
*Ruang Kerja Millar*
"Huuuh" dia mendaratkan bokongnya di kursi kebesarannya.Sejujurnya Millar tidak enak hati saat menolak ajakan tamunya tadi tapi mau bagaimana lagi dia kurang suka dengan sekertaris Tuan Guna yang terus menatapnya belum lagi kancing bajunya sengaja dia buka sehingga sedikit terlihat buah dada nya dan itu bener-bener membuat Millar muak.
"Apakah Tuan Guna sudah pulang.?"tanya Millar saat melihat asistennya masuk.
"Sudah bos." jawab Reno sopan dan Millar pun hanya menganggukan kepalanya.
"Apakah kerja samanya kita terima.?" tanya Reno kembali masih dengan posisi berdiri.
"Ya,sepertinya dia orang baik dan cukup menguntungkan tawarannya tadi." Jelas Millar mengetuk-ngetukan bolpoint nya di atas meja.
"Baik Bos,akan saya urus nanti." jawab Reno sopan.
"Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Reno lagi dan di angguki oleh Millar.
Baru saja Reno melangkahkan kakinya beberapa langkah suara Millar sudah menghentikannya.
"Tunggu..!!" teriak Millar sedikit keras dan Reno pun membalikan badannya.
Bi Nani katanya mau cuti kerja selama seminggu untuk pulang kampung,untuk sementara kau harus carikan art pengganti bi Nani dulu." titah Millar
"Baik Bos,kau ingin art yang berumur atau masih muda.?" tanya Reno sedikit menggoda Bosnya.
"Kau pikir aku sedang mencari calon istri hah." jawab Millar melempar bolpoint yang dia pegang ke arah Reno.
"Haap." dengan cekatan Reno langsung menangkap bolpoint yang akan mengenai wajahnya.
"Hahaha,,,selow pak Bos..!!Baiklah akan saya urus nanti kalau begitu saya permisi dulu." ucap Reno langsung keluar dari ruangan Bosnya setelah di angguki oleh Millar.
"Pepei kau tuliskan di info loker bahwa saat ini sedang di butuhkan art." titah Reno saat dia keluar dari ruangan Bosnya.
Pepei mengernyit."Untuk siapa.?"tanyanya penasaran.
"Sudah kau tulis saja,tulis juga umurnya minimal 25 sampai 40 tahunan harus wanita terus harus yang rajin." titah Reno lagi.
"Tenang saja Pak, itu cingcay." jawab Pepei sembari tangannya sedikit melambai dan itu membuat Reno bergidik ngeri,buru-buru dia pun pergi dari hadapan sekertarisnya.
__ADS_1
"Ihhhh...ngeri gw liat si Pepei, kenapa juga Bos mau mengangkat orang kaya gitu jadi sekertarisnya."Gumam Reno saat dia berjalan meninggalkan ruangan sekertarisnya.
"Ck,,,selalu saja begitu sama eikeu gak si bos gak asistennya pasti tubuhnya selalu merinding saat berduaan denganku,di pikir tubuhku ini es balok."grutu Pepei saat melihat tingkah asistennya.
_________________
Saat ini Millar tengah berjalan-jalan melihat keadaan hotelnya di dampingi oleh Reno.
"Ren." panggil Millar
"Ya Bos." jawab Reno cepat mendekati bosnya.
"Apakah ada tamu yang komplain dengan pelayanan hotel ini.?"tanya Millar memastikan.
"Seperti biasa semua tamu puas dengan pelayanan hotel ini bos." jawab Reno penuh kebanggaan.
"Bagus.!! Berikan pelayanan yang terbaik kepada setiap tamu disini dan satu lagi suruh ob untuk membersihkan kolam ikan yang ada disana." titah Millar menunjuk kolam yang ada di pojok sebelah kanan hotelnya.
"Baik bos." ucap Reno manganggukan kepalanya lalu mereka pun kembali berputar-putar mengelilingi hotel.
Semua karyawan memberi hormat kepada mereka berdua,apalagi kaum hawa mereka sungguh terpesona oleh dua pria tersebut.
"Halu teruuuus." jawab temannya yang sedang membersihkan kaca.
"Biarain ,kan semuanya berawal dari halu nanti lama-lama jadi kenyataan." jawab si og yang sedang mengepel.
Tiba-tiba kepala bagian mereka menghampirinya,sehingga membuat kedua wanita tersebut langsung diam tak bersuara lagi.
"Kia." panggil pak Berto.
"Saya pak." jawabnya buru-buru mendekati atasannya.
"Kamu bersihkan kolam ikan yang ada disana." tunjuk pak Berto karena sebelumnya dia mendapat perintah dari Reno.
"Ah...baik pak." Kia menganggukan kepalanya dan segera berjalan menuju kolam ikan.
"Huuuh." Kia membuang napas pelan dia memandang ikan-ikan yang sedang berenang,sungguh hidupnya sangat beruntung tidak perlu bersusah payah mencari uang seperti dirinya.
__ADS_1
"Hai semuanya,,,,kalian pindah dulu kesini ya.Aku akan membersihkan tempat kalian supaya bersih dan nyaman,oke.!!" ucap Kia saat dirinya mengambil beberapa ikan yang ada di kolam dan memindahkan ke dalam ember yang lumayan besar dan sudah dia isi dengan air.
"Semangat Kia." gumamnya saat dia hendak turun ke kolam ikan,perlahan-lahan dia pun turun ke bawah lewat tangga khusus untuk turun ke kolam ikan tersebut.Tiba-tiba..."Bruuuuk." dia pun terpeleset dan terduduk di kolam tersebut sehingga bajunya basah kuyup.
"Aaaakkkhhh....ya ampun mengapa hari ini aku sial sekali." gumamnya bangkit dari duduknya sambil memegangi pinggangnya yang terasa sedikit nyeri.
"Yaaah...basah semua bajuku." ucapnya lagi karena memang saat itu air yang ada di kolam ikan tersebut lumayan masih banyak.
"Kiaaa." panggil seseorang dan dia pun menolehkan kepalanya melihat siapa yang memanggilnya.
"Kenapa kamu malah berenang,bukankah saya menyuruhmu untuk membersihkan kolam ikan bukan malah ikutan jadi ikan." ucap Pak Berto dengan nada sedikit berteriak.
"Hehe...anu pak tadi aku terpleset bukan ikutan renang sama ikan." bantah Kia memajukan bibirnya.
"Saya tidak peduli mau kamu terpleset atau pun nyebur sekalipun yang penting cepat kamu selesaikan pekerjaanmu." titah Pak Berto dan di angguki oleh Kia,lalu pak Berto pun meninggalkan Kia yang masih cemberut sembari bibirnya komat-kamit kesal terhadap atasannya.
"Huuuh...nasib jadi rakyat jelata ya gini tertindas mulu,salah terooos." ucap Kia lalu dia pun melanjutkan pekerjaannya lagi.
Tanpa Kia sadari ternyata dari tadi Millar melihat kelakuan Kia bahkan saat dia terpleset pun Millar melihatnya bahkan suatu keanehan bagi siapapun yang melihatnya saat Millar bisa tertawa saat melihat Kia terjatuh di kolam.
"Wanita aneh,siapa dia sepertinya aku baru melihatnya." gumamnya saat melihat Kia
"Bos...Bos..." panggil Reno saat menghampiri bosnya namun tidak mendapatkan respon dari bosnya.
"BOOOS." Sekali lagi Reno memanggil Bos nya sedikit berteriak dan itu berhasil membuat Millar sadar dari lamunannya.
"Kau ingin aku potong gajimu.?beraninya kau berteriak pada bosmu sendiri." Geram Millar terhadap asistennya sedangkan Reno hanya terkekeh melihat sikap Bos nya.
"Bos sendiri kenapa punya telinga tapi tidak berpungsi,atau jangan-jangan telinga Bos sudah rusak ya." Reno sedikit meledek bosnya.
"Kurang ajar,kau benar-benar ingin aku pecat hah." Ancam Millar sembari matanya melotot.
"Hehe...becanda bos,lagian dari tadi saya panggil bos tidak meresponnya.Lagi liatain apa sih.?"tanya reno sembari pandangannya melihat ke arah dimana tadi Bos nya terus memandangi arah tersebut,namun sayang sekali saat itu Kia sudah tidak ada karena dia sudah selesai dengan pekerjaanya.
"Bukan apa-apa, ayo kembali ke ruangan.Apa beberapa hal yang mesti kita bahas." ucap Millar meninggalkan Reno yang masih merasa penasaran dengan apa yang di lihat oleh bosnya.
"Liatin apa sih tadi si bos." gumam Reno celingak-celinguk.
__ADS_1
"Buruan,kau benar-benar ingin aku memotong gajimu." teriak Millar saat asistennya tidak mengikutinya,buru-buru Reno pun berlari kecil menyusul bosnya yang sudah mengaung.