
"Huh...nasib jadi orang miskin di jajah terus."gumam Kia sembari mulai dengan pekerjaannya.
"Maaf anda siapa ya.??" tanya seorang pria yang umurnya sekitar 40 tahunan.
"Oh saya Kia pak,saya pembantu sementara disini." jawab Kia sedikit terkejut.
"Panggil saja saya Ahmad saya juru masak di rumah ini." ujar pria yang bernama Pak Ahmad.
"Oh baik pak,senang bertemu dengan anda." ucap Kia ramah.
"Baiklah kalau kamu butuh sesuatu panggil saja saya,saya ada di dapur." ucap Pak Ahmad menunjuk arah dapur.
"Iya pak,terima kasih." ucap Kia tersenyum ramah,lalu pak Ahmad pun pergi meninggalkan Kia.
"Huuuh...setidaknya masih ada orang baik di rumah ini."gumamnya membuang napas pelan dan kembali melanjutkan pekerjaanya.
Sudah hampir jam 12:00 namun pekerjaan Kia belum juga selesai,sebenarnya pembantu di rumah Millar cukup banyak namun Millar melarang mereka untuk membantu Kia,dan sebisa mungkin jangan menunjukan dirinya di depan Kia kecuali pak Ahmad.
______________
"Loe gak kasihan sama dia.??" tanya Reno saat ini kedua pria tersebut sedang berada di kantor yaitu ruangan kerja Millar.
Mereka sedang melihat aktivitas Kia dari cctv yang terhubung dengan ponsel Millar.
"Hahaha...kasihan.?? aku malah senang membuatnya seperti itu." jawab Millar tertawa pelan sembari melihat layar ponselnya.
"Dia wanita Lar!! tidak seharusnya kamu suruh dia untuk bersihin rumahmu yang gede itu."ucap Reno sedikit memberikan nasihat kepada team sekaligus atasannya.
Namun seolah tak mendengarkan ucapan temannya,Millar hanya bersikap acuh menanggapi ucapan temannya itu.
Tiba-tiba keningnya sedikit mengerut saat melihat layar ponselnya.Merasa heran dengan tingkah Bos nya Reno pun ikut melihat layar ponsel yang di pegang oleh Bos nya.
Dan disana terlihat Kia sedang duduk sambil menundukan kepalanya,tubuhnya bergetar kuat sepertinya dia sedang menangis namun sebisa mungkin dia menahannya agar tidak bersuara.
"Kenapa dia.???" tanya Millar bingung dan Reno pun hanya bisa mengangkat bahunya seolah-olah berkata" Aku juga tidak tau".
Merasa kasihan dengan Kia,akhirnya Millar menelpon Pak Ahmad dan menyuruh pembantunya yang lain untuk membatu pekerjaan Kia.
"Suruh pembantu yang lain untuk membantu pekerjaan dia." titah Millar lewat sambungan telponnya.
"Kenapa kamu menyuruh pembantu lain untuk membantunya?? apakah kamu kasihan melihatnya.??"tanya Reno
"Bukan urusanmu,cepat selesaikan pekerjaanmu." titah Millar mengibas-ngibaskan tangannya.
"Untung disini statusnya Bos coba kalau di rumah sudah gw tipuk tuh orang." grutu Reno melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan Bosnya.
___________
__ADS_1
*Rumah Millar*
Saat ini Kia sedang terduduk di lantai,sungguh tubuhnya sangat lelah dari pagi hingga siang pekerjaannya belum juga selesai.
"Hiks...hiks...kenapa hidupku selalu menderita,aku lelah Tuha." gumamnya pelan menundukan air mata sambil menangis.
"Ayaah tolong aku." ucapnya lirih
Ingin sekali rasanya dia mengadukan semua penderitaanya kepada sang ayah,tapi apakah dia akan mempercayainya.Dulu saja saat dia mengadukan perlakuan suaminya ayahnya tidak mempercayai ucapan Kia.
Tiba-tiba datang 2 orang pria menghampirinya,umurnya sekitar 27 tahunan.
"Permisi."ucap salah satu pria tersebut.
"Ah iya." buru-buru Kia menghapus air matanya dan mengangkat kepalanya.
"Kalian siapa.?? dan ada perlu apa.???" tanya Kia memaksa tersenyum.
"Kami pembantu disini juga,kami di perintahkan Tuan untuk membantu anda." ucap pria tersebut.
"Benarkah.??" tanya Kia tak percaya,takutnya kedua pria ini sedang membohonginya.
"Iya nona." ucap pria tersebut.
"Ah panggil saja saya Kia." ucapnya mengulurkan tangan.
"Oh saya Beno,dan ini Dani." jawab Beno menerima uluran tangan Kia begitupun dengan Dani.
Dia sangat senang sekali,akhirnya Bos nya mengirimkan orang yang membantunya.Dia pikir Bos nya akan tega menyuruh Kia membersihkan rumahnya yang cukup luas.
"Mmmpp...Ka Ben." panggil Kia dan itu membuat Beno bingung dengan panggilan Kia.
"Hehe...kaka kan lebih tua dari saya,jika hanya memanggil dengan sebutan nama saja itu tidak sopan." jelas Kia paham akan tatapan Beno.
"Ooh...!! tadi kamu ada apa memanggil namaku.??" tanya Beno yang sedang mengelap kata jendela.
"Kenapa disini tidak ada pembantu wanita.??" tanya Kia penasaran.
"Sebenarnya ada tapi dia sedang pulang kampung." jawab Beno
"Berapa orang ???" tanya Kia
"Satu." jawab Beno
"Hah..?? kenapa cuman satu.?? tanya Kia semakin penasaran.
"Karena Tuan Millar tidak suka pembantu wanita,dan pembantu wanita itu juga adalah orang kepercayaannya Tuan.Dia yang mengurus Tuan sejak kecil hingga sekarang." jelas Beno
__ADS_1
"Ooh....memangnya berapa umur wanita itu.??" tanya Kia masih penasaran.
"50 tahun namanya Bi Sumi" jawab Beno dan Kia pun menganggukan kepalanya pertanda dia mengerti.
Lalu mereka bertiga pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sekitar pukul 14:00 akhirnya pekerjaan pun telah selesai.Kini saat nya Kia untuk istirahat dan makan siang,di belakang sudah banyak sekali para pembantu yang bekerja di rumah Millar dan semuanya berjenis kelamin pria.
Dari mulai tukang nyuci,nyetrika,kang kebun,kang bersih-bersih semua nya pria.
Kia pikir Bos nya itu tidak normal alias suka sesama jenis hihi.
"Kia sini." teriak Beno melambaikan tangannya saat melihat keberadaan Kia.
Kia pun mendekat...
"Kamu sudah makan.??"tanya Beno dan Kia menggelengkan kepalanya.
"Kenapa belum makan.? buruan makan dulu pasti perutmu sudah kelaparan." ucap Beno hendak berdiri untuk mengambil makan buat Kia.
"Mau kemana ka.?? tanya Kia
"Ngambil nasi buat kamu." ucap Beno
"Gak usah nanti aku ambil sendiri,udah kaka lanjutin aja makan." titah Kia dan di angguki oleh Beno.
"Kia apakah kamu sudah punya pacar.??" tiba-tiba Dani bertanya dan itu sedikit membuat Kia terkejut.
"Ngapain kamu tanya kayak gitu.? mau daftar ya.??" goda Beno
"Boleh,itupun jika Kia nya masih sendiri hahha." balas Dani terkekeh dan semua orang pun ikut tertawa.
"Jadi gimana Kia.??"tanya dani sedikit menggoda
"Mmmpp...aku...aku...sudah menikah." jawab Kia pelan.
"APA.???" ucap Beno dan Dani serempak.
"Kamu becanda ya.?" tanya Beno tak percaya.
"Aku serius,aku sudah menikah." ucap Kia
"Ya ampun aku tidak percaya ini,bagaimana bisa kamu sudah menikah di umurmu yang masih terbilang muda."ujar Dani tak percaya.
"Lalu dimana suamimu.?? mengapa kamu mau bekerja seperti ini.?? tanya Dani
Sedangkan Kia hanya tersenyum,seolah-olah dia tidak mau menceritakan perihal rumah tangganya kepada orang lain.Paham dengan raut wajah Kia akhirnya Beno mencoba mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ah sudah lupakan hal ini,kamu cepet ambil jatah makan siangmu!!"titah Beno kepada Kia
Kia pun menurut dan pergi mengambil jatah makan siang nya