PEBINOR (Perebut Bini Orang)

PEBINOR (Perebut Bini Orang)
BAB 10


__ADS_3

Tak terasa waktu pun berlalu,kini kondisi Kia sudah membaik bahkan dia sudah tinggal di apartemennya Millar.Pria itu sungguh memperlakukan Kia bak seorang ratu.


"Besok sidang keputusan perceraianmu kan?"tanya Millar,saat ini mereka sedang melakukan sarapan pagi.Sudah menjadi kebiasaan Millar setiap pagi buta sudah datang ke apartemen Kia untuk meminta di buatkan sarapan.


"Hmm."jawab Kia menganggukan kepalanya tanpa melihat ke arah Millar.


"Kenapa kau terlihat lesu ketika akan bercerai dengan pria itu?"Tanya Millar heran melihat expresi wanita di depannya yang menunjukan tak semangat.


"Apakah kau berubah pikiran?"tanya nya lagi sudah menimpali pertanyaan lain.


"Aiiihhh tidaaak,bukan begitu.Aku hanya merasa wanita tidak baik."Jawab Kia.


"Aku merasa seperti perempuan murahan,bagaimana mungkin status ku yang masih menjadi istri orang malah tinggal dengan pria lain.Bukankah itu terlihat buruk."Jelas Kia menundukan kepalanya.


Millar pun beranjak dari kursinya mendekati Kia.


"Sudah ku bilang kau tidak seperti itu, kamu itu wanita terbaik yang pernah aku temui.Buat apa kita bertahan dalam suatu pernikahan jika memiliki suami seperti dia."Ucap Millar mencoba menenangkan perasaan wanitanya.


"Sudahlah abaikan saja pendapat orang lain, ini hidupmu tak usah pedulikan ucapan mereka yang tak memiliki kontribusi di hidupmu."Millar terus saja mencoba memberikan pengertian kepada Kia.


Tingtong...tingtong ...


Tiba-tiba bel apartemen berbunyi,membuyarkan lamunan mereka.


"Biar aku yang buka." ucap Millar menahan Kia hendak berdiri.


Ceklek.....


"Hai om." ucap seorang gadis belia.


"Kakaku ada di dalam?"tanya nya lagi


"Hmm."jawab Millar singkat,dia begitu acuh terhadap orang lain bahkan kepada keluarga Kia.Hanya kepada Kia saja dia bisa bicara panjang.


Gadis cantik itu pun segera masuk menemui sang kaka.


"Kak kia."panggil Erin langsung memeluk Kia.


"Erin". jawab Kia sedikit terkejut karena adiknya tiba-tiba datang.


"Kamu dengan siapa kesini? ayah dimana?".Tanya Kia melihat sekeliling mencari keberadaan ayahnya.


"Aku sendiri ka,ayah di toko."jelas Erin. Ya hubungan Kia dan ayah nya sedikit membaik,beliau mendukung penuh perceraian putrinya setelah Kia menjelaskan semuanya.


"Ooh,kamu tumben kesini pagi sekali." Tanya Kia heran,belum sempat Erin menjawab Millar sudah memotong pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Aku pergi dulu,Reno sudah menungguku."Ucap Millar menghampiri Kia dan mencium keningnya.Tanpa rasa malu di begitu acuh dengan keberadaan calon adik iparnya.


"Kamu baik-baik ya di rumah".Ucapnya lagi sembari mengelus pipi Kia.


"Iya,kamu juga hati -hati di jalan." balas Kia tersenyum.Sebenarnya dia malu dengan sikap Millar yang begitu mesra di depan adiknya,tapi mau gimana lagi pria ini suka bertindak sesuka hati tanpa tau tempat.


"Kau jaga kaka mu".Ucap Millar seperti nada peringatan.


"Ck....kebalik harusnya kaka yang jagain adiknya." balas Erin tak kalah judes,dua manusia ini memang sulit untuk akur.


Millar pergi meninggalkan kaka beradik itu.


"Ka." panggil Erin.


"Hmm." balas sang kaka yang sedang membereskan piring bekas makan Millar


"Kaka yakin mau nikah dengan pria robot itu? maksudku dia memang baik dan aku pun senang kaka bisa lepas dari Ka Aram.Tapi apa kaka akan menikah lagi secepat itu?." tanya Erin asal.


Melihat expresi sang kaka yang tak memberikan tanggapan Erin pun merasa tak enak hati.Tak sepantasnya dia bertanya seperti itu,dia tidak tau permasalahan yang sedang di hadapi kaka nya.


"Kaka maafkan Erin,tak seharusnya Erin bertanya seperti itu." Ucapnya buru-buru memeluk sang kaka.


"Tidak apa-apa Erin,kaka paham kok maksud kamu.Tapi kaka cuma minta satu hal padamu,apapun keputusan kaka tolong dukung kaka selalu.Kaka tak akan sekuat ini tanpa suport dari ayah dan kamu."Balas Kia menitikan air matanya.


"Erin selalu dukung kaka apapun yang terjadi.Sekali lagi maafin Erin ka." Ucapnya kembali ,dia begitu tak enak hati terhadap kaka nya.


"Kau sudah sarapan dek.?tanya Kia mencoba memecah suasana yang melow.


"Belum." jawab Erin.


"Yasudah makanlah ,setelah itu kaka antar kamu ke sekolah ya." Kia menuangkan nasi goreng ke dalam piring dan meletakan di hadapan Erin.


"Makanlah,kaka akan mandi dulu" .ucapnya meninggalkan Erin yang di balas anggukan oleh sang adik.


"Dasar mulut lemes,lain kali pilih-pilih kalau mau nyinyir.Jangan nyinyir sama kaka sendiri." Rutuk Erin sedikit memukul bibirnya pelan.


Acara sarapan pagi pun telah selesai,kini Erin tengah duduk menunggu sang kaka yang sedang bersiap siap.


"Ayo ."ucap sang kaka yang baru keluar dari kamarnya.


"Kaka aku berangkat sendiri aja gapapa."ucap Erin tak enak jika harus merepotkan adiknya.


"Udah gapapa,lagian kaka bete di rumah terus." Ucapnya sambil melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


"Buruan nanti kamu telat." ucap Kia saat melihat adik nya masih terduduk di kursi.

__ADS_1


"Iya." jawab Erin beranjak dari duduk nya mengekori sang kaka.


Kia begitu di manjakan oleh Millar sehingga Millar memberikan sopir khusus untuk dirinya jika ingin bepergian.


"Neng Kia." ucap mang Dodo,ya mang Dodo adalah supir andalan Millar sedari dulu.


"Mang anterin kami ke sekolahan Erin ya ."ucap Kia sopan


"Siap neng." jawab mang Dodo sembari membukakan pintu mobil.


Mang Dodo pun duduk di kursi kemudi,perlahan-lahan mobil pun meninggalkan parkiran apartemen.


"Kaka tidak ada niatan untuk bekerja lagi.?"tanya Erin


" Belum tau dek,kaka ingin fokus membereskan perceraian kaka dulu."Balas Kia dan hanya di angguki oleh Erin.


15 menit kemudian mobil pun telah sampai di depan sekolah Erin.


"Makasih ya ka udah anterin aku ." ucap Erin mencium tangan Kia.


"Iya sama-sama.Kamu sekolah yang bener."tungkas Kia seolah-olah sedang memberikan peringatan.


"Iya kaka tenang aja,aku akan jadi orang sukses kelak." balas Erin tersenyum.


"Amiin,yaudah sana keburu bel berbunyi."Kia merapihkan rambut sang adik yang sedikit berantakan.


"Yaudah aku turun dulu ka, kaka hati-hati di jalan ya." Ucap Erin dan di balas anggukan oleh Kia.


"Mang Dodo makasih udah anterin Erin." ucapnya lagi dengan ramah


"Sama -sama neng Erin." balas Mang Dodo tersenyum.


Setelah memastikan sang adik masuk ke sekolah,Kia pun pergi dari sana.


"Kita mau kemana neng.?"tanya Mang Dodo.


"Antarkan saya ke Tokma saja mang,saya mau belanja kebutuhan makanan."Balas Kia


Mobil pun segera melaju menuju Tokma,tak lupa Kia memberitahu Millar.Oh jangan di tanya itu adalah hal wajib untuk selalu melaporkan kemanapun Kia pergi.


"*Selesai mengantarkan Erin aku pergi ke Tokma untuk belanja kebutuhan dapur." pesan itu terkirim dan tak lama mendapatkan balasan.


Ting


"Iya hati-hati sayang." balasan yang membuat Kia tak merasa bahagia.Ya sejujurnya dia tak ingin menikah dengan Millar,bukan karena dia tak menyukai pria itu tapi rasa-rasa nya dia begitu trauma dengan yang namanya pernikahan*.

__ADS_1


Ponsel pun ia masukan kembali ke dalam tas,tatapannya menghadap keluar jendela mobil.Entahlah dia juga bingung dengan hidupnya sendiri.Begitu sulit untuk di jabarkan.


__ADS_2