Pasukan Black Blood

Pasukan Black Blood
Ada Yang Menganggu pertarungan


__ADS_3

cahaya itu menghilang kumpulan asap telah berlalu , terlihat Ela dan Marine diam seperti patung tidak bergerak baju yang dikenakan telah robek , kak Layla hanya diam melihat kekuatan dua orang wanita itu


aku reflek menolong mereka berdua


" hai kenapa kalian bicara lah " terlihat mereka hanya diam dan tak bergeming


Ela dan Marine pingsan , jatuh di pelukan ku semua orang berlari ke lapangan , Sail pun menemui kak Layla


" kak kau mengalahkan mereka berdua , tapi lihat cedera yang di timbulkan ," Sail sedikit menahan amarah nya terhadap Layla


Layla hanya diam dan meninggalkan lapangan tanpa berbicara dua orang bawahnya memakai topeng mengikuti langkahnya menuju keluar arena pertarungan


aku tidak senang melihat keadaan ini


" hai wakil komandan setidaknya lihat mereka kau membuat mereka pingsan !"


aku berniat menyerang wakil komandan itu


" sudah hentikan bocah lebih baik cepat bawa mereka ke ruang medis " ucap Sail dengan tenang


aku bergegas membawa Ela dan Marine keruang perawatan , mereka pun ditanggapi dengan cepat oleh tim medis


" bagaimana keadaan mereka Hito " Cici beserta yang lain menanyaiku


" aku tidak tau , mengapa komandan itu melakukan hal di atas kewajaran , lawannya hanya murid baru "


tak lama Sail datang melihat keadaan Ela bersama Jacksen dan Clara , aku marah dan spontan mengangkat Krah baju Sail


" mengapa kau kesini lihat perbuatan kakak mu mencelakai teman-teman ku !!"


Jacksen memegang tangan ku


" hai bocah lepaskan tangan mu , atau aku akan menyerang mu "


" sudah Jack , " Sail mendengarkan


" tak ada gunanya kalian disini " ucap ku


" sebaiknya kau diam bocah aku lebih tau dari mu " Sail membalas


" lebih tau apanya kau membiarkan ini terjadi "


"kalau tau ini terjadi aku tidak akan mengizinkan pertarungan ini , siapa yang tau masa depan "


aku terdiam dan melihat dari balik kaca ruangan medis


Dokter keluar dari ruangan itu semua orang ingin mengetahui hasilnya


" syukurlah kalian cepat membawanya kemari , Mikaela dan Marine sudah tertolong , oh ya Sail bisa berbicara sebentar dengan mu? "


Sail pun pergi bersama dokter itu aku bergegas masuk dan melihat kondisi kedua nya


" aku tak menyangka ini terjadi " Pau menunduk


Feby dan Hanabi menangis melihat sahabatnya terbaring di ruang medis


Mikato berkata


" sebaiknya kau jangan emosi Dulu " ia berkata pada ku


" mengapa dia melukai teman ku !!"


" mungkin ada alasan terjadi saat ini "

__ADS_1


di ruang dokter


" Sail saat aku meriksa kondisi mereka aku merasakan sesuatu energi sihir lain , sepertinya bukan Layla melukai mereka "


" aku sudah tau dokter ada seseorang yang menyabotase ini !!"


" lebih baik kau tenangkan Meraka (murid kelas A dan D ) agar keadaan kondusif "


" terimakasih dokter tolong rawat adik ku "


Sail keluar dari ruangan itu ia pergi melihat ke ruangan medis tempat Ela dan Mikaela


" sudah kalian semua tolong keluar dari sini aku ingin melihat keadaannya "


" apa kau bilang semua salah mu membiarkan pertarungan itu " Feby marah


" sudah mending keluar semua nya " Clara menyuruh semua orang keluar


didalam ruangan hanya Sail seorang, ia menatap kedua wanita itu dengan sedikit berurai air mata


" awas kau yang melukai adik ku " dengan marah disertai tatapan membunuh


di istana kerajaan


raja terkejut mendengar berita itu tapi raja tidak banyak bertindak , tidak mungkin Layla mencelakai Ela . raja memerintahkan pasukannya menyelidiki kasus ini , tapi itu dilarang oleh Augustus


" raja kau jangan gegabah biar Layla yang mengurusi "


raja terdiam dan memikirkan hal lain , ia sangat mengkhawatirkan keadaan Ela dan Marine


tiga hari telah berlalu dari keterangan dokter keadaan Ela dan Marine mulai membaik tapi belum sadarkan diri


saat ini aku berada di ruangan medis tapi di balik pintu sosok bayangan mengawasi kami


aku mengejar bayangan itu


" baiklah percayakan saja pada kami " Cici membalas


aku mengejar bayangan itu sampai di atas gedung perawatan medis


ternyata bayangan itu adalah kak Layla ia secara sembunyi melihat keadaan Ela


dan ditemani Sail


" kalian berdua ternyata, mengapa tidak masuk dan melihat kondisinya ?"


" bocah jaga ucapan mu !" Sail memperingati


" aku ingin bertanya ,mengapa kau lakukan itu wakil komandan? "


" bukan aku yang melukai mereka " Layla membela diri


" bukan kau! terus siapa ?" tanya ku


" , hmm.. kalau bukan kak Layla melindungi mereka mungkin Ela dan Marine terbunuh " Sail memberikan pernyataan mengejutkan


" hah apa maksud mu ?"


" pertarungan itu telah di sabotase seseorang " Sail menatap ku


" Sail sudah biar ku jelaskan padanya !' kak Layla menenangkan Sail


" Hiro boleh aku bertanya sesuatu ?"

__ADS_1


" hah - apa ?'


" apa yang akan kau lakukan padaku orang yang melukai temanmu ?"


" aku akan membalas nya !!" aku menatap serius pada Layla dan Sail


" kalau begitu aku akan memberitahumu ini rahasia kerajaan apakah kau bisa menyimpan rahasia " Layla tersenyum pada ku


" hubungannya dengan ku apa, baiklah ?"


aku sedikit cuek


" aku akan menjelaskan , sebenarnya ada beberapa orang menyamar memasuki kerajaan ini , dan orang tu penyebab Ela dan Marine seperti saat ini , aku sudah menyelidiki mereka kemarin , menurut informan , mereka adalah beberapa prajurit bayaran ,dari wilayah selatan berjumlah 100 orang, dan telah lari ke perbatasan ,


saat aku mengeluarkan sihir, seseorang menembakkan kekuatan penuh ke arah Marine dan Ela yang lengah


aku memberikan kekuatan melindungi mereka berdua tapi sayang itu tidak cukup menolong Ela dan Marine, sepertinya tentara bayaran menargetkan mereka bukan aku , terlihat aku ingin membunuh mereka !!"


" jadi wakil komandan maksud mu !' aku tenang dan menunggu tanggapan wakil komandan-


" apakah kau bisa memberantas mereka, tapi tidak boleh menggunakan prajurit dengan jumlah besar karena tidak ada bukti yang kuat ini bisa menjadi konflik diplomatik antar perbatasan" Layla melihat kearah ku dan menunjuk diriku


see


" kak apa yang kau bicarakan dia murid baru kau ingin mengirimnya mati sia-sia di pertempuran !" Sail membantah perkataan kakaknya


" baiklah aku sendiri saja sudah cukup !!" aku tersenyum untuk membalaskan dendam Ela dan Marine


" kau jangan gila , apa yang kau pikirkan !!" Sail mencoba menghalangi


" sudah Sail tenang saja , nama mu Hiro kan , nanti temui aku di ruangan ku !!"


kami bubar dari sana aku kembali ke tempat Ela dan Marine


aku menghampiri Cici dan ingin berbicara empat mata . Cici mengiyakan dan kami berdiri diluar ruangan medis itu


" Cici mungkin beberapa hari ke depan aku akan pergi sebentar , tolong rahasiakan ini !"


" mengapa mendadak apa alasan mu Hito ?"


" ini rahasia nanti kau mengetahuinya !!"


" baiklah tolong kembali dengan selamat , jangan sampai datang terlambat saat mereka berdua sadar "


" terimakasih ketua kelas "


aku pergi menemui Layla di ruangnya


Layla telah menungguku hari sudah mulai malam


" Hiro sebenarnya aku sendiri bisa memberantas mereka tapi dengan jabatan ku kini ruang gerakku di batasi , juga ini kesempatan bagus mendapat informasi terbaru, mereka telah masuk ke wilayah selatan , jadi kalau kau menghancurkan mereka , tidak ada kecurigaan pada kerajaan ini " Layla terlihat tenang


"informasikan kepada ku siapa mereka dan juga aku memberikan suatu syarat pada mu !"


" apa itu "


" kau harus mengizinkan segala keputusanku pada mereka"


" baiklah aku bersedia, lakukan sesukamu !'


" besok berangkat menemui mereka "


" kalau begitu informasi nya!'

__ADS_1


Layla memberi sebuah kertas data orang orang yang dicurigai oleh Lucia Force tentang insiden tiga hari yang lalu


setelah membaca nya kau sudah siap untuk terjun ke Medan pertempuran !!!!


__ADS_2