Pembantu Cantik Itu Milikku

Pembantu Cantik Itu Milikku
EPISODE 10


__ADS_3

Mohon maaf para readers buat yg selalu nunggu author untuk up.. bukan karna author mau gantungin ceritanya tapi author baru aja melahirkan jadi maklum klo baru nyempatin untuk up🙏🙏 author usahain bakal nyempatin untuk trus up jadi mohon yang sudah baca mohon tinggalin jejak dan bantu like dan vote nya ya😘❤️❤️


mentari pagi mulai bersinar menandakan pagi mulai menampakkan cahayanya..


seperti biasa fitri yang sudah lebih dulu bangun dan beraktifitas di dapur menyiapkan sarapan untuk sang pemilik rumah.


Bu Rina dan suaminya sudah berada di meja makan, namun Bima belum terlihat disana, Bu Rina yang menyadari bahwa Bima belum turun untuk makan akhirnya menyuruh fitry untuk segera memanggil Bima


"fit tolong kamu panggil Bima di kamarnya untuk segera turun buat sarapan"


"baik Bu" jawab fitry


dan tidak menunggu waktu lama akhirnya fitry tiba di depan pintu kamar Bima


Toookkkk tookkkk tookkkk..


berulang kali fitry mengetuk pintu kamar Bima, namun tidak ada jawaban dari Bima. fitry lalu mengambil keputusan buat membuka langsung kamar Bima, namun fitry tidak mendapati tuannya.


"loh dimana si singa tutul itu??!!! di kamar juga tidak ada??!!! atau jangan jangan dia sudah berangkat kerja" grutu fitry.


saat hendak keluar kamar tiba tiba Suara Bima mengagetkan fitry


"heiii... siapa yang kamu maksud si singa tutul?!!! tanya Bima penasaran penuh emosi. nampaknya Bima mendengar ocehatln fitry td termasuk memanggilnya dengan sebutan singa tutul.


fitry yang melihat Bima sontak kaget dan langsung berteriak, pasalnya Bima yang tiba-tiba muncul hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


"aaagggggghhhhhhh..!!!!!!" fitry berteriak


namun Bima yang melihat langsung menutup mulut fitry.


"heii bisa nggak, nggak usah pake teriak teriak begitu!!"


fitry langsung menutup matanya dengan kedua tangannya


"oh my God!! mata suciku ini hari ini sudah kehilangan keperawanan nya" kata fitry


Bima yang sudah rapi dengan pakaiannya tiba tiba menyentil jidat fitry


"heiii bocah!! bisa nggak sih teriak teriak, emangnya saya mau ngapain kamu??!!


"maaf tuan.. habisnya tuan sih tiba tiba muncul ngagetin dan nggak make baju" jawab fitry menunduk


"yang salah itu kamu!! masuk ke kamar saya tampa permisi. dan lagian ini kamar saya jadi saya berhak mau ngapain!! bahkan saya telanjang pun disini itu hak saya!!" jawab Bima dengan tegas sambil berjalan menuju ke arah fitry, fitry yang menyadari bahwa Bima yang sedang mendekatinya pun melangkahkan kakinya mundur hingga ia berhenti karena ia kini bersandar pada dinding kamar Bima.


"ya Tuhan mau apa ini si tutul, jangan sampai dia berbuat macam macam pada saya ya Tuhan??!!" batin fitry


"tuan mau apa??!!! jangan coba coba mendekat tuan apalagi sampai berbuat macam macam pada saya, atau saya akan berteriak!!"


Bima yang sedari tadi mendengarkan ocehan fitry pun menghentikan langkahnya.


"kamu itu ya kebanyakan nonton Drakor jadinya pikiranmu itu di penuhi dengan otak mesum!! lagian siapa juga yang tertarik dengan tubuhmu yang sama sekali nggak ada menarik menariknya, dari atas sampai bawah gini rata!!" ejek Bima


fitry pun langsung memegangi dadanya dengan menyilang


"biarin aja!! lagian juga ini tuh buat suamiku kelak, ya mungkin tuan sudah terbiasa dengan hal yang begitu tapi aku nggak biarin tuan berbuat yang macam macam padaku!!"


Bima yang tak menghiraukan ocehan fitry pun keluar dari kamar sambil terkekeh karna sukses membuat fitry kesal


fitry yang merasa tak di dengarkan oleh bima pun kembali bergrutu


"iiiisss awas kamu ya si tutul!! enak aja udah ngatain aku trus pergi gitu aja!!


sementara Bima yang berlalu pergi sedang tersenyum kemenangan. "hahahaha rasain lu bocah!! emang enak gua kerjain!!" kata Bima dalam hati


Bima menuju ke ruang makan menemui kedua orang tuanya yang hendak sarapan,


"pagi mah.. pagi yah" sapa Bima


"pagi nak.." jawab kedua orang tuanya


"mari nak sarapan" kata Bu Rina

__ADS_1


"nanti aja ma di kantor, Bima lagi buru buru soalnya pagi ini lagi ada meeting di kantor" jawab Bima sambil menyalami kedua orang tuanya lalu pergi


Rian yang sedang menunggu di depan menyadari kedatangan Bima lalu membukakan pintu mobil.


ASTRA BIRMA GROUP


"pagi pak.." sapa seluruh karyawan Bima di kantor"


namun hanya di anggukin Bima tampa menjawab dan menoleh kepada mereka


Rika yang menyadari kehadiran bosnya itu lantas berdiri menyapa


"selamat pagi pak" sapa rika sekretaris Bima


Bima yang tidak menjawab langsung memasuki ruangannya dengan di ikuti Rian.


Bima terkenal bos yang cuek pada semua karyawannya di kantor, di pikirannya adalah dia ke kantor hanya untuk bekerja. dia tidak peduli dengan tingkah sekretarisnya yang selalu tampil menggoda dengan mengenakan baju yang terlihat seksi, hal itu malah membuat Bima jijik melihatnya. setelah kekasihnya Natasya mengkhianatinya baginya semua wanita itu sama hanya di ciptakan untuk menggoda tapi tidak untuk fitry, malah dia melihat fitry justru takut bila di goda.


"permisi pak??" Rika memasuki ruangan bima


" 10 menit lagi bapak akan meeting bersama colega dari Jerman"


"persiapkan semua, sebentar lagi kita akan ke ruang meeting" jawab Bima tampa menatap


sementara dirumah


fitry sedang sibuk menyirami bunga tiba tiba di yang datang langsung melihat fitry


"gadis itu.. gadis itu terlihat makin cantik walaupun tidak menggunakan make up dan tampilan sederhana. dia juga tidak gengsi dengan pekerjaanya sebagai ART" jawab Dony membatin


niatnya untuk datang karna dia kangen pada ibu tapi di lihatnya fitry jadi double sekaligus pengen bertemu dengan fitry hehehe.


"Hay fitry" sapa Dony


"eh tuan Dony?? sejak kapan tuan Dony datang" tanya fitry


"baru aja fit, saya datang karena kangen dengan ibu makanya saya kesini" kata Dony lagi


"tidak perlu repot repot fit, saya bisa sendri dan maaf mengganggu pekerjaanmu"


"ya nggak apa apa tuan, lagian kan itu juga bagian dari pekerjaanku"


"baiklah kalau begitu"


sesampainya di dalam Dony bertemu dengan ibu Rina dan mengobrol bersama.


dony tiba tiba memperhatikan fitry yang tengah sibuk memasak di dapur,


"cantik... gadis itu sangat cantik, dia tidak gengsi dengan pekerjaannya itu"


"nak kamu sudah makan?? ayo kita makan siang!!" ajak Bu Rina


"maaf Bu.. lain kali aja. sepertinya hari Dony pengen makan di luar, dan apa boleh Dony mengajak fitry??"


Bu Rina heran kenapa tiba tiba Dony mengajak fitry


" iya boleh nak tapi.. kenapa kamu tiba tiba ngajak fitry??"


"ya Dony malas aja keluar sendiri bu, Dony mau ada teman yang Dony ajak makan bareng" jawab Dony asal


"baiklah.. kamu ajak fitry gih"


setelah mendapat ijin dari Bu Rina untuk mengajak fitry makan di luar akhirnya Dony menemui fitry untuk mengajaknya keluar.


"fit.. kamu mau nggak temanin saya makan di luar" Ajak Dony


"sa..saya tuan??" jawab fitry heran kenapa tiba tiba Dony mengajaknya makan di luar


"iya fit, saya pengen aja makan di luar dan nggak punya teman jadi kamu mau ya temanin saya??"


"baik tuan.. kalau gitu saya siap siap dulu tuan"

__ADS_1


"ok saya tunggu!"


sesampainya di kamar fitry bingung mau pakai baju apa karena baju fitry semuanya terbilang biasa, maklum fitry kan tergolong dari keluarga yang serba pas Passan jadi untuk membeli pakaian yang bagus aja dia mikir.


"aduh... baju aku semuanya biasa aja nggak ada bagus bagusnya, nanti pasti tuan Dony pasti malu jalan sama aku" grutu fitry


akhirnya fitry memutuskan untuk memakai baju kaos dan celana jeans dan juga menggunakan topi yang menurutnya nyaman di pakai. tak lupa ia membiarkan rambutnya terurai Tampa di ikat.



Dony yang melihat di buatnya terkejut, walaupun tampilannya sederhana namun menarik di lihat. tiba tiba fitry membuyarkan lamunannya.


"tuan fitry sudah siap"


" eh.. ehm.. ayo fit kita berangkat!!" ajak Dony


akhirnya merekapun berangkat dan tak lupa mereka pamit dengan Bu Rina. kali ini Dony sengaja mengendarai motor sport nya, ia sepertinya sudah merencanakan kalau ia akan mengajak fitry untuk makan di luar jadi ia sengaja menggunakan motor.


di perjalanan Dony bertanya pada fitry


"fit kamu mau makan apa??" tanya Dony mencairkan suasana karna mereka sama sama merasa canggung.


"terserah tuan aja deh mau makan apa"


"ya aku maunya kamu yang pilih"


"ehm.... kalau gitu kita makan bakso aja tuan, dan kebetulan di pinggir jalan itu ada tukang bakso" ajak fitry


"ok baik kalau gitu"


mereka pun berhenti di pinggir jalan tempat penjual bakso.


"pak bakso 2 mangkuk ya, yang 1 sambelnya di banyakin" kata fitry memesan bakso


"kamu suka banget ya makan bakso" tanya Dony penasaran, karena ia melihat fitry kegirangan melihat makanan itu


"suka banget tuan, apalagi sambelnya di banyakin. kalau saya makan bakso saya jadi teringat suasana di kampung tuan"


"oh iya waktu itu kita bertemu di terminal, kamu sepertinya baru tiba ya dari kampung??" tanya Dony karena ia teringat awal pertemuan mereka di terminal


"oh iya benar tuan, waktu itu saya habis dari toilet"


"oiya.. jangan panggil saya denagn sebutan tuan, sepertinya saya terlihat ketuaan ya"


"lah trus maunya fitry panggil apa??"


"terserah kamu aja panggil aku apa yang jelas jangan dengan sebutan tuan"


"kalau gitu fitry panggil dengan sebutan mas aja ya"


"nah.. itu lebih bagus"


mereka pun akhirnya tertawa


"fit kalau boleh tau usia kamu berapa?? dan kenapa bisa kamu bekerja sebagai ART dirumah ibu??"


"usia saya 21 tahun mas, ya pekerjaan apa aja saya mau mas yang penting halal, semenjak ayah telah tiada saya kasihan kalau ibu harus banting tulang untuk nyambung hidup kami jadi saya memutuskan untuk mencari pekerjaan apapun itu yang penting halal mas"


"ternyata kamu anak yang berbakti pada orang tua ya fit" kata Dony


"ya begitulah mas"


"trus kamu kesini, ke Jakarta sama siapa?" tanya Dony lagi


"sama bi dina mas, bi Dina adalah bibi dari ibu saya"


"oh jadi Bi Dina saudara ibu kamu??"


"iya mas"


"ya Tuhan..masih ada aja ya wanita secantik fitry yang tidak gengsi dengan pekerjaannya sebagai ART, dan rela banting tulang demi keluarga" batin Dony

__ADS_1


__ADS_2