
Kini Kia sedang berada di ruangan Millar,tubuhnya bergetar ketakutan dia sangat takut jika bos nya akan memecat dirinya.
"Kau tau apa kesalahanmu.?"tanya Millar dingin setelah mendaratkan bokongnya di kursi kebesarannya.
"Ta...au pak." jawab Kia terbata masih dengan menundukan kepalanya.
Braaaak
"Kenapa kau seceroboh itu huh.?"Millar menggebrak meja kerjanya cukup keras dan itu membuat tubuh Kia sedikit tersentak.
"Maafkan saya pak." jawab Kia dengan nada pelan.
"Kau tau hotel ini selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap tamunya,bahkan komplenan seperti ini pun baru sekarang terjadi." Ucap Millar yang sudah sangat marah
"Maafkan saya pak,saya tidak ada maksud untuk membuat nama hotel ini jadi jelek." jawab Kia dengan hati-hati,takut ucapannya semakin memancing amarah si pemilik hotel.
"Sudah berapa lama kamu bekerja disini.?" tanya Millar dingin kembali duduk di kursinya.
"Baru 2 bulan pak." jawab Kia meremas tangannya karena dia sangat ketakutan melihat atasannya yang sedang marah.
Millar tampak sedikit berpikir,lalu dia pun berdiri dari duduknya dan mendekati Kia lebih tepatnya dia menyandarkan tubuhnya di ujung meja kerjanya.
"Cih....apakah pantas pria seperti ini banyak di kagumi oleh wanita." batin Kia yang hanya berani mencemooh atasannya dari dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan memecatmu,tapi kamu tau kan saya mengganti kerugian atas kesalahanmu tidak gratis.Sebagai gantinya kamu harus menjadi pembantu saya di rumah selama seminggu." ucap Millar
"Tapi pak saya harus bekerja disini jika siang." jawab Kia sedikit protes.
"Kau bisa kerja shif malam,jika kamu tidak mau silahkan keluar dari hotel ini." finish Millar tidak memberikan keringanan kepada Kia.
Kia pun tampak berpikir,menimang-nimang ucapan si pemilik hotel.Kalau sampai dia di pecat dari pekerjaannya dia akan sangat kesulitan mencari pekerjaannya lagi.
"Baiklah saya bersedia menjadi pembantu bapak selama seminggu."jawab Kia,biarlah dia bekerja di hotel saat malam.
"Good,nanti sekertaris saya akan memberitahu alamat rumah saya." ucap Millar sambil mengibas-ngibaskan tangannya seolah-olah menyuruh Kia untuk segera pergi.
"Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Kia membalikan tubuhnya hendak keluar dari ruangan Millar.
"Zaskia Berlina." jawabnya membalikan tubuhnya dan di angguki oleh Millar lalu dia pun kembali mengusir Kia.
*Tentang Kia*
Namaku Zaskia Berlina,umurku 23 tahun( haha masih muda kan ) tapi nyatanya aku sudah berumah tangga.Aku memiliki suami namun kami belum di karuniai anak oleh Tuhan,aku menikah di usia 22 tahun karena di jodohkan oleh ayahku,sejujurnya aku tidak mau menikah muda tapi bagaimana lagi ayahku sangat memaksaku untuk menikah dengan lelaki pilihannya.Di awal-awal pernikahan suamiku bersikap manis sehingga membuatku merasa nyaman ketika di dekatnya namun ketika pernikahanku menginjak usia 6 bulan suamiku mulai berubah,dia menjadi pria kasar,sering mabuk-mabukan,dan tidak pernah lagi menafkahiku secara lahir itu terjadi sejak perusahaannya mengalami kebangkrutan.Dia menyalahkan ku sebagai pembawa sial di kehidupannya.
Sejujurnya aku sangat menderita dengan pernikahan ini,aku harus banting tulang mencari uang untuk menghidupi kebutuhan rumah tanggaku karena sejak kebangkrutan perusahaannya suamiku tidak lagi bekerja dia hanya akan mabuk-mabukan dan bermain judi,tak jarang juga dia membawa ****** ke rumah dan melakukan perbuatan menjijikan di depanku.
Aku ingin sekali mengadukan ini kepada ayah ku,tapi suamiku selalu mengancam jika aku mengadukan kepada keluargaku maka dia akan membunuh ayah dan juga adikku.
__ADS_1
Dan itu membuatku tidak bisa berkutik,aku tau suamiku tipikal orang yang selalu membenarkan ucapannya,maka dari itu aku hanya berharap semoga ada keajaiban berpihak kepadaku.
Aku tinggal bersama ayah dan adikku,sejak duduk di bangku SMP ibuku sudah meninggal.Awalnya alasan ayah menjodohkan ku dengan suamiku agar kehidupanku jauh lebih baik tapi nyatanya siapa sangka ini lebih buruk dari kehidupanku sebelumnya.Aku hidup bagaikan di sangkar hewan buas tak jarang suamiku sering memukul atau bahkan menyuruhku untuk tidur di luar rumah jika menurutnya aku membuat kesalahan.Saat ini aku hanya berharap semoga kehidupanku segera membaik.
___________
"Aaah lelahnya." gumam Kia saat dia baru saja sampai di depan rumahnya dan turun dari motor.Karena tadi saat di perjalanan dia terkena macet yang cukup lama di tambah lagi insiden dengan wanita tadi sehingga membuatnya pulang terlambat.
Kia membuang napasnya pelan saat melihat keadaan rumah tampak gelap dan sepi saat itu jam sudah menunjukan pukul 10 malam,dia sudah tau bahwa di rumah tidak ada siapa-siapa.Lagi-lagi dia hanya bisa memendang kekesalan di dalam hati,dia sudah tau bahwa suaminya pasti sedang bermain judi dan mabuk-mabukan.
Lalu dia pun masuk ke dalam rumah,tampak suasana rumahnya begitu kacau banyak sekali sisa-sisa kaleng bir berserakan dimana-mana.Lagi-lagi dia hanya bisa membuang napas pelan saat melihat keadaan rumahnya,perlahan-lahan dia pun memunguti kaleng tersebut membersikan air kotor yang ada di lantai dan mejanya.Hingga pukul set 11 malam akhirnya pekerjaannya pun baru selesai.
"Akhirnya selesai juga."gumamnya merebahkan tubuh di sopa,lalu matanya pun menatap langit-langit rumah tiba-tiba satu tetes air mata mengalir dari sudut matanya,sesungguhnya saat ini hatinya sangat rapuh Kia sangat membutuhkan seseorang yang bisa ia jadikan untuk sandaran,bisa ia jadikan untuk tempat keluh kesah,tapi siapa,? tidak mungkin ayahnya atau pun adiknya yang masih duduk di bangku SMA.
"Ibu....kau pasti melihat ku dari sana,aku mohon bu sampaikan kepada Tuhan aku sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup ini." gumam Kia sembari memejamkan matanya bahkan air matanya terus mengalir.
Perih,sakit,tertekan itu yang saat ini Kia rasakan.Ingin rasanya dia menjerit sekeras mungkin,di usianya yang masih muda dia sudah menghadapi cobaan seperti ini.Ketika kebanyakan anak muda di luaran sana saat umurnya seperti Kia mereka sibuk bermain kesana kemari menikmati masa mudanya,sedangkan dia sibuk mengurusi rumah tangganya yang rasanya seperti di neraka.
"Sampai kapan semua ini terjadi kepadaku Tuhan." batin Kia sembari hatinya menjerit pilu.
Tiba-tiba ponsel Kia berbunyi menandakan ada pesan masuk ke ponselnya,di ambilnya ponsel tersebut yang masih ada di dalam tas kerjanya.
"Alamat rumah bos Millar jalan xxxxx." Seperti itulah isi pesannya,ya yang mengirim pesan kepada Kia adalah Pepei sekertaris Millar.
__ADS_1
Kia hanya bisa membuang napasnya pelan saat melihat pesan tersebut,lalu dia pun melempar pelan ponselnya di atas sofa.Sungguh tubuhnya terasa nyeri semua karena pekerjaan yang begitu banyak hari ini, belum lagi dia harus menguras kolam ikan saat di hotel di tambah keadaan rumah yang sangat kacau dia benar-benar merasa prustasi dengan keadaanya saat ini.