PEBINOR (Perebut Bini Orang)

PEBINOR (Perebut Bini Orang)
Bab 1


__ADS_3

Pagi yang indah,sinar Matahari perlahan-lahan memancarkan cahayanya ke bumi.Semua manusia sudah memulai aktivitasnya untuk bekerja,sekolah,berolahraga atau hanya sekedar menikmati udara di pagi hari.


Tapi tidak dengan seorang pria yang masih setia membungkus tubuhnya dengan selimut dia terlihat begitu pulas bahkan suara mobil yang berlalu lalang di jalanan pun tidak bisa masuk ke gendang telinganya,ya dia adalah "Millar Pratama Malik" seorang pengusaha hotel termuda yang ada di kotanya,di usianya yang masih berumur 25 tahun dia sudah bisa membangun usahanya sendiri dari nol hingga sekarang begitu banyak hotel yang dia dirikan.Namun sayang percintaannya sangat buruk tidak ada satu pun wanita yang bisa meluluhkan hatinya karena dia tau hampir semua wanita yang mendekatinya tidak tulus, mereka hanya mengincar harta dan kepopulerannya saja.


Oiya,dia tipikal pria yang super duper irit bicara mungkin sehari bisa kehitung berapa kali dia mengeluarkan kata-kata,tapi berbeda jika dengan orang yang sudah dia kenal mungkin sekian puluh kata bisa kalian dengar keluar dari mulutnya.😅😅


"Millar Malik ,itu adalah panggilannya hampir semua orang selalu menghilangkan nama Pratama di tengahnya mungkin efek terlalu panjang kali ya haha.Dia pria tampan dengan tinggi badan 180 cm,kulit sawo matang,hidung mancung,rahang yang panjang nan seksi dan satu lagi mata yang indah dia memiliki bola mata berwarna kebiruan,siapapun yang melihat matanya pasti akan terhipnotis.


"Toktoktok....Boooos." teriak seorang pria dari luar,dia adalah teman sekaligus asistennya orang yang paling di percaya oleh Millar.


Katuka pertama tidak ada jawaban dari dalam,di ketuknya lagi oleh sang asisten pintu kamar bosnya.


"Toktok...Bos bangun ini sudah siang,kita ada janji bertemu klien pagi ini." ucapnya lagi sedikit berteriak juga di sertai gedoran pintu seperti ada kebakaran dan itu sukses membuat sang pemilik kamar menggerakkan badannya dan sedikit membuka mata.


"Ada apa sih.?" gumamnya turun dari ranjang dan berjalan membuka pintu.


"Plaak" satu pukulan kecil mendarat tepat di kening asistennya saat Millar membuka pintu kamarnya.


"Kenapa kau mengganggu tidurku hah.? kau kan tau aku tidur sangat malam sekali kemarin." sentak Millar mengabaikan temannya yang kesakitan akibat ulahnya.


"Ada apa.?" tanya nya lagi setelah mendudukan bokongnya di sofa dan sang asisten pun mendekatinya.


"Maaf bos pagi ini kita ada pertemuan dengan klien dari Kota X" jelas sang asisten sedikit menundukan tubuhnya memberikan tanda hormat.


"Bersikap biasa saja,kita berada di rumah bukan di kantor." ucap Millar kepada asistennya yang bernama Reno.


"Hahaha baiklah bro." ucap Reno langsung duduk di sebelah Millar setelah mendengar ucapan bosnya.Ya meskipun mereka sahabatan namun saat bekerja mereka tetap propesional dan harus bersikap layaknya bos dan asisten.

__ADS_1


"Apakah loe gak bisa wakili saja meetingnya.?" tanya Millar berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya lagi di atas kasur.


"Tidak bisa Lar, klien nya ingin bertemu langsung denganmu." jawab Reno menatap sahabatnya yang malah memejamkan matanya lagi.


Millar hanya bisa membuang napasnya kasar "huuuuh" rasanya dia begitu lelah dengan semua ini tapi dia juga harus ingat bagaimana perjuangannya dalam merintis usahanya dari nol sampai bisa sesukses ini begitu banyak lika-liku yang dia lalui dan itu selalu membuat dirinya kembali bersemangat dalam menjalani hidup.


"Baiklah aku akan mandi,kau siapkan saja bajuku." titah Millar berjalan menuju kamar mandi,dia sudah terbiasa menyuruh Reno menyiapkan bajunnya (udah kek istrinya aja Reno😂) dan Reno pun tidak pernah merasa tersinggung atau pun keberatan saat di perintah oleh teman sekaligus bos nya itu.


Sekitar 25 menit akhirnya Millar sudar selesai dengan mandinya,lalu dia pun menuju ruang ganti dan memakai baju yang sudah di siapkan oleh Reno.Millar adalah anak yatim piatu orang tuanya meninggal saat dia berumur 10 tahun karena kecelakaan setelah itu dia pun di rawat oleh ibunya Reno yang notabennya adalah tetangganya sendiri jadi wajar saja jika mereka sangat dekat dan Reno adalah orang kepercayaannya.


____________


Kini Millar dan Reno pun sudah sampai di hotelnya buru-buru Reno pun membukakan pintu mobil untuk majikannya.Dan seperti biasa semua para pegawai melihat ke arah mereka berdua dengan penuh kagum apalagi kaum hawa,banyak sekali yang halu bisa menjadi istri di antara mereka berdua.Karena ketampanan Reno dan Millar hanya beda tipis tapi tetap aja Millar yang paling tampan 😁😁.


"Dimana Tuan Guna.?"tanya Reno kepada sekertarisnya saat mereka akan masuk ke dalam lift.


"Apakah mereka sudah menunggu lama.? kini giliran Millar yang membuka suaranya " ting" pintu lift pun terbuka dan mereka pun masuk.


"Tidak terlalu pak." jawab Pepei sang sekertaris sebenarnya nama aslinya adalah Juan Satria namun dia lebih suka di panggil Pepei karena itu adalah nama panggungnya😂.


Tak berselang lama lift pun terbuka " ting" buru-buru Millar keluar diikuti oleh Reno dan Pepei dari belakang.


"Permisi,maaf membuat anda menunggu Tuan Guna." ucap Millar saat masuk ke ruang meetingnya.


"Aah..tidak apa-apa Tuan Millar saya juga belum lama disini." jawab Tuan Guna bangun dari duduknya.


"Duduk saja Tuan." titah Millar sambil menjabat tangan Tuan Guna.

__ADS_1


"Ah iya makasih Tuan Millar." jawab Tuan Guna kembali mendaratkan bokongnya di kursi dan di sampingnya ada sekertarisnya seorang wanita yang dari tadi terus memandangi Millar.


"Ternyata benar ya kata orang,anda memang seorang pengusaha muda." puji Tuan Guna


"Anda terlalu berlebihan Tuan Guna,mmmmmpp...apakah bisa kita mulai meetingnya.?" tanya Millar yang memang sudah ingin selesai dari tadi karena merasa tak nyaman dengan tatapan sekertaris tuan Guna.


"Ooh...tentu Tuan Millar,sekertaris saya akan membacakan proposalnya." ucap Tuan Guna dan sang sekertaris pun langsung membacakan pengajuan kerja samanya.


"Bagaimana Tuan Millar apakah anda setuju.?" tanya Tuan Guna setelah sekertarisnya selesai membacakan isi rencana kerja samanya.


Millar pun menganggukan kepalanya pertanda bahwa dia mengerti.


"Untuk keputusannya nanti asisten saya yang akan menghubungi Tuan.Kalau begitu terima kasih senang bertemu dengan anda Tuan Guna." ucap Millar bangkit dari duduknya sedikit membungkukan badannya tanda memberi hormat lalu Millar pun hendak keluar tapi di tahan oleh Tuan Guna.


"Tunggu Tuan Millar,bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol ringan dulu sambil minum kopi di caffe sebrang." tawar Tuan Guna ramah


"Maaf Tuan Guna mungkin lain kali saja,saat ini saya ada kepentingan lain.Permisi." ucap Millar meninggalkan Tuan Guna dan sekertarisnya.


"Maaf Tuan Guna jika sikap Bos saya sedikit tidak sopan atau membuat anda tidak nyaman." ucap Reno setelah melihat Bos nya menghilang dari balik pintu.


"Ooh...tidak apa-apa Tuan Reno saya paham beliau pasti sangat sibuk." ucap Tuan Guna ramah


" Kalau begitu saya permisi dulu." ucapnya lagi meninggalkan Reno dan Pepei.


"Iyey tau kan kenapa Bos bersikap seperti itu pada tamunya,itu pasti gara-gara sekertarisnya yang kecentilan." celetuk Pepei dengan nada bencongnya😅.Sedangkan Reno hanya bersikap cuek menanggapi celotehan sekertarisnya itu lalu meninggalkannya sendirian.


"Huuh...Bos dan asisten sama aja sifatnya sama-sama menyebalkan." gumam Pepei dengan nada gemulainya.

__ADS_1


__ADS_2