
Setelah kejadian itu Kia pun kabur dari rumah,dia sudah tidak peduli lagi dengan rumah tangganya.Tapi dia pun bingung kemana dia harus pergi,apakah ke rumah ayahnya.? bagaimana kalau ayahnya malah memarahinya nanti.Pikiran Kia terus melayang kemana-mana,tubuhnya yang lemah karena belum makan malam di tambah tubuhnya di guyur air hujan yang cukup deras, seketika terjatuh begitu saja di pinggir jalan.
"Kenapa ???" tanya Millar saat mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan.
"Anu pak itu ada orang tergeletak di jalan." ucap supirnya,Millar pun menengok ke arah luar melihat dari kaca mobil.
"Biar saya saja pak yang turun." ucap supir tersebut Millar pun mengangguk.
Buru-buru mang Dodo pun keluar mendekati orang yang tergeletak di pinggir jalan.
"Gimana pak,apakah masih hidup.?" tiba-tiba saja suara Millar mengagetkan mang Dodo.
"Masih pak,kasian sekali pak neng ini." ucap mang Dodo pilu melihat wanita tersebut.Namun Millar tidak melihat jelas wajah wanita tersebut karena tertutupi oleh rambut.
"Yasudah kita bawa saja ke rumah sakit." ucap Millar
Mang Dodo pun mengangkat tubuh wanita itu,dan mendudukannya di kursi belakang.Dan saat Millar akan membukakan pintu mobil matanya melihat dengan jelas siapa wanita yang di gendong oleh supirnya.
"Kiaa." ucap Millar pelan
"Bapak mengenalinya ?" tanya Mang Dodo,kebetulan mang Dodo supir barunya Millar.
"Ya dia pembantu di rumahku " jawab Millar dengan mimik wajah sedikit khawatir saat tau wanita tersebut adalah Kia.
"Biar saya duduk di belakang saja. "ucap Millar dan di angguki oleh mang Dodo.
Millar pun masuk duduk di sebelah Kia, dengan ragu Millar membawa kepala Kia untuk bersandar di bahunya dengan tatapan iba Millar menyelimuti tubuh Kia yang basah oleh jas nya.Entah apa yg ada di benaknya saat itu,yang pasti Millar pun tak bisa memahami akan perasaannya.
Mobil pun kembali melaju menuju Rumah Sakit terdekat.
25 menit kemudian mobil pun telah sampai di pekarangan Rumah Sakit,buru-buru Millar pun menggendong tubuh Kia.Entahlah hatinya sangat teramat peduli terhadap wanita itu.
"Dokter tolong dia." teriak Millar,buru-buru perawat pun menyuruh membaringkan Kia di atas brangkas.
__ADS_1
Kini Kia pun sedang di periksa,dan Millar dengan setia menunggunya.Terlihat jelas dari wajahnya ada kecemasan ah entahlah dia pun tak tau mengapa dia merasa cemas saat melihat wanita itu tak sadarkan diri.
Tak lama Dokter pun keluar dari ruangan,buru-buru Millar pun menghampirinya.
"Bagaimana keadaannya Dok.?" tanya Millar
"Tuan tenang saja dia hanya kecapean dan juga terlalu banyak pikiran.Apakah anda keluarganya ?" tanya Dokter tersebut.
"Ah bukan Dok,dia pembantu di rumah saya " jawab Millar
"Oh...aku pikir anda keluarganya.Anda sangat baik sekali rela membawa art anda kesini.Kalau gitu saya permisi dulu,ah iya mungkin sebentar lagi dia akan sadar." jelas Dokter tersebut tersenyum ramah dan hanya di balas anggukan oleh Millar.
Millar pun masuk ke dalam, terlihat sekali wajah Kia yang pucat.
"Sebenarnya dia kenapa.?Apakah hidupnya menderita." batin Millar memandang Kia yang terbaring lemah.
Millar pun merogoh ponselnya,menelpon seseorang di sebrang sana siapa lagi kalau bukan Reno si asisten pribadinya.
"Hallo,kau cari tau tentang kehidupan wanita yang tadi aku kirimkan fotonya lewat Whatsap. Sekarang!!" Ucap Millar dengan tegas dan langsung menutup panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana.
"Kau terlihat menderita." gumam Millar,sejujurnya Millar sudah mengagumi Kia sejak pertama kali melihatnya namun Millar belum menyadari akan isi hatinya.
"Euuuh..." Kia tersadar dan mencoba membuka matanya.
"Aku dimana.??" gumamnya sambil memegang kepalanya yang terasa pening.
"Kamu di Rumah Sakit." jawab Millar dan seketika Kia pun menoleh ke arah suara tersebut.Betapa terkejutnya dia saat melihat siapa orang yang ada di sampingnya.
"Tu...uan." ucap Kia gugup.
"Kau sudah sadar?apakah tidurmu nyenyak hingga matamu tertutup begitu lama." sinis Millar dengan nada dingin.
"Hah.?" Kia bingung tak paham akan ucapan pria yang ada di depannya.
__ADS_1
"Sudahlah lupakan saja!!" ucap Millar saat melihat wajah Kia kebingungan.
"Tadi aku menemukanmu tidur di pinggir jalan." ucap Millar paham akan tatapan Kia.
"Tidur.?di pinggir jalan.?" pikiran Kia melayang mengingat kejadian tadi dan dia pun ingat bahwa dia kabur dari rumah suaminya dan kepalanya tiba-tiba sakit.
"Te...rima kasih tuan sudah menolong saya." ucap Kia ragu karena melihat wajah Millar yang bersikap dingin.
"Hmmm." Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
Kia pun mencoba turun dari ranjang.
"Mau kemana.??" tanya Millar saat melihat pergerakan wanita yang ada di depannya.
"Saya mau pulang Tuan, saya tidak mau berlama-lama disini.Saya tidak punya uang buat bayar biaya rumah sakit." jelas Kia mencoba mengambil tas yang ada di meja.
"Istirahatlah,kondisimu masih lemah.Pulanglah setelah kau sembuh" ucap Millar tanpa menatap Kia.
"Hah.??" tanya Kia seolah-olah pendengarannya salah.
"Kau tidak dengar?atau pura-pura tuli." cibir Millar.
Millar pun berdiri dari duduknya."Masalah biaya Rumah Sakit tak perlu kamu pikirkan,saya sudah membayarnya.Dan yang pasti ini tidak gratis." ucap Millar langsung keluar dari ruangan untuk menerima telpon.
"Cih aku pikir dia tulus menolongku,untung saja aku belum memujinya." cibir Kia menatap punggung Millar.
Kia pun merebahkan tubuhnya,pikirannya melayang memikirkan pernikahannya.Apa yang harus dia lakukan?jika harus hidup dengan suaminya dia sangat tidak sanggup lagi.
"Tuhan tolong beri aku petunjuk,apa yang harus aku lakukan.Sesungguhnya aku tau hal ini salah tak semestinya aku kabur dari suamiku,tapi apa daya aku sudah tidak kuat lagi hidup dengannya hiks hiks hiks." ucap Kia pelan air matanya mengalir begitu saja.Sesungguhnya dia sangat lelah dengan semua ini,dia berharap memiliki sandaran yang bisa membuat dirinya kuat.
Tanpa Kia sadari sedari tadi Millar menyaksikan dan mendengar semua ucapan Kia.Dia baru tau bahwa wanita itu sudah menikah dan lebih parahnya suaminya sering menyiksanya.Sungguh Millar tak mengerti suami macam apa yang berada di samping wanita itu.
Seketika tangannya terkepal kuat,hatinya terasa sesak saat mengetahui semuanya apalagi melihat wanita itu menangis.Sungguh Millar ingin membunuh suami Kia saat itu juga.
__ADS_1
Ya tadi adalah panggilan masuk dari orang suruhannya,hatinya begitu sakit saat mendengar informasi dari orang suruhannya.Dan saat dirinya akan masuk ke dalam telinganya tak sengaja mendengar ucapan Kia.