PEBINOR (Perebut Bini Orang)

PEBINOR (Perebut Bini Orang)
BAB 9


__ADS_3

Pagi itu Kia sudah bangun,dia berniat pergi dari Rumah Sakit tersebut.


"Haaakh...kemana aku harus pulang." Ucapnya pelan seraya membuang napas kasar.


Di pandanginya jari manis yang terdapat cincin pernikahan dirinya dengan Aram.Lama dia berpikir sembari menatap cincin tersebut.


"Apa aku jual saja cincin ini,lalu memulai hidup baru di kota lain sendirian"Gumamnya seraya melepaskan cincin tersebut,cincin yang tidak terlalu mewah tapi cukup mahal bagi Kia.


"Kau sedang apa?" tiba-tiba suara seseorang mengagetkan lamunannya.


"Ah ya ampun" Kia terkejut saat Millar tiba-tiba datang hingga tak sengaja dia pun menjatuhkan cincinnya.


"Apa ini?" tanya Millar saat ada benda jatuh menggelinding tepat di kakinya.Dia pun mengambil benda tersebut.


"Itu cincin pernikahan saya Tuan" Ucap Kia hati-hati.


"Pernikahan?" Millar mengulang kata tersebut.


"Kau sudah menikah?" tanyanya ia pura-pura tidak tau bahwa Kia sudah menikah.Kia pun mengangguk lemah.


"Lalu kalau kamu sudah menikah dimana suamimu? kenapa kamu bisa sampe tidur di jalan?" tanya Millar,dia terus saja mengulang kata bahwa Kia tidur di jalan.Padahalkan dia tau sendiri saat itu kondisi Kia seperti apa.


Kia diam tidak menjawab pertanyaan Millar,dia hanya terunduk lesu,bingung harus menjawab apa.


"Apa kau ada masalah?"tanya Millar saat tak mendapatkan jawaban dari wanita yang ada di hadapannya.


"Jika kau ada masalah maka ceritakanlah,siapa tau aku bisa membantumu"ucapnya lagi.


Kia pun menatap Millar saat pria itu berkata seperti itu.


"Apa benar dia akan membantuku,jika aku menceritakan masalah rumah tanggaku" batinnya.


"Benarkah anda akan membantu saya Tuan?"tanya Kia meyakinkan atas apa yang Millar ucapakan.


"Tergantung".jawabnya singkat.Kia menatap tak mengerti dengan ucapan pria itu.


"Jika bisa menguntungkan saya,akan saya pertimbangkan" lanjutnya lagi.


Lama Kia berpikir mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut pria di hadapannya tersebut.


"Tolong bantu aku untuk bercerai dari suamiku" tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulutnya.


"Hah? apa kamu bilang?" Millar sedikit kaget atas apa yang dia dengar.

__ADS_1


"Ya aku serius,bantu aku untuk bisa bercerai dari suamiku" ucap Kia kembali dengan penuh keyakinan.


"Mengapa kamu ingin bercerai dari suamimu?"tanya Millar belaga bego padahal dia sudah tau alasannya.


"Banyak" Jawab Kia menatap nanar ke arah jendela.


"Jadi bagaimana,apakah Tuan bisa membantu saya?"tanya nya lagi sembari menatap wajah Millar.


"Dan bantuan ini tidak gratis" Jawab Millar tersenyum miring.


"Ya" jawab Kia singkat,dia sudah terlalu muak dengan pernikahannya dan ingin lepas dari pria bajingan itu.


"Baiklah saya akan membantu kamu,tapi dengan 1 syarat".Ucap Millar melangkah mendekati kia.


Kia hanya menatap Millar yang sudah berada di hadapannya dengan jarak yang begitu dekat.


Paham dengan arti tatapan Kia ,seolah-olah bertanya"Apa syarat nya".


"Menikahlah denganku setelah kamu bercerai." Duaaaar bagai di sambar petir tatkala Kia mendengar ucapan pria di hadapannya.


"Bagaimana?"tanya Millar saat melihat reaksi Kia.


"Apa tidak ada syarat yang lain?"Tanya Kia,dia enggan jika harus menikah lagi.Ah bukan itu lebih tepatnya dia tidak mau terlalu buru-buru menikah lagi apalagi dengan kondisi dia baru bercerai.


"Jadilah pemuas nafsuku selama 1 tahun" bisiknya tepat di telinga Kia.


Sial itu bukan pilihan,semuanya bom bagi Kia.


"Jadi bagaimana?"tanya Millar lagi kala dia tak mendapatkan jawaban dari wanita di hadapannya.


"Waktuku sangat mahal,aku tak bisa berdiam diri disini terlalu lama untuk menunggu jawabanmu."ucapnya lagi.


"10 menit,kuberi waktu untukmu berpikir".Millar berjalan ke arah jendela menatap jalanan dia seolah-olah memberikan waktu untuk Kia berpikir matang.


"Apa? 10 menit? pria gila,itu bukan waktu untuk berpikir tapi desakan secara halus" batin Kia kesal.Jujur saja dia bingung harus bagaimana.


"Ini bukan solusi, lebih tepatnya keluar kandang buaya masuk kandang singa jadi ujung-ujungnya akan mati juga."pikir Kia.


"Bagaimana?kau terlalu lama untuk berpikir" Tanya Millar,pria itu seperti tidak sabar menunggu jawaban dari wanita yang sejak tadi tak mengeluarkan suara sepatah pun.


"A...a..ku.."ucap Kia ragu


"A..ku bersedia" jawabnya lagi

__ADS_1


"Bersedia apa?"tanya Millar tak paham karena pilihannya ada 2.


"Me..nikah dengan anda" Jawab Kia penuh keterpaksaan.Ya akhirnya Kia memilih syarat ini,mungkin hidup dengan Millar akan lebih baik karena apa yang dia liat sepertinya Millar pria baik baik berbeda dengan Aram.Walaupun tidak ada cinta di antara mereka setidaknya Kia berharap Millar bisa memperlakukan dia dengan manusiawi.


"Kau serius? ingat kau tidak akan bisa menarik apa yang kau ucapkan barusan." Ucap Millar penuh penekanan.


Kia pun mengangguk,walaupun dia sedikit ragu.Tapi apa boleh buat dia tak punya pilihan lain.


"Tapi setelah masa idahku selesai,kau boleh menikahiku" ucap Kia.


"Tidak masalah"Jawab Millar ,dalam hati dia sangat bahagia karena sejujurnya pria itu mempunyai sedikit perasaan terhadap wanita itu.Ya walaupun dia sadar caranya salah untuk menikahi Kia tapi dia tak peduli,toh sah sah saja kan.


"Baiklah, selama urusan perceraianmu berlangsung kau tinggal di apartemenku hingga masa idah selesai"Ucap Millar


"Tapi" baru saja Kia akan menolak, pria itu sudah menatapnya tajam menyiratkan bahwa dia tidak mau mendengar bantahan.


"Baiklah" jawab Kia lesu,sudahlah dia tak peduli lagi dengan hidupnya.Dia merasa sudah hancur dan tak memiliki tujuan hidup.


"Jangan lupa minum obatnya,segeralah sembuh". Ucap pria itu saat hendak meninggalkan Kia.


"Oiya 1 lagi,jangan coba coba kabur dariku!!" ancamnya tanpa melihat ke arah Kia.


"Ck siapa juga yang mau kabur,sudah jadi gembel dan tawanan mana bisa kabur".Batin Kia menggerutu menatap punggung Millar yang semakin menghilang di balik pintu.


 


"Silahkan Tuan" ucap Reno membukakan pintu mobil saat melihat Tuan nya keluar dari Rumah Sakit.


"Kau suruh orang untuk mengantarkan wanita itu ke apartemenku"ucap Millar tanpa melihat asistennya.


"Dia calon istriku" ucapnya lagi,dia tau pasti asisten sekaligus sahabatnya itu kebingungan saat mendengar penuturan bosnya.


"Hah?"hanya kata itu yang keluar dari mulut sang asisten.


"Jalan" Millar menatap tajam asistennya saat asistennya itu bengong tak berkutik.


"Ah baik Tuan". buru-buru sang asistenpun menyalakan mesin mobil.


"Hah calon istri?"


"Apa aku tidak salah dengar"


"Bos mau menikah".

__ADS_1


Berbagai pertanyaan memenuhi isi kepala asistennya.Dia begitu terkejut mendengar bos nya memiliki calon istri ,ah bukan lebih tepatnya calon istri dadakan.Ya bagaimana tidak seingatnya wanita itu adalah pembantu di rumah bos nya.Tapi yasudahlah suka-suka bos nya saja.


__ADS_2