PEBINOR (Perebut Bini Orang)

PEBINOR (Perebut Bini Orang)
Bab 5


__ADS_3

Pagi itu Kia tengah bersiap-siap untuk menjadi pembantu di hari pertamanya di rumah Millar.Tiba-tiba suaminya menghampiri Kia.


"Mau kemana pagi sekali kamu sudah rapi..???" tanya suami Kia yang bernama Aram.


Kia sedikit tersentak saat mendengar suara suaminya,lalu dia pun menoleh ke belakang menatap wajah suaminya.Bisa Kia pastikan bahwa suaminya itu baru saja pulang setelah judi dan bersenang-senang dengan para jalangnya.


"Kerja.!!" jawab Kia singkat,lalu dia pun mengambil tas nya hendak keluar dari kamarnya.


"Apakah itu caramu bicara kepada seorang suami hah..??" teriak Aram sembari mencengkram tangan Kia kuat.


Kia pun meringisi,merasakan sakit di lengannya.


"Lepaskan aku..!! aku tidak sudi di pegang oleh tangan kotormu." teriak Kia mencoba melepaskan genggaman suaminya.


"Beraninya kau meneriakiku hah.??" teriak Aram dan"Plaak" satu tamparan keras hinggap di pipi Kia.


"Kenapa tidak sekalian saja kau bunuh aku hah.?? ucap Kia memegang pipinya yang terasa panas.


"Aku bahkan sudah sangat menderita hidup denganmu." ucapnya lagi sambil berlinang air mata.


"Menderita kau bilang.?? Yang menderita itu aku gara-gara menikah denganmu aku jadi bangkrut." ucap Aram menjambak rambut Kia ke belakang dengan kuat.


"Dasar wanita pembawa sial!!"ucapnya lagi mendorong tubuh Kia,sehingga Kia pun tersungkur ke lantai.


"Hiks...hiks...aku lelah Tuhan,aku sudah tidak sanggup." ucapnya sembari menangis setelah suaminya pergi.


"Ayah tolong aku." gumamnya pelan.Sungguh Kia sudah tidak tahan lagi jika harus hidup dengan pria itu lebih lama.


Kia pun bangkit dan merapikan penampilannya kembali,di hapusnya sisa air mata yang ada di pipinya.


"Kamu harus kuat Kia,yakinlah badai pasti berlalu." ucapnya menyemangati diri sendiri.


Dia pun keluar dari rumahnya, bergegas menaiki motor sebelum suaminya datang menghampirinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 35 menit akhirnya Kia pun sampai di depan rumah megah,rumah yang selalu dia idam-idamkan jika kelak dia menikah dengan pria yang dia cintai.Namun harapannya kini sudah sirna saat dia sadar bahwa dia sudah menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia cintai,dan lebih parahnya lagi kehidupan rumah tangganya penuh dengan penderitaan.


Kia pun menarik napasnya dalam,lalu dia turun dari motornya dan memencet bel.


"Cari siapa ya.??" tanya pak satpam saat membuka sedikit gerbangnya.

__ADS_1


"Oh maaf...apakah benar ini rumahnya Tuan Millar.??" tanya Kia ramah


"Iya,nona siapa ya.?? ada perlu apa dengan bos saya.?"tanya pak satpam.


"Saya pembantu sementaranya Tuan Millar."jawab Kia dan pak satpam pun menatap penampilan Kia dari atas sampai bawah,memastikan bahwa ucapannya benar karena selama ini banyak sekali yang mengaku ini itu dan itu hanya tipuan saja karena mereka ingin bertemu dengan Tuannya.


"Tunggu dulu saya akan menanyakan nya kepada bos saya." ucapnya


"Siapa nama anda.??" tanya Pak Satpam.


"Zaskia Berlina." jawabnya


Lalu satpam pun kembali ke posnya,dan terlihat seperti sedang menelpon seseorang.Tak berselam lama dia pun kembali menghampiri Kia dan menyuruhnya masuk.


"Silahkan masuk nona,anda sudah di tunggu oleh Tuan." ujar pak satpam dan di angguki oleh Kia,lalu dia pun menuntun motornya memasukan ke halaman rumah Millar.


"Besar sekali,seperti rumah di film Bollywood."gumamnya sembari matanya menatap sekeliling halaman rumah Bosnya.


"Dari luar saja sudah terlihat bagus,apalagi dalamnya." ucapnya lagi,tiba-tiba pak satpam pun mengagetkan keterpanaan Kia akan rumah bos nya.


"Nona." ucap pak satpam menepuk bahu Kia.


"Maaf,tapi anda sudah di tunggu oleh Tuan Millar." ucap pak satpam


"Ohhh iya kalau gitu saya permisi dulu." ujar Kia tersenyum,buru-buru dia pun berjalan menuju pintu utama.


"Pencet bel nya atau ketuk pintunya aja ya." gumam Kia saat dia sudah berada di depan pintu.


Namun saat Kia akan mengetuk pintu tiba-tiba pintu pun terbuka dan buka pintu yang dia ketuk melainkan kening manusia yaitu sosok pawang Millar alias asistennya yaitu Reno.


"Hehe...maaf pak." ucap Kia cengengesan.


"Lain kali pencet bel saja." ujar Reno mengelus keningnya,karena ketukan Kia cukup keras.


"Hehe...baik pak." jawab Kia tersenyum paksa.


"Yasudah masuk!! Bos sudah menunggu anda dari tadi." ucap Reno sembari memberikan jalan untuk Kia.


"Makasih pak." ucap Kia,dia pun masuk ke dalam rumah.Benar saja dalam rumah Bos nya begitu "Uwhuu bingiit" membuat mata setiap orang terpana.

__ADS_1


"Ikuti saya." tiba-tiba suara Reno membuyarkan keterpanaan mata Kia.


"Huuuh selalu saja ada orang yang mengganggu keterpanaan mataku,tadi satpam sekarang pak Reno." cebik Kia dalam hatinya.


Kia pun mengikuti Reno dari belakang.


"Masuklah." titah Reno membukakan pintu untuk masuk ke ruang kerja Bosnya.


Perlahan-lahan Kia pun masuk ke dalam,dan disana terlihat pria tampan namun seperti bongkahan es batu terlihat sangat dingin.


"Ekheem...permisi pak." ucap Kia hati-hati karena bos nya dari tadi sibuk menatap layar laptopnya ketimbang wajah Kia.


"Ekheeem...pak." ucapnya lagi namun Millar tidak menggubrisnya.


"EKHEEEEEM..."kini Kia berdehem lebih keras dan itu membuat Millar terganggu.


"Apakah tenggorokanmu baru saja menelan biji durian hah." ucap Millar ketus menatap Kia tajam dan itu membuat nyali Kia menciut.


"Maaf pak abisnya bapak dari tadi pokus menatap laptop." ucap Kia hati-hati


"Terus harusnya saya menatap kamu gitu.?" ujar Millar


"Gak gitu juga pak,ya minimal sapa saya lah pak.Saya ini tamu disini walaupun hanya akan jadi pembantu saja." ucap Kia entah keberanian dari mana dia bisa selancang itu bicara kepada Bos nya.


"Kamu berani bicara seperti itu kepada saya." ucap Millar,kini tatapannya semakin tajam


"Hehe maaf pak." ucap Kia tertawa pelan.


"Sudahlah segera kerjakan pekerjaanmu!!Bersihkan rumah ini jangan sampai ada debu walau hanya setitik." ucap Millar


"APA.??? rumah ini.?" ucap Kia mengulang ucapan Bos nya.


"Pak yang benar saja kalau nyuruh orang,ini bukan rumah tapi istana dan saya harus membersihkannya sendirian." cerocos Kia


"Kau mau melakukannya atau kamu tidak usah bekerja di hotel saya lagi." ucap Millar memberikan ancaman.


"Yayayaya saya akan mengerjakannya." ujar Kia sembari menghentak-hentakkan kakinya saat keluar dari ruangan kerja Millar.


"Dasar orang kaya tidak berprikemanusiaan,bisa-bisa nya dia nyuruh wanita buat bersihin rumahnya yang segede ini,sendiri pula." grutunya sedangkan Millar hanya tertawa saat melihat reaksi pembantunya dari cctv.

__ADS_1


"Hahaha encok encok dah tuh pinggang" ucap Millar tertawa senang.


__ADS_2