
"Lo nggak perlu tau dari mana gue dapat bukti itu. Jadi, bagaimana kalau pulang sekolah langsung kita tunjukin ke bokap lo? Sepertinya akan ada pertunjukan bagus!" ujar Shakila dengan senyum smirknya.
Al menatap dalam Shakila yang tengah tersenyum smirk.
"Sebenarnya apa keuntungan lo menyelidiki bahkan sampai serinci ini?" tanya Al curiga mulai mengulik kembali alasan Shakila.
"Menurut lo?" bukannya menjawab, Shakila malah bertanya balik.
"Ck, selalu begitu! Sok misterius!" kesal Al menatap sinis Shakila yang selalu tidak memberikannya jawaban pasti.
"Dih, lo nya aja yang tambah cerewet dan kepo! Perasaan waktu awal ketemu apalagi kata orang-orang lo dingin banget dan pendiam tapi sekarang..." Shakila terkekeh serta menatap remeh Al.
Al mengepalkan tangannya mendengar ucapan Shakila itu. Ia berdiri lalu meletakkan kedua tangannya di kedua sisi Shakila lebih tepatnya mengungkung Shakila dengan tatapan tajamnya.
"Bagaimana kalau karena gue tertarik sama lo?" bisik Al tepat di telinga Shakila dengan senyum smirknya.
__ADS_1
Shakila terdiam sejenak mendengar bisikan Al itu yang membuatnya sedikit merinding.
Tiba-tiba Shakila menarik dasi Al mendekatkan wajah Al agar lebih dekat dengan wajahnya karena setelah berbisik tadi Al memundurkan wajahnya kembali.
"Oh ya? Gue memang cantik jadi wajar!" balas Shakila narsis dengan wajah bangganya serta senyum smirknya menatap Al.
Memang agak-agak Shakila, bukannya mendorong Al malah menarik Al tambah dekat dengan dirinya.
"Dasar cewek gila, narsis!" gerutu Al sembari menarik kembali dirinya lalu merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.
Shakila tertawa kecil mendengar gerutuan Al.
Al tambah di buat kesal saja dengan tingkah Shakila. Al pun mencondongkan sedikit dirinya hingga wajahnya tepat di samping telinga Shakila.
"Kalau label kita berubah jadi pacar beneran, memang lo yakin bisa terima semua perbuatan yang gue lakuin ke lo?" bisik Al lagi dengan mengecup singkat telinga Shakila lalu menarik kembali dirinya dengan menatap menantang Shakila.
__ADS_1
Shakila mengepalkan tangannya dan tersenyum kesal dengan perbuatan Al yang berani-beraninya mencium telinganya seenaknya.
"Yakin, berani lo? Takutnya malah lo tepar lagi lawan gue?" ledek Shakila.
Mata Shakila membola terkejut dengan perlakuan Al yang tiba-tiba itu. Ia terdiam terpaku tidak menyangka jika Al akan seberani dan selancang itu, walaupun sangat singkat tapi tetap saja keduanya menempal.
"Manis juga b*bir lo! Gimana kita resmi jadi pacar beneran? Berarti lo siap nanggung konsekuensinya!" ujar Al dengan senyum smirknya.
"Sampai jumpa pacar pulang sekolah sesuai rencana lo!" lanjutnya lalu pergi begitu saja dari rooftop dengan gaya coolnya memasukkan kedua tangannya di kantong celananya.
Melihat Al sudah pergi barulah Shakila memekik terkejut sekaligus kesal.
"Ahkkk s*alan bibir suci gue!" pekik Shakila dengan napas terengah-rengahnya karena terlalu emosi rasanya.
Shakila mengelap bibirnya dengan kasar. Kedua tangannya mengepal erat, matanya pun terlihat seperti ada sorot apinya.
__ADS_1
"S*alan! Lihat aja pembalasan gue br*ngsek ahkk!" gerutu Shakila kesal memukul-mukul bantal sofa yang tidak bersalah sama sekali itu.
Untung saja bantal sofa itu tidak bernyawa kalau tidak sudah dari tadi protes dengan pukulan yang dilayangkan Shakila.