
"Gue nggak nyangka ternyata Amira yang memfitnah lo! Gue kira dia wanita yang baik ternyata..." Davin menggelengkan kepalanya kaget dengan berita terbaru itu. "Apa lagi ternyata dia yang j*lang."
"Yaelah sekarang lo katain dia, padahal sebelumnya lo juga gebet tuh," sinis Kenta setelah mendengar ucapan dari Davin. "Lagian lo sama dia sebelas dua belas kali," lanjutnya meledek.
"Beda lah, kalau gue tuh hanya sampai sebatas pelukan doang okey nggak lebih!! Ogah juga gue kalau jajan sembarangan nanti bisa-bisa gue kena penyakit lagi!" tegas Davin sembari bergidik ngeri.
"Kalian laki kan?" tanya Shakila dengan wajah herannya.
"Maksud lo?" tanya keduanya serempak kaget mendengar pertanyaan dari Shakila.
"Yah, kalian cerewet banget soalnya kaya ibu-ibu yang suka rumpi," jawab Shakila dengan entengnya.
"Ha? Lo samain kita sama ibu-ibu!" keduanya menatap kesal Shakila yang menyamakan mereka dengan ibu-ibu.
"Ah, nggak juga sih terkadang Daddy dan Kakak juga cerewet sih, dan kalau mereka cerewet persis banget sama Mom kalau lagi rumpi sama teman-temannya," ujar Shakila kembali dengan wajah polosnya.
Devan dan Kenta menatap tidak percaya ucapan Shakila yang bahkan menyamakan Daddy dan Kakaknya mirip ibu-ibu kalau sedang cerewet.
"Eh, tu..tunggu!!" Devan dan Kenta menatap kaget Shakila.
"Lo tadi nyebut apa? Daddy, Mom dan Kakak? Sejak kapan lo punya kakak? Terus panggilannya..."
__ADS_1
"Kepo!" Shakila hanya menjawab singkat pertanyaan mereka dengan wajah datarnya, lalu berdiri.
"Sudahlah bicara sama kalian hanya unfaedah, lebih baik gue pulang!" Shakila pun berniat pergi dari tempat itu.
"Tunggu! Gue mau bicara berdua sama lo!" ujar Al menghentikan Shakila yang berniat pergi dari tempat itu. Al pun mengkode kedua temannya agar pergi dari rooftop.
Keduanya menatap curiga Al yang menurut mereka tumbenan mau bicara berdua dengan wanita, mereka tambah heran karena semenjak beberapa hari ini tingkah Al sedikit berbeda dari biasanya terutama traumanya untuk berdekatan dengan wanita. Tetapi, keduanya akhirnya memutuskan untuk pergi dari rooftop.
Pukk, Kenta menepuk pundak Al.
"Lo harus jelasin nanti!" bisik Kenta lalu pergi dari tempat itu.
Shakila pun kembali duduk di sofa yang ada di rooftop itu tepatnya di depan Al dengan wajah malasnya.
Al menatap serius Shakila, "Lo kan yang kirim foto bukti kalau Amira yang sebenarnya j*lang di forum sekolah?"
Shakila menghela nafasnya. "Itu lo tau kenapa makin tanya lagi?" ujar Shakila dengan entengnya mengakui kalau itu semua adalah perbuatannya.
"Ternyata beneran." Al mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Shakila yang membenarkan perkataannya.
"Jangan bilang hanya itu yang lo mau tanyakan ke gue?" tanya Shakila dengan wajah tidak percayanya.
__ADS_1
Al mengangguk menjawab pertanyaan Shakila.
"Ck," Shakila berdecak kesal lalu berdiri dan berniat pergi dari tempat itu, ia rasanya tidak bisa tahan lama-lama di tempat ini terutama jika hanya berdua dengan pria di depannya itu.
Tetapi baru saja melangkah, tiba-tiba handphone nya berbunyi. Shakila pun langsung mengecek handphonenya ternyata sms dari tangan kanannya.
Shakila pun membaca sms itu karena menurutnya pasti info penting mengenai sesuatu yang tengah diselidikinya. Saat membaca pesan itu, mata Shakila terbelalak karena terkejut dengan apa yang dibacanya saat ini.
Shakila segera memastikan hal itu dengan mempertanyakan nya kembali ke tangan kanannya. Setelah memastikan hal itu, ia menutup mulutnya tidak percaya.
"Ada apa? Kenapa lo kaget gitu?" tanya Al dengan herannya saat melihat raut wajah Shakila yang terkejut ketika melihat handphonenya.
Shakila yang mendengar itupun mengalihkan pandangannya ke Al dengan wajah cengo nya.
Al mengernyitkan dahinya heran melihat raut wajah Shakila.
Shakila tiba-tiba mendekati Al membuat Al terkejut karena tingkah Shakila yang ia tidak mengerti.
"Lo kesambet?!"
"Al, gue setuju dengan perjodohan kita!" ujar Shakila tiba-tiba.
__ADS_1
Mata Al terbelalak kaget mendengar ujaran yang tiba-tiba dikatakan Shakila.
"Wah kayanya lo beneran kesambet!!" ketus Al dengan wajah kagetnya.