingkan wajah dari Pau
" kan...... aku bunuh kau Hito " Pau sangat kesal
setelahnya Marine berjalan ke arah ku dan menatap tajam pada Saru memberi perintah secara tak langsung menyuruh Saru pindah dari sebelah ku
semua orang kembali menatap ku dengan jijik dan tajam
" apa kau telah bertemu dengan Nya ?" Marine bertanya pada ku
" i....a kami telah bertemu " wanita yang di maksud oleh Marine itu adalah Ela
__ADS_1
pelajaran dimulai didekat Marine aku selalu gugup dan was-was .....