Pembalasan Gadis Yang Tertindas

Pembalasan Gadis Yang Tertindas
Baru Awal


__ADS_3

Brakk


"S*alan siapa yang ganggu tidur gue!" gerutu Al kesal karena terpaksa harus membuka matanya.


"Gue, kenapa?" jawab Shakila dengan melipat kedua tangannya di dada menatap sinis Al.


Teman-teman Al yang masih berada di kelas itu hanya bisa meringis melihat kelakuan Shakila yang sangat berani membangunkan Al apalagi dengan cara menggebrak meja.


"Eh, pacar!" ledek Al dengan tatapan tak kalah sinisnya juga.


"What! Pacar?" teriak kedua kawan Al siapa lagi kalau bukan Davin dan Kenta kaget.


Shakila hanya bisa mendengus kesal mendengar panggilan Al untuknya. Shakila rasanya terlalu malas untuk meladeni Al saat ini.


"Gue tunggu di parkiran sesuai janji kita!" kata Shakila dengan datarnya lalu menyelonong pergi begitu saja meninggalkan tiga sekawan itu di kelas yang sudah tampak kosong hanya ada mereka berempat.


"Dasar cewek gila!" umpat Al dengan suara pelannya hingga kedua temannya hanya bisa mendengar sama-samar ucapan Al.


"Tunggu, Al sejak kapan lo pacaran sama Shakila?" tanya Dav masih dengan raut wajah terkejutnya.


Kenta mengangguk mendengarkan pertanyaan Dev karena itu sama dengan yang ingin di tanyakannya juga sembari menatap penuh selidik Al juga.


"Mau tau?" tanya Al dengan raut wajah datarnya.


Keduanya mengangguk antusias menatap Al dengan mata berbinar seperti anak kecil jika di turuti keinginannya saja.

__ADS_1


"Kepo!" ejek Al dengan raut wajah datarnya lalu pergi begitu saja berniat menyusul Shakila yang pasti sudah sampai di parkiran saat ini.


Keduanya mendengus kesal serta mengepalkan tangannya di udara seperti ingin menonjok seseorang. Bagaimana keduanya tidak kesal kalau mereka berdua di permainkan seperti itu apalagi melihat wajah Al yang tetap datar tidak pantas untuk mengejek orang lain.


Keduanya pun saling memandang satu sama lain lalu menghembuskan nafasnya bersamaan. Setelah di rasa jiwa amarah yang tadinya berkobar mulai reda barulah menyusul Al.


Sementara itu Al baru saja sampai di area parkiran tapi mengernyitkan dahinya karena tidak menemukan Shakila di area parkiran itu.


"Ck kemana anak itu!" gerutu Al kesal.


"Hayo nyari gue ya!" ujar Shakila dengan tawa kecilnya dari belakang Al sembari memakan es krim yang berada di tangannya.


Al pun berbalik dengan tatapan sinisnya menatap Shakila.


Tapi, Al kaget saat merasa pintu samping tempat ia duduk di kursi kemudi terbuka.


"Loh, lo ikut sama gue?" tanya Al heran.


"Hmm, gue nggak bawa kendaraan di larang ortu. Seharusnya sih gue di jemput, tapi tadi gue udah bilang bokap untuk tanya supir gue agar tidak menjemput gue. Haiss sudahlah jangan ganggu gue makan es krim kemudikan saja dengan baik sampai ke Mansion, gue udah nggak sabar dapat tontonan gratis!" cetus Shakila dengan smirknya sembari terus menj*lati es krimnya dengan raut wajah bahagianya.


'Ini baru awal!' batin Shakila dengan satu tangannya yang terkepal dengan pandangannya mengarah ke depan.


"Kebetulan tadi gue dapat kabar kalau mereka berempat saat ini tengah berada di Mansion bokap gue!" ujar Al memberitahu sembari menyalakan mesin mobil miliknya.


Shakila menoleh sekilas menatap Al, lalu menatap kembali lurus ke depan dengan senyum smirknya.

__ADS_1


"Bukankah itu lebih baik Al? Pasti pertunjukannya akan lebih menyenangkan!"


Perkataan Shakila itu hanya di balas gelengan kepala oleh Al. Al heran sendiri dengan sifat serta sikap Shakila yang dulunya sangat pendiam setahunya, tapi tiba-tiba mulai hari itu yang mana Shakila meminta ditraktir olehnya sifat dan sikapnya berubah 180° sangat berbeda.


Mobil pun mulai melaju menuju Mansion milik Al. Setibanya di Mansion keduanya di sambut kepala pelayan.


"Di mana mereka?" tanya Al dengan raut wajah datarnya tanpa menatap kepala pelayan.


"Semuanya berada di ruang keluarga menunggu Tuan Muda," jawab kepala pelayan itu dengan menunduk sopan.


Al mengangguk lalu menarik tangan Shakila untuk mengikutinya menuju ruang keluarga. Sesampainya di ruangan yang di tujunya seperti kata kepala pelayan Ayah, Om, Tante serta kedua sepupunya sudah berada di ruang keluarga itu.


Sontak saja kedatangan Al dan Shakila membuat netra kelima orang yang berada di ruangan itu beralih menatap keduanya yang baru saja memasuki ruangan.


"Hai, kak Al!" sapa Elona dengan senyum genitnya.


Jangankan membalas melirik sekilas saja tidak, Al hanya acuh tak acuh sembari menarik Shakila untuk duduk di sofa yang masih kosong di ruang keluarga itu.


"Jangan acuh kaya gitulah Al. Nanti kalau lo baru masuk ke Perusahaan, lo kan butuh gue untuk bantuin lo apalagi lo belum tahu kan apa-apa tentang perusahaan," ujar Elano dengan senyumnya. Ucapan Elano itu terdengar seperti pengertian tetapi di baliknya terdapat ejekan untuk Al.


Al hanya menatap sinis Elano.


'Ck dasar hama!' gerutu Al dalam hati.


'Heh, lihat saja kemana keberanian serta senyum lo bentar!' batin Shakila dengan senyum smirknya.

__ADS_1


__ADS_2