
"Anda siapa ya?" tanya Shakila dengan wajah polosnya pura-pura tidak kenal dengan pria di depannya itu.
"Cih, Sekarang lo mau pura-pura tidak kenal dengan gue huh? Ingat lo ya, karena keluarga gue yang nampung lo makanya lo bisa seperti ini sekarang, tapi apa balasan lo, lo malah memfitnah adik gue seperti kemarin!" hardik pria berbadan besar bernama Merdi Lutfi Narendra itu dengan sengaja membesarkan nada suaranya.
"Fitnah? Adik? Siapa maksud anda?" tanya Shakila dengan raut wajah seolah bingungnya.
'Ck dasar genderuwo! Enak aja ngaku-ngaku keluarga, padahal dia dan Ibu serta adiknya itulah yang merebut Ayahnya Shakila asli!' batin Shakila menggerutu, merasa kesal sendiri mendengar ucapan pria di depannya itu.
"Amira lah siapa lagi adik gue, tidak mungkin lo kan cewek j*lang! Lo kan yang fitnah adik gue!" tuduh Merdi dengan ketus serta wajahnya yang merah padam karena emosi, apalagi saat mengingat cerita adiknya yang menyedihkan itu.
"Amira? Loh apa hubungannya sama saya? Saya tidak merasa pernah mengatakan atau menuduh Amira j*lang tuh, malahan anda saat ini yang menuduh dan mengatakan kalau saya berbuat hal tidak pantas seperti itu!" ketus Shakila yang mulai kesal. Padahal ia sudah sangat semangat hari ini karena akan membahas soal rencananya ke Al setelah memikirkan semuanya matang-matang tadi malam, malah sekarang moodnya benar-benar dihancurkan oleh pria di depannya saat ini.
"Ckck sok-sok polos loh!! Dasar cewek j*lang emang lo, malah ngefitnah adik gue yang berbuat tidak senonoh sepeti itu!" hardik Merdi lagi sembari melayangkan tangannya hendak menampar Shakila karena sudah sangat emosi mendengar ucapan Shakila yang menurutnya sangat sok sekali padahal menurut Merdi Shakila itu hanya babu yang tidak selevel dengannya.
Shakila sudah ingin menahan tangan itu agar tidak mengenai pipinya, tetapi ternyata sudah ada duluan yang menahan tangan itu.
"Banci, beraninya sama cewek!" ketus pria yang menahan tangan Merdi dengan kata pedasnya.
"Hahaha benar banget lo Al! Benar-benar banci, masa lawan perempuan sih huh cemen lo!" ledek Davin sembari menjulurkan lidahnya ke arah Merdi.
__ADS_1
Wajah Davin tiba-tiba berubah terkejut dengan mulutnya yang ia tutup rapat serapat-rapatnya.
"Napa lo Dav?" tanya Kenta heran karena raut wajah Davin tiba-tiba berubah yang tadinya asyik mengejek malah jadi terkejut gitu kaya orang kesambet.
"Ah, s*alan gara-gara cowok gentong itu tuh lidah gue rasanya kebakar cokk!" gerutu Davin sembari mengambil air yang ada di tangan Kenta lalu membasahi bibirnya yang rasanya terbakar terkena panas matahari.
"Haha lo sih sok-sokan ejek orang, kena karma instan kan lo!" ledek Kenta sembari menertawai temannya itu.
"Ck, Seharusnya dia tuh yang kena karma udah mau nampar Shakila bukannya gue!!" gerutunya lagi dengan wajah masam.
Kenta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu melihat kembali Al yang sudah menghalangi pria berbadan besar itu yang memberontak.
"Ck, Lo siapa hah! Lo nggak tau gue! Lepasin tangan lo dari gue, sebelum gue laporin lo sama bokap gue!!" ketus Merdi dengan sombong serta angkuhnya.
Melihat Al yang tidak bergeming pun membuat Merdi tambah emosi.
"Kenalin ya gue Merdi Lutfi Narendra, anak dari keluarga Narendra ingat itu baik-baik!! Sekarang lepasin, sebelum gue suruh bokap gue untuk ngeluarin lo dari sekolah ini!" hardiknya lagi dengan sombong dan mencoba kembali menarik tangannya yang masih di genggam erat.
Al tersenyum smirk mendengar ucapan sombong dan angkuh dari pria di depannya. Sementara yang lain saat ini tengah tertawa melihat kepedean dan kesombongan pria itu, bahkan Shakila menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keangkuhan pria itu.
__ADS_1
"Berani sekali dia mengatakan akan mengeluarkan Al dari sekolah ini. Padahal jika dibandingkan kekayaan dan kekuasaan keluarga Narendra sangat jauh di bawah kekuasaan dan kekayaan keluarga Al!" gumam Shakila yang hanya bisa tertawa sembari menggelengkan kepalanya.
"Hahaha sombong banget lo! Ngaca dong! Hanya dari keluarga Narendra Ken dia malah sombong mau ngeluarin Al dari sekolah ini. Sepertinya kaca loh terlalu kecil untuk badan besar lo, makanya nggak kelihatan full deh makanya berani angkuh kaya gini, sini gue beliin kaca besar supaya lo bisa ngaca!" ejek Davin dengan tawanya.
"Bener banget Dav! Lo nggak tau apa Al itu dari keluarga apa? Ck, kalau lo tau mungkin lo akan sujud kali di kakinya. Cih, sekali bilas pasti perusahaan bokap lo langsung bangkrut di tangan Al!" ejek Kenta juga sembari menggelengkan kepalanya tidak percaya melihat orang apalagi cowok yang sok kaya dan berkuasa seperti di depannya saat ini.
"Heh, memangnya dari keluarga mana pria b*jingan ini! Palingan dari keluarga bawah nggak selevel sama gue!" ujar Merdi kembali tetap dengan angkuhnya, ia tidak peduli karena baginya pasti Ayahnya itu bisa menyelesaikan masalah seperti ini. Karena Merdi sudah biasa bermasalah dan selama ini Ayahnya selalu bisa menyelesaikan masalahnya, jadi Merdi percaya kalau kali ini Ayahnya juga pasti bisa menyelesaikan masalahnya.
Semuanya pun kembali tertawa melihat kebodohan Merdi yang namanya cari mati menurut mereka.
"Lo mau tau dari keluarga mana Al?" tanya Davin dengan senyum smirknya.
"Ck Nggak usah di ladenin kali!" ketus Al lalu melepaskan tangannya dari Merdi dengan kasar yang mana membuat Merdi langsung jatuh ke tanah dengan keras.
"AAHKK S*ALAN LO DASAR BR*NGSEK!!" Pekik Merdi kaget dan merasa sakit di ****** dan pinggangnya.
Al hanya menatap acuh Merdi yang tengah kesakitan itu.
*****
__ADS_1
Author usahain yah update terus, walaupun author nggak tau harinya dan kapan yang penting author tetap update sampai tamat. Maaf yah karena jarang up, soalnya sibuk banget apalagi udah mau UAS🥲
Maaf dan Makasih yang masih setia membaca novel author love u all readers😻💗