
...Chapter 11...
"AARGHHHHHHHH!"
"BAGAIMANA INI?"
Naruto mengacak-acak rambut pirangnya pertanda dia sedang pusing memikirkan pertandingan yang sama sekali tidak dihendaki.
"Naruto-kun tenanglah," Hinata menepuk –nepuk pelan bahu Naruto untuk menenangkan. Hinata sangat paham jika Naruto merupakan orang yang idealis dan susah untuk begitu saja melepaskan prinsipnya.
"Sudahlah Naruto, aku heran denganmu masalah utamamu adalah perasaan tidak suka. Bila boleh aku beri saran setidaknya cobalah sedikit menikmati. Kulihat kau itu munafik, kau sebenarnya mulai menyukai dunia balap tapi kau tidak mau mengakuinya." Cerca Sasuke dengan kata-kata yang pedas dan tajam.
Naruto terdiam mendengar kata-kata Sasuke. "Apa maksudmu kau berkata seperti itu Teme!" Naruto menatap Sasuke tajam dengan mata safirnya. Detik itu juga semua perhatian teralih pada Sasuke dan Naruto.
"Kuperjelas, kau itu munafik. Kau sebenarnya mulai menyukai balapan, kalau kau tidak suka lalu sekarang atas dasar apa kau disini? Akui saja Naruto kau mulai menyukaianya dan berhentilah untuk menyangkalnya!" Hardik Sasuke tajam, nadanya penuh penekanan dan emosi. Dia sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam milik Naruto yang bisa dikatakan meruntuhkan mental bagi yang melihatnya.Apa kau pikun? Kalian yang memaksaku!" Naruto semakin tersulut emosi, bahkan dia sudah berdiri dihadapan Sasuke sambil mencengkram krah kemeja sang bungsu Uchiha. Entah karena apa dia sangat tersinggung dengan tuduhan itu.Naruto! Hentikan!" Pekik Itachi untuk melerai. Namun tangan adiknya segera memberi tanda untuk jangan ikut campur.
Sasuke menyeringai licik.
"Benarkah hanya itu alasanmu dobe, alasan macam apa itu. Jika kau sungguh-sungguh tidak suka pastinya kau akan menolak dengan keras dan akan berusaha mencari jalan keluar. Lagi pula jika kau tidak suka kenapa kau marah-marah dobe?" Tanya Sasuke santai, seringai kemenangan miliknya tergambar jelas di mata Naruto.
BUAGH!
Sasuke terpelanting ke bawah.
"Sasuke!" Sakura menjadi orang yang paling berteriak keras. Gadis berambut soft pink itu tampak sangat khawatir.
Sebuah pukulan telak tepat mengenai paras rupawan Sasuke. Rupa-rupanya pukulan itu cukup keras hingga berhasil membuat sudut bibirnya mengalirkan darah segar.
"Jangan seenaknya kau menilai diriku, Uchiha Sasuke!" Kata Naruto marah dan menatap Sasuke tajam. Sebenarnya begitu melihat sang sahabat terluka Naruto merasa sedikit bersalah tapi apa daya dia begitu marah padanya.
"Huh," Sasuke mendengus pendek sambil menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Bukannya kesakitan justru dia menyeringai lagi untuk membalas tatapan Naruto.
Terlalu emosi pada Sasuke, Naruto memutuskan pergi dari tempat itu. Dia segera berjalan menuju mobilnya dan segera menjauh dari tempat itu. Meninggalkan teman-temannya dalam posisi keheningan.
"Sasuke-kun kau terluka," Sakura langsung memberi bantuan pada Sasuke untuk berdiri.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan Sasuke?" Alih-alih turut prihatin justru Shikamaru tampak menyalahkan.
"Aku hanya berusaha menyadarkannya itu saja," jawabnya datar sambil menyeka lukanya lagi yang mulai terasa nyeri.
"Tak kusangka si dobe bisa memukul seperti ini, sakit." Keluhnya dalam hati.Tak kusangka kau akan memancing emosinya sampai sejauh itu, lihat dirimu sekarang tersungkur hanya gara-gara seorang Naruto," sama seperti Shikamaru, Gaara sama sekali tidak prihatin pada keadaan Sasuke tapi lebih cenderung mengejek.
"Hei aku melakukan ini demi dia juga, apa kalian tidak jengah hampir setiap hari mendengar ocehan darinya yang tidak jelas asal muasalnya. Jelas-jelas secara teknik dia masih diatas kita tapi kenapa dia yang justru seperti orang siap kalah dalam taruhan." Sasuke menerangkan dengan santai seperti tanpa dosa.
"Tapi sepertinya Naruto benar-benar marah pada kita terutama padamu Sasuke. Lihat saja Hinata-channya saja sampai ditinggal. Kalau begini bisa-bisa dia tidak datang saat pertandingan," keluh Sai pada Sasuke.
"Uhm gomen Sai-kun, Naruto-kun sudah sms aku untuk pulang bersama Shikamaru. Jadi dia tidak lupa," Hinata berusaha membela Naruto yang dianggap melupakannya.
"Itu benar, tepat satu menit setelah pergi dia mengirim sms padaku untuk mengantar pulang Hinata," tambah Shikamaru sebelum ditanya yang lain.
"Tenang saja, bocah itu pasti datang," ujarnya mantap dengan nada yakin.
"Yakin sekali kau dia akan datang setelah apa yang kau perbuat padanya Sasuke." Kata Gaara menimpali kali ini terdengar nada emosi di dalamnya.
"Apa kau lupa Naruto itu seperti apa, meskipun keras kepala dia bukan tipe yang mudah membangkang pada orang tuanya. Aku yakin dia akan datang." Ujar Sasuke dengan kilatan mata penuh keyakinan.
Kediaman Namikaze
"Aku pulang!" Salam Naruto pada penghuni rumah yang ternyata hanya ada Minato di dalamnya sedang membaca koran.
"Ohayuo Naru-chan, tumben jam segini sudah pulang?" Sapa sekaligus tanya Minato heran melihat Naruto pulang lebih awal dengan wajah ditekuk. Sejak terdaftar dalam pertandingan bertajuk " Speed Level" tahun ini, Naruto selama liburan jadi lebih sering keluar rumah dan baru akan pulang pada pukul delapan malam.
"Tidak apa, tumben ayah juga pulang lebih awal." Kata Naruto sambil duduk disamping sang Ayah. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan Minato.
"Ini memang jam pulang normal Ayah untuk shift siang Naruto, Apa kau lupa?" Minato menghentikan aktivitas membaca koran sorenya untuk memandang Naruto lekat-lekat.
"Ada masalah?" Tanya Minato khawatir.
"Tidak!" Jawab Naruto pendek sambil membuang muka untuk tidak menatap orang tuanya.
"Hei, kalau kau mau kau bisa cerita pada ayah, apa ini masalah pertandingan lagi?" Tanya Minato diiringi pandangan serius memandang Naruto.
"Ak- aku bingung ayah," ujarnya lirih. Mata blue safirnya jelas memancarkan kebimbangan.
"Bingung karena pertandingan?" Terka Minato untuk menanggapi keluh kesah putranya.
"Bisa jadi, aku bingung untuk melakukan tindakan yang bukan menjadi kesukaanku. Pertandingan balap malam bertolak belakang dengan prinsipku." Jawab Naruto sambil memandang serius Ayahnya.
"Apa kau tidak senang?" Minato mencoba memahami permasalahan Naruto.
__ADS_1
"It-itu aku, tidak." Ujaranya tidak yakin dengan dirinya.
"Cobalah bersikap terbuka Naruto, cobalah berfikir positif agar kau tidak bimbang seperti ini." Tutur Minato menasehati sambil menepuk punggung Naruto.
"Kau sebenarnya menyukai balapan tapi kau takut dicap sebagai seorang pembalap bukan? Yah balapan malam memang terdengar buruk untuk anak mami sepertimu. Dapat status seperti itu bukan berarti akan merusak statusmu sebagai anak baik-baik Naruto." Kata Minato lagi dengan sedikit nada mencandai.
"Ayah sama saja dengan Sasuke!" Timpal Naruto ketus sambil berdiri dari kursi untuk melangkah pergi namun tertahan dengan perkataan Minato.
Ikuti kata hatimu Naruto. Jangan pernah khawatir tentang statusmu di mata kami, kau akan selalu sama dimata kami yaitu sebagai putra kesayangan Namikaze Minato dan Namikaze Kushina." Tutur Minato diiringi senyum tulus.Ayah," lirih Naruto sambil berjalan menuju kamarnya.
Malam Pertandingan Pertama
Sistem pertandingan "Speed Level" dibagi berdasarkan wilayah kawasan utama yang menjadi sentral komunitas daerah klub. Untuk tahun ini pertandingan dibagi menjadi tiga wilayah yaitu distrik Konoha dan sekitarnya, lalu Kawasan Uzushio, kemudian kawasan Iwagakure dan sekitarnya.
Pertandingan pembukaan antara Kotetsu melawan Lee berlangsung seru untuk pertandingan pembukaan. Semua orang tampak antusias kecuali beberapa pemuda yang justru terlihat mengkhawatirkan jam.
"Pertandingan pertama hampir usai tapi Naruto belum menyaksikan batang hidungnya. Kalau dia tidak datang maka dia akan didiskualifikasi." Kata Gaara dengan gelisah sambil memandang selai yang menunjukkan pukul 20.58.
"Apa dia berniat untuk tidak hadir?" Spekulasi Sai sambil memandang Sasuke yang sama tidak menunjukkan ekspresi cemas.
"Tenang saja dia pasti akan datang," ujar Sasuke untuk syuting.
"Pertandingan pertama hampir selesai tapi Naruto belum muncul juga, Hinata aku hubungi juga tidak menjawab." Kata Sakura panik sambil terus berusaha menghubungi Hinata.
"Sudahlah kita tunggu saja, dia tidak datang ya sudah mau bagaimana lagi. Lebih baik kita sekarang fokus untuk pertandingan masing-masing daripada kita harus memiliki minat." Kata Shikamaru mengingatkan mereka untuk fokus pertandingan.
Pertandingan pembuka antara Lee dan Kotetsu berakhir dengan kemenangan Lee. Sekarang panitia sedang mempersiapkan pertandingan kedua yang akan dimulai 10 menit lagi.
"Sasuke rivalku!" Teriakan Lee begitu turun dari mobil seusai memenangkan pertandingan. Lee turun dengan wajah sumpringah.
"Hn?" jawab Sasuke dingin.
"Ini kenapa kumpul-kumpul disini? Kalian tidak bergabung ke klub masing-masing?" Tanya Lee heran melihat pemandangan anak-anak anggota Malam, Pasir, Mawar Hitam, Kelas Konoha tumben jadi satu kali pertandingan. Jika melihat mereka main bersama itu biasa tapi pada saat-saat persaingan itu jarang terjadi.
"Memangnya tidak boleh, kita kan teman. Kalau mau, kau juga boleh bergabung." Sakura menimpali dengan senyum manis yang membuat Lee merona.
"Wah Sakura-chan memang baik. Sudah cantik baik pula, benar-benar gadis impianku!" Puji Lee dengan bangga, tanpa dia sadari Sasuke sudah membocorkan horor Lee.
"Sayangnya Sakura sudah ada yang punya!" Jawab Sasuke enteng lalu menggandeng tangan Sakura. Sang gadis pinkish luar biasa terkejut ketika tiba-tiba tangan Sasuke menggandengnya dengan lembut.
"Ekh?" Sakura memandang Sasuke tidak percaya begitupun juga yang lain. Bahkan Shikamaru yang biasa tampak cuek bisa memandangbungsu Uchiha dengan heran.
"Harapanku cintaku pupus sudah." Kata Lee dengan lebay sementara yang lain hanya memandang sweatdrop. Perjumpaan dengan Lee membuat mereka lupa tentang kedatangan Naruto. Tanpa ada yang sadar tidak jauh dari garis mulai muncul mobil Corolla Axio berwarna biru laut milik Naruto. Mobil itu berhenti untuk menjadi seorang gadis manis berambut pirang. Saat gadis itu memandang khawatir sang pengemudi tapi dibalas dengan senyuman kecil yang menyenangkan.
"Semoga beruntung, Naruto-kun!" Ucapnya pelan yang hanya bisa didengar sang pengemudi. Naruto memberi anggukan pelan dan langsung meluncur ke garis start.
Hinata berjalan kearah teman-temannya yang tampak asik membicarakan sesuatu.
"Hinata-chan!" Pekik Sakura dengan keras begitu melihat sosok Hinata berjalan ke arah mereka. Sakura tampak senang begitu juga yang lainnya.
"Mana Naruto?" Tanya Gaara langsung begitu Hinata bergabung dengan mereka. Gaara tidak sabar mengetahui jawaban dari Hinata.
"Naruto sudah di garis start," ujar Hinata.
Benar-benar ada dua mobil disana yaitu mobil modif Nissan 200 SX dengan dominasi warna hitam dan disampingnya ada Corolla Axio berwarna biru laut yang masih original pabrik.
"Naruto serius akan bertanding?" Tanya Lee tidak percaya pada Hinata.
"Mungkin saja, tapi mengapa mengapa Naruto-kun tampak berbeda hari ini. Dia belum ceria seperti biasa." Tutur Hinata penuh keraguan.
"Wah semoga beruntung Naruto beruntung, lawan pertama langsung dapat yang berat. Kimimaro tidak bisa diremehkan loh." Komentar Lee dengan wajah prihatin, ia merasa Kimimaro terlalu berat untuk kelas pemula macam Naruto.
"Yah, lihat saja nanti," Desah Shikamaru santai.
"Kalau begitu lebih baik kita sekarang beri semangat Naruto," Kata Kiba dengan tangan mengepal.
"Setuju, daripada kita berdiam disini tidak jelas." Timpal Gaara yang turut semangat, ia bahkan sudah berdiri dari duduknya.
"Ayo!" Teriak Lee.
Tak mau membuang-buang waktu lagi mereka langsung ke arena start. Tampak pembawa bendera mulai memberi aba-aba. Jantung teman-teman Naruto berdebar-debar menunggu aksi Naruto. Kedua mobil sudah menampilkan mesin mobil masing-masing
"Tiga!"
"Dua!"
"Satu!"
Kimimaru dengan mobil Nissan 200 SX warna hitam melakukan start lebih baik dibandingkan Naruto. Mobil Kimimaru langsung berada agak jauh di depan mobil Naruto yang berwarna biru laut. Naruto mendecih pelan ketika dia tertinggal. Sorak sorai penonton langsung membahana begitu Kimimaru dengan meninggalkan Naruto ditikungan pertama.
__ADS_1
"Ini terlalu mudah!" Gumam Kimimaru tersenyum begitu melihat jarak yang dibuat cukup jauh dengan sang lawan. Jarak mereka terpaut sekitar 20 meter. Dia meningkatkan kepercayaan diri untuk memacu mobilnya. Pertandingan hampir setengah jalan, Kimimaru dengan leluasa melaju menjadi terdepan tanpa terusik. Tidak lama lagi dia akan mencapai tempat perputaran yang menjadi pertanda setengah pertandingan. Tepat sewaktu-waktu sebelum melakukan perputaran dia baru menyadari bahwa mobil Corolla Axio yang dikemudikan Naruto telah menempel ketat di belakang Kimimaru.Sejak kapan?" Tanyanya panik sambil melakukan putar balik yang diikuti Naruto tanpa kesulitan.Tidak mau membuang-buang kesempatan, Kimimaru lalu melakukan drift ketika memasuki tikungan, dengan kecepatan tinggi lalu mengerem, melakukan heel-toe, overpower lalu counter-steer dengan mulus. Dengan begini maka kecepatan menikungnya menjadi tidak begitu berkurang. Kimimaru tersenyum bangga memamerkan kemampuannya di depan bocah amatiran yang diketahui bernama Naruto.
Naruto tersenyum kecil melihat pengamatan yang dilakukan. Naruto merasa bosan tadi mengikuti dari belakang. Dia memutuskan untuk lebih mendekat lagi. Saat ini mobil Naruto tepat di belakang mobil Kimimaro.
Naruto mengamati situasi di depan, dia melihat kesempatan untuk melewati Kimimaru di tikungan depan. Mendekatkan tikungan, dia menekan kopling dan memindahkan ke gigi 2 lalu menekan gas sampai sekitar 4500 rpm. Naruto lalu melepas kopling maka hasilnya adalah putaran kuat pada ban karena saat itu mesin berputar cepat. kekuatan besar ini menyebabkan ban belakang menjadi sangat cepat kehilangan sampai traksi dan belakang mobil akan melintir. Naruto hanya perlu mengendalikan sedikit pengadukannya untuk bisa berbelok sekaligus melewati lawannya dalam waktu bersamaan. Dengan ini maka mau tidak mau Kimimaru dalam posisi terjepit. Naruto dengan mudah melewati mobil Kimimaru tanpa banyak perlawanan.
Ternyata cukup dengan teknik drift Clutching yang diajarkan sensei Iruka Naruto bisa melewati Kimimaru dengan mudah. Selepas kejadian itu Kimimaru benar-benar tidak bisa mengejar Naruto. Seperti biasa Naruto selalu memanfaatkan tikungan untuk menambah jarak dengan Kimimaru. Naruto tidak terlalu terkejut bila Kimimaru benar-benar tidak bisa mengikutinya.
"Huph, sepertinya hal ini harus benar-benar diakhiri," katanya sendu dan sedikit ragu. Naruto pandangannya pada jalanan yang sebentar lagi akan mencapai garis finish.
Kimimaru yang berada di belakang Naruto semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Bagaimana mungkin dia tidak bisa mengikuti pemuda amatiran itu. Dia menaikkan laju Nissan 200 SX miliknya sampai ia melihat mobil Corolla Axio berwarna biru laut di bawah. Jarak yang semakin dekat membuat Kimimaru semakin bersemangat. Kondisi jalanan depan adalah jalan lurus. Kimimaru melihat celah terbukanya untuk melewati Naruto. Tidak mau membuang-buang kesempatan lagi dia langsung menaikkan kecepatan mobilnya untuk menyalip mobil Naruto yang berjalan cukup cepat.
"Dasar amatiran, jangan pernah kau berikan jalanmu pada musuh. Bodoh!" Desis Kimimaru dengan nada kemenangan didalamnya.
"Huft, selesai sudah!" Ucap Naruto begitu melihat mobil Kimimaru melesat menyalipnya.
Kondisi garis finish semakin ramai dibandingkan saat start tadi. Situasi ini bisa terjadi karena menurut info terakhir beredar mobil Naruto-lah yang memimpin pertandingan. Orang-orang menjadi sedikit penasaran tentang Naruto yang statusnya terbawah bisa memberi perlawanan sengit pada Kimimaru.
"Yeeaaaaaah melawan Naruto!" Entah berapa kali Lee sudah berteriak-teriak menjagokan Naruto.
"Bagus! Sekarang Naruto mulai menunjukkan levelnya!" ujar Kiba dengan semangat. Mendengar Naruto bisa menyalip Kimimaru sangat membuat mereka senang.
"Akhirnya kita bisa menyanyikan raja keluar dari sarangnya," Sasuke pada Gaara dan Shikamaru dengan nada kemenangan.
"Aku pikir saat ini aku harus setuju padamu, Sasuke." Timpal Gaara yang akhirnya bisa melepaskan rasa tegangnya akan hasil pertandingan ini.
"Cih, senang dulu. Kita belum tahu hasilnya jika Naruto belum melewati garis Selesai. Jangan khawatir tentang sesuatu. Semoga saja tidak." Kata Shikamaru dengan cemas.
"Berpikirlah positif Shika!" Ucap Gaara menyemangati.
"Ya!" gumam Shikamaru malas.
Tidak berapa lama kemudian apa yang mereka nanti-nanti muncul juga. Dari jarak mereka sudah bisa mendengar suara mesin mobil yang saling beradu. Mereka memasang mata mereka dengan baik untuk melihat mobil apa yang akan keluar menjadi pemenang. Dari balik tikungan terakhir muncul mobil Nissan 200 SX yang meluncur dengan cepat melewati garis finish diikuti mobil Naruto beberapa saat kemudian.
Teman-teman Naruto terbelalak tidak percaya dengan hasil ini.
"Bagaimana bisa?" Sasuke cs menjadi kawanan yang paling terkejut dibandingkan orang-orang disekitarnya.
"Yah, masa Naruto langsung gugur sih dipertandingan pertama." ujar Lee sedikit menyesal.
Lee kecewa karena Naruto gagal.
"Yah sudah kuduga jadinya begini!" Kata Shikamaru yang justru tampak santai.
Untuk beberapa saat terjadi keheningan diantara mereka sampai Naruto sang pelaku datang menghadapi ekspresi dingin.
"Naruto-kun." Panggil Hinata begitu melihat sang kekasih datang mendekatinya.
"Gomen," kata Naruto pendek dan datar dengan ekspresi sendu menghadap mereka semua.
Hinata-chan, ayo kita pulang. Urusanku disini sudah selesai." Perintah Naruto pada Hinata.
Hinata mengangguk kecil pertanda setuju.
"Teman-teman maaf kami pulang terlebih dahulu," Hinata meminta izin pulang dengan meminta maaf.
"Ah tidak apa-apa Hinata-chan. Kalian hati-hati ya!" Jawab Lee dengan senyum semangat. Keduanya tanpa basa-basi lanjut langsung meluncur pergi meninggalkan kawasan itu.
"Sepertinya Naruto permainan pertama langsung langsung kalah. Lihat saja ekspesinya terlihat sedih." Tutur Lee untuk menanggapi Naruto.
"Mungkin saja," timpal Shikamaru dengan nada terkesan cuek.
Hinata-Naruto
"Ternyata kalah itu menyakitkan ya Hinata?" Tanya Naruto dengan nada-nada didalamnya.
"Maksud Naruto-kun?" Hinata belum mengerti arah pembicaraan Naruto.
"Ahh tidak apa!" Balas Naruto dengan tersenyum tanpa pilihan pandangannya pada kemudinya.
"Nah Hime, sudah sampai." ujar Naruto dengan triang. Naruto kembali berekspresi layaknya Naruto yang dikenal Hinata. Mobil Naruto telah berhenti dikediaman Hyuuga yang cukup besar. Dia tepat mengehentikan mobilnya di depan gerbang kediaman Hyuuga.
"Terima kasih Naruto-kun. Hati-hati dijalan." Naruto hanya tersenyum kecil menanggapi Hinata.
Naruto memandang hampa pada jalanan yang tampak lengang. Perasaan sedih, kecewa, marah menjadi satu sejak dia pulang dari balapan yang hasilnya sudah direncanakan sejak awal. Meski sudah direncanakan tapi ada perasaan tidak suka ketika memandang lawannya meraih kemenangan.
"AKU INI KENAPA?" Teriakan Naruto sambil menaikkan laju mobilnya. Dia sampai tidak peduli seberapa cepat ia melaju. Ia hanya ingin segera sampai rumah dengan mungkin.
"SIAL!" Umpat Naruto pendek sambil menaikkan laju mobilnya lagi.
__ADS_1
...Bersambung. . wkwkw kasih donk semangat autornya...